Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch
Daily Watch 07 Maret 2018
March 07, 2018 09:56

Highlights:

Danareksa government bonds yield index climbed up 5.75bps from 6.338% to 6.396%

European Central Bank officials considering when to end their bond-buying program have a new reason to move carefully: U.S. inflationary pressures are helping to push up euro-zone borrowing costs. Now yields on German bonds are rising largely in tandem with U.S. Treasuries as the world undergoes a synchronized expansion, suggesting that decoupling is coming to an end. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR22.65 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was higher than the previous day transaction of IDR18.70 trillion and it was higher than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR584.99 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR394.06 billion but it was lower than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR weakened 0.10% against USD from 13,762 to 13,776 whilst JCI fell -0.77% from 6,551 to 6,500.

FR0064 yield advanced by 6.90bps from 6.587% to 6.656% while RI0126 yield was up by 2.1bps from 4.136% to 4.157%.

Brent declined from 65.43 to 65.41 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price advanced from 62.57 to 62.60 USD per barrel.

Highlights:

Danareksa government bonds yield index meningkat 5.75bps dari 6.338% menjadi 6.396%

Pejabat Bank Sentral Eropa mempertimbangkan kapan harus mengakhiri program pembelian obligasi dengan hati-hati: Tekanan inflasi A.S. membantu mendorong biaya pinjaman zona euro. Saat ini yield pada obligasi Jerman sebagian besar meningkat, seiring dengan US Treasury AS karena sinkronisasi expansi global, menunjukkan bahwa perbedaan arah akan segera berakhir. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp22.65 triliun, dan didominasi oleh medium term (5-15 years). Angka ini naik dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp18.70 triliun namun lebih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp584.99 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut mengalami peningkatan dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp394.06 miliar namun lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0.10% terhadap US Dollar, dari 13,762 menjadi 13,776 sedangkan IHSG mengalami penurunan -0.77% dari 6,551 menjadi 6,500.

FR0064 yield mengalami peningkatan by 6.90bps dari 6.587% menjadi 6.656% sementara itu yield RI0126 meningkat sebesar 2.1bps dari 4.136% menjadi 4.157%.

Harga brent turun dari 65.43 menjadi 65.41 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot mengalami peningkatan dari 62.57 menjadi 62.60 USD per barrel.