Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Market Data
Preview IHSG 02 Februari 2018
February 02, 2018 07:57

Sempat menguat disesi awal, IHSG justru ditutup merosot 0,11 persen kelevel 6.598,46 pada perdagangan kemarin. Publikasi ekonomi domestik dan regional menjadi salah satu pemicu arah pergerakan pasar.

BPS mengumumkan laju inflasi bulan Januari 2018 mencapai 0,62% mom (+3,25% yoy), didorong akselerasi harga komponen bahan pangan (+2,34% mom), makanan jadi (+0,43% mom), perumahan (+0,23% mom), sandang (+0,50% mom), kesehatan (+0,28% mom), dan pendidikan (+0,16% mom). Sementara harga komponen transportasi turun 0,28% mom. Laju inflasi bulan Januari tercatat dibawah median konsensus ekonom sebesar 0,70% mom.

Dari kawasan Asia, indikator manufaktur Jepang-Nikkei Japan PMI bulan Januari 2018 naik dari level 54,0 kelevel 54,8. Ekspansi sektor manufaktur Jepang disokong tumbuhnya pesanan baru yang diterima pabrikan, output produksi dan permintaan ekspor.

Sementara itu, bursa saham AS ditutup bervariasi pada perdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (+0,14%) dan S&P 500 (-0,06%) masing-masing bergerak kelevel 26.186,71 dan 2.821,98. Publikasi sejumlah indikator ekonomi AS menjadi pendorong laju indeks saham.

Dari sisi ekonomi AS, klaim tunjangan pengangguran mingguan (per 27 Januari 2018) turun sebanyak seribu aplikasi menjadi 230 ribu aplikasi. Rerata 4 mingguannya mencapai 234.500 aplikasi, atau lebih rendah 5 ribu aplikasi dari minggu sebelumnya. Perkembangan pasar tenaga kerja AS dan serapannya tumbuh baik dan solid. Publikasi lainnya adalah indikator manufaktur PMI Januari 2018, yang naik dari level 55,1 kelevel 55,5. Sektor manufaktur tumbuh ekspansif, dengan sokongan pertumbuhan pesanan baru dan output produksi yang lebih cepat.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka melemah. Harga minyak Brent (WTI) naik kelevel US$ 69,65 (US$ 66,15) perbarel, dan harga emas menguat kelevel US$ 1.350,50/troy ounce.