Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch
Daily Watch 09 Maret 2018
March 09, 2018 09:00

Highlights:

Danareksa government bonds yield index advanced 4.54bps from 6.421% to 6.466%

The European Central Bank’s internal staff calculations on the future path of monetary policy assume asset purchases totaling 30 billion euros ($37 billion) in the fourth quarter. The assumptions are technical and don’t constitute a pre- commitment on bond buying past September, when the current program is scheduled to end. At the same time, there’s broad agreement among Governing Council members that quantitative easing should probably come to a halt by the end of 2018. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR15.87 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was higher than the previous day transaction of IDR14.54 trillion and it was higher than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR1016.43 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR678.95 billion and it was higher than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR weakened 0.41% against USD from 13,760 to 13,816 whilst JCI increased 1.17% from 6,368 to 6,443.

FR0064 yield increased by 6.20bps from 6.662% to 6.724% while RI0126 yield was down by -0.1bps from 4.189% to 4.188%.

Brent dropped from 64.39 to 63.59 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price decreased from 61.15 to 60.12 USD per barrel.

Highlights:

Danareksa government bonds yield index mengalami peningkatan 4.54bps dari 6.421% menjadi 6.466%

Perhitungan internal staf Bank Sentral Eropa mengenai jalur masa depan kebijakan moneter mengasumsikan pembelian aset sebesar 30 miliar euro ($ 37 miliar) pada kuartal keempat. Asumsinya bersifat teknis dan bukan merupakan prasyarat untuk membeli obligasi di bulan September yang lalu, ketika program saat ini dijadwalkan untuk berakhir. Pada saat yang sama, ada kesepakatan antara anggota Governing Council bahwa pelonggaran kuantitatif mungkin akan berakhir pada akhir tahun 2018. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp15.87 triliun, dan didominasi oleh medium term (5-15 years). Angka ini naik dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp14.54 triliun namun lebih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1016.43 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut mengalami peningkatan dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp678.95 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0.41% terhadap US Dollar, dari 13,760 menjadi 13,816 sedangkan IHSG naik 1.17% dari 6,368 menjadi 6,443.

FR0064 yield naik by 6.20bps dari 6.662% menjadi 6.724% sementara itu yield RI0126 turun sebesar -0.1bps dari 4.189% menjadi 4.188%.

Harga brent turun dari 64.39 menjadi 63.59 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot mengalami penurunan dari 61.15 menjadi 60.12 USD per barrel.