Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch
Daily Watch 05 Maret 2018
March 05, 2018 12:18

Highlights:

Danareksa government bonds yield index fell 1.92bps from 6.355% to 6.336%

Bond traders seemed to have everything figured out, until Trump invited a trade war. In a week that would ordinarily be dominated by the latest gauge of U.S. hiring and wage growth, traders will instead grapple with a complex mix of forces that’s keeping 10-year Treasury yields locked in a range below 3 percent.  On the one hand, Powell and William Dudley appear open to raising rates four times this year. But Trump’s move to slap tariffs on steel and aluminum imports has stoked fears of trade retaliation and roiled global markets, spurring haven demand for Treasuries. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR22.19 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was lower than the previous day transaction of IDR23.70 trillion but it was higher than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR482.15 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR243.92 billion but it was lower than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR weakened 0.07% against USD from 13,748 to 13,757 whilst JCI dropped -0.36% from 6,606 to 6,582.

FR0064 yield was down by 4.40bps from 6.578% to 6.534% while RI0126 yield decreased by -2.8bps from 4.157% to 4.129%.

Brent advanced from 64.02 to 64.42 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price advanced from 60.99 to 61.25 USD per barrel.

Highlights:

Danareksa government bonds yield index turun 1.92bps dari 6.355% menjadi 6.336%

Bond traders seperti sudah mengetahui semua yang akan terjadi hingga Trump memicu adanya trade war. Dalam minggu yang biasanya didominasi oleh pengumuman pertumbuhan US hiring dan wage, traders juga bergulat dengan berbagai factor yang menjaga US Treasury terjaga di bawah 3 persen. Di lain pihak, Powell dan William Dudley tampak terbuka untuk meningkatkan suku bunga acuan empat kali dalam tahun ini. Namun, pergerakan Trump yang menampar tariff impor baja dan alumunium memicu kekhawatiran akan adanya pasar global yang bergejolak  yang memicu permintaan US Treasury. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp22.19 triliun, dan didominasi oleh medium term (5-15 years). Angka ini menurun dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp23.70 triliun namun lebih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp482.15 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut mengalami peningkatan dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp243.92 miliar namun lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0.07% terhadap US Dollar, dari 13,748 menjadi 13,757 sedangkan IHSG mengalami penurunan -0.36% dari 6,606 menjadi 6,582.

FR0064 yield menurun by 4.40bps dari 6.578% menjadi 6.534% sementara itu yield RI0126 menurun sebesar -2.8bps dari 4.157% menjadi 4.129%.

Harga brent mengalami peningkatan dari 64.02 menjadi 64.42 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot mengalami peningkatan dari 60.99 menjadi 61.25 USD per barrel.