Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Market Data
Preview IHSG 01 Februari 2018
February 01, 2018 08:25

Pasca koreksi tajam dihari sebelumnya, IHSG merangkak naik dan ditutup pada level 6.605,63 (+0,46%). Bursa Asia sendiri relatif berakhir variatif. Dari kawasan regional, publikasi ekonomi yang masuk kepasar datang dari Tiongkok. Indikator manufaktur-NBS Manufacturing PMI Tiongkok turun dari level 51,6 kelevel 51,3 dibulan Januari 2018. Level PMI resmi pemerintah ini menjadi yang terendah sejak Mei 2017, menyusul lambatnya pertumbuhan output, dan pesanan baru yang diterima pabrikan.

Bursa saham AS menghijau pada perdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (+0,28%) dan S&P 500 (+0,05%) masing-masing bergerak kelevel 26.149,39 dan 2.823,81. Pemicu pasar datang dari hasil pertemuan The Fed yang sesuai dengan proyeksi pasar, serta rilis data serapan tenaga kerja swasta AS yang tinggi.

Dalam FOMC meeting 30-31 Januari 2018, The Fed mempertahankan target bunga acuan FFR dilevel 1,25-1,50%. Belanja rumah tangga, investasi, serapan tenaga kerja AS tumbuh solid. Laju inflasi diprediksi akan meningkat tahun ini dan stabil dikisaran target The Fed sebesar 2 persen. Dengan prospek ekonomi AS yang tumbuh ekspansif dan tekanan inflasi yang meningkat, pelaku pasar berekspektasi adanya kenaikan FFR, setidaknya pada FOMC Maret 2018 mendatang.

Dari sisi ekonomi AS, kontrak penjualan rumah (pending home sales) bulan Desember 2017 tumbuh 0,5 persen mom (+0,5% yoy), setelah naik 0,3 persen mom (+0,8% yoy) dibulan sebelumnya. Meningkatnya realisasi kontrak baru cenderung lebih baik ekspektasi pasar yaitu turun 0,2% yoy.

Dipasar tenaga kerja AS, ADP National Employment Report menyebutkan bahwa tambahan serapan tenaga kerja sektor swasta mencapai 234 ribu posisi dibulan Januari 2018, menyusul serapan 242 ribu posisi dibulan sebelumnya. Menurut ukuran bisnis, perusahaan berskala menengah menyerap tambahan 91 ribu posisi, diikuti usaha skala besar (+85 ribu posisi) dan skala kecil (+58 ribu posisi). Sektor jasa dan manufaktur masing-masing menyerap tenaga kerja sebanyak 212 ribu dan 22 ribu posisi.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka menguat. Harga minyak Brent (WTI) naik kelevel US$ 69,05 (US$ 64,89) perbarel, dan harga emas menguat kelevel US$ 1.349,30/troy ounce.