Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch
Daily Watch 12 Maret 2018
March 12, 2018 08:57

Highlights:

Danareksa government bonds yield index rose 3.31bps from 6.479% to 6.512%

Venezuela’s credit rating has hit rock-bottom. Its grade was cut to C by Moody’s Investors Service, which said bond investors should gird themselves for large losses. The country and its state-owned oil company are already behind on $1.7 billion of payments, and there’s little hope the government will be able to reach a restructuring agreement amid U.S. sanctions that forbid investors from purchasing any new Venezuelan securities, Moody’s said. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR16.15 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was higher than the previous day transaction of IDR15.87 trillion and it was higher than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR1948.31 billion, mostly medium term (5-15 years). It was higher than the previous day transaction of IDR1016.43 billion and it was higher than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR strengthened 0.14% against USD from 13,816 to 13,797 whilst JCI dropped -0.15% from 6,443 to 6,433.

FR0064 yield climbed up by 6.50bps from 6.724% to 6.789% while RI0126 yield increased by 1.4bps from 4.188% to 4.202%.

Brent advanced from 63.59 to 65.28 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price increased from 60.12 to 62.04 USD per barrel.

Highlights:

Danareksa government bonds yield index naik 3.31bps dari 6.479% menjadi 6.512%

Peringkat kredit Venezuela telah mencapai titik terendah. Peringkatnya turun menjadi C oleh Moody's Investors Service, yang mengatakan bahwa investor obligasi harus menghadapi kerugian besar. Negara dan perusahaan minyak milik negara tersebut sudah berada di belakang pembayaran sebesar $ 1,7 miliar, dan ada sedikit harapan bahwa pemerintah akan dapat mencapai kesepakatan restrukturisasi di tengah sanksi A.S. yang melarang investor membeli sekuritas baru Venezuela, kata Moody's. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp16.15 triliun, dan didominasi oleh medium term (5-15 years). Angka ini meningkat dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp15.87 triliun namun lebih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1948.31 miliar yang didominasi oleh medium term (5-15 years). Volume transaksi tersebut meningkat dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp1016.43 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.14% terhadap US Dollar, dari 13,816 menjadi 13,797 sedangkan IHSG menurun -0.15% dari 6,443 menjadi 6,433.

FR0064 yield mengalami peningkatan by 6.50bps dari 6.724% menjadi 6.789% sementara itu yield RI0126 mengalami peningkatan sebesar 1.4bps dari 4.188% menjadi 4.202%.

Harga brent mengalami peningkatan dari 63.59 menjadi 65.28 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot naik dari 60.12 menjadi 62.04 USD per barrel.