Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch
Daily Watch 13 Maret 2018
March 13, 2018 08:53

Highlights:

Danareksa government bonds yield index decreased 2.27bps from 6.513% to 6.490%

Inflation in India dropped below 5% for the first time in three months, giving the central bank room to keep interest rates on hold for longer while providing relief to battered bond investors. Government data on Monday showed inflation at 4.44% in February, lower than the 5.07% pace in January. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR9.02 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was lower than the previous day transaction of IDR16.15 trillion and it was lower than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR493.85 billion, mostly short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR1948.31 billion and it was lower than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR strengthened 0.23% against USD from 13,797 to 13,765 whilst JCI climbed up 1.05% from 6,433 to 6,501.

FR0064 yield dropped by 3.10bps from 6.789% to 6.758% while RI0126 yield rose by 1.9bps from 4.202% to 4.221%.

Brent fell from 65.28 to 64.62 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price stabled from 62.04 to 62.04 USD per barrel.

Highlights:

Danareksa government bonds yield index turun 2.27bps dari 6.513% menjadi 6.490%

Inflasi di India turun di bawah 5% untuk pertama kalinya dalam tiga bulan, sehingga memberikan ruang untuk bank sentral dapat menjaga suku bunga dalam waktu lebih lama dan memberikan bantuan kepada investor obligasi. Data Pemerintah pada Senin menunjukkan bahwa inflasi pada level 4,44% di Februari, lebih rendah dibandingkan 5,07% di bulan Januari. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp9.02 triliun, dan didominasi oleh medium term (5-15 years). Angka ini menurun dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp16.15 triliun namun lebih lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp493.85 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp1948.31 miliar namun lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.23% terhadap US Dollar, dari 13,797 menjadi 13,765 sedangkan IHSG meningkat 1.05% dari 6,433 menjadi 6,501.

FR0064 yield menurun by 3.10bps dari 6.789% menjadi 6.758% sementara itu yield RI0126 naik sebesar 1.9bps dari 4.202% menjadi 4.221%.

Harga brent menurun dari 65.28 menjadi 64.62 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot stabil dari 62.04 menjadi 62.04 USD per barrel.