Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Market Data
Preview IHSG 08 Februari 2018
February 08, 2018 07:46

Seiring membaiknya bursa saham AS dihari sebelumnya, sebagian besar bursa Asia masih ditutup bervariasi kemarin. IHSG sendiri berhasil naik 0,87 persen kelevel 6.534,87. Dari regional, publikasi ekonomi terbaru datang dari India. Bank sentral India-Reserve Bank of India mempertahankan suku bunga acuan stabil dilevel 6 persen, atau sesuai dengan ekspektasi pasar. Kebijakan ini diambil dengan tujuan mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi dan capaian target inflasi dalam jangka menengah sebesar 4% (+/-2%).

Sementara itu, bursa saham AS bergerak volatile diperdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (-0,08%) dan S&P 500 (-0,50%) masing-masing bergerak kelevel 24.893,35 dan 2.681,66. Petinggi The Fed dalam pidatonya menyatakan bahwa kenaikan FFR belum diperlukan setidaknya hingga pertengahan 2018. Tumbuhnya upah tenaga kerja AS diperkirakan belum akan mendorong laju inflasi lebih tinggi. Pernyataan ini tentunya berseberangan dengan ekspektasi pasar akan naiknya inflasi akibat pertumbuhan pendapatan, yang menjadi dasar berlanjutnya kebijakan moneter ketat The Fed (FFR naik).

Dari sisi ekonomi AS, U.S. Energy Information Administration melaporkan persediaan minyak mentah domestik AS meningkat sebanyak 1,9 juta barel per 2 Februari 2018. Laporan ini mendorong koreksi harga minyak global, menyusul laporan industri yang sebelumnya memprediksi persediaan minyak mentah domestik turun hingga 1,1 juta barel.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka menanjak. Harga minyak Brent (WTI) turun kelevel US$ 65,51 (US$ 61,72) perbarel, dan harga emas menguat kelevel US$ 1.321,10/troy ounce.