Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Market Data
Preview IHSG 06 Februari 2018
February 06, 2018 07:49

Tekanan jual membawa mayoritas bursa Asia melemah, dengan IHSG turun sebesar 0,59 persen kelevel 6.589,68. Pada perdagangan kemarin, publikasi terbaru domestik antara lain GDP Indonesia Q4 2017.

BPS mengumumkan PDB Indonesia Q4 2017 tumbuh sebesar 5,19% yoy. Secara tahunan penuh, ekonomi Indonesia 2017 berekspansi 5,07 persen, lebih cepat kinerja 2016 (+5,03%) dan 2015 (+4,88%). Dibandingkan kinerja Q3 2016, dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga (+4,97% yoy), pengeluaran pemerintah (+3,81% yoy), dan investasi (+7,27% yoy) tumbuh berakselerasi. Sementara ekspor (+8,5% yoy) dan konsumsi LNPRT (+5,24% yoy) tumbuh melambat.

Bursa AS mengalami koreksi tajam diperdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (-4,6%) dan S&P 500 (-4,1%) masing-masing bergerak kelevel 24.345,75 dan 2.648,94. Pelemahan besar yang terjadi dalam satu hari perdagangan ini, menjadi yang terburuk sejak Agustus 2011. Ekspektasi laju inflasi yang meningkat dan spekulasi naiknya suku bunga acuan FFR yang lebih cepat memicu aksi jual dipasar.

Dari sisi ekonomi AS, indikator ISM non-Manufacturing index bulan Januari 2018, naik dari level 56,0 kelevel 59,9. Ekspansi sektor non manufaktur AS didorong tumbuhnya order baru dan serapan tenaga kerja.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka melemah. Harga minyak Brent (WTI) turun kelevel US$ 67,62 (US$ 63,59) perbarel, dan harga emas menguat kelevel US$ 1.342,50/troy ounce.