Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch
Daily Watch 08 Maret 2018
March 08, 2018 10:19

Highlights:

Danareksa government bonds yield index was down 0.22bps from 6.400% to 6.398%

For bond investors in emerging markets, Donald Trump’s trade war is a non-event. The average yield of corporate bonds in developing nations is unchanged since the U.S. President threatened last week to raise import tariffs on aluminum and steel. In fact, investors have lowered the extra return they demand over Treasury yields to own the bonds. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR14.54 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was lower than the previous day transaction of IDR22.65 trillion but it was higher than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR678.95 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR584.99 billion but it was lower than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR strengthened 0.12% against USD from 13,776 to 13,760 whilst JCI decreased -2.03% from 6,500 to 6,368.

FR0064 yield advanced by 0.60bps from 6.656% to 6.662% while RI0126 yield rose by 3.2bps from 4.157% to 4.189%.

Brent decreased from 65.41 to 64.39 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price fell from 62.60 to 61.15 USD per barrel.

Highlights:

Danareksa government bonds yield index menurun 0.22bps dari 6.400% menjadi 6.398%

Bagi investor obligasi di pasar negara berkembang, perang dagang Donald Trump adalah sebuah acara non-event. Rata-rata yield obligasi korporasi di negara-negara berkembang tidak berubah sejak Presiden A.S. mengancam pekan lalu untuk menaikkan tarif impor pada aluminium dan baja. Faktanya, investor telah menurunkan extra return atas yield US Treasury untuk memiliki obligasi tersebut. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp14.54 triliun, dan didominasi oleh medium term (5-15 years). Angka ini turun dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp22.65 triliun namun lebih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp678.95 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut meningkat dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp584.99 miliar namun lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.12% terhadap US Dollar, dari 13,776 menjadi 13,760 sedangkan IHSG menurun -2.03% dari 6,500 menjadi 6,368.

FR0064 yield mengalami peningkatan by 0.60bps dari 6.656% menjadi 6.662% sementara itu yield RI0126 meningkat sebesar 3.2bps dari 4.157% menjadi 4.189%.

Harga brent menurun dari 65.41 menjadi 64.39 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot menurun dari 62.60 menjadi 61.15 USD per barrel.