Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch
Daily Watch 06 Maret 2018
March 06, 2018 11:53

Highlights:

Danareksa government bonds yield index fell 0.74bps from 6.336% to 6.328%

Russia is preparing to sell Eurobonds as soon as this month as the government seeks to capitalize on a credit upgrade before U.S. Federal Reserve rate hikes spur borrowing costs. Finance Minister Anton Siluanov has said Russia is aiming to sell $3 billion of debt this year in a single tranche. S&P Global Ratings raised the nation’s foreign debt out of junk last month, making its Eurobonds eligible for inclusion in global investment-grade bond indexes. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR18.70 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was lower than the previous day transaction of IDR22.19 trillion but it was higher than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR394.06 billion, mostly short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR482.15 billion and it was lower than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR weakened 0.04% against USD from 13,757 to 13,762 whilst JCI decreased -0.48% from 6,582 to 6,551.

FR0064 yield increased by 5.30bps from 6.534% to 6.587% while RI0126 yield increased by 0.7bps from 4.129% to 4.136%.

Brent increased from 64.42 to 65.43 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price rose from 61.25 to 62.57 USD per barrel.

Highlights:

Danareksa government bonds yield index turun 0.74bps dari 6.336% menjadi 6.328%

Rusia bersiap untuk menjual Eurobonds segera bulan ini karena pemerintah berusaha untuk memanfaatkan peningkatan kredit sebelum kenaikan suku bunga Federal Reserve A.S. memacu biaya pinjaman. Menteri Keuangan Anton Siluanov mengatakan Rusia bertujuan untuk menjual $ 3 miliar utang tahun ini dalam satu tahap. S & P Global Ratings menaikkan hutang luar negeri negara tersebut dari “junk” bulan lalu, membuat Eurobonds memenuhi syarat untuk dimasukkan dalam indeks obligasi kelas investasi global. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp18.70 triliun, dan didominasi oleh medium term (5-15 years). Angka ini turun dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp22.19 triliun namun lebih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp394.06 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp482.15 miliar namun lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0.04% terhadap US Dollar, dari 13,757 menjadi 13,762 sedangkan IHSG mengalami penurunan -0.48% dari 6,582 menjadi 6,551.

FR0064 yield mengalami peningkatan by 5.30bps dari 6.534% menjadi 6.587% sementara itu yield RI0126 mengalami peningkatan sebesar 0.7bps dari 4.129% menjadi 4.136%.

Harga brent mengalami peningkatan dari 64.42 menjadi 65.43 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot naik dari 61.25 menjadi 62.57 USD per barrel.