Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch
Daily Watch 12 Januari 2018
January 12, 2018 11:17

Highlights:

Danareksa government bonds yield index fell 0.74bps from 6.056% to 6.048%

Canadian government officials said there’s an increasing likelihood U.S. President Donald Trump will give 6-months’ notice to withdraw from Nafta yields on government bonds and Mexico’s peso. The officials declined to say whether they think the odds of Trump following through on repeated threats to quit the pact now exceed 50%. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR21.15 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was lower than the previous day transaction of IDR22.46 trillion but it was higher than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR817.68 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR543.35 billion and it was higher than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR strengthened 0.19% against USD from 13,425 to 13,400 whilst JCI increased 0.24% from 6,371 to 6,386.

FR0064 yield dropped by 4.00bps from 6.120% to 6.080% while RI0126 yield increased by 0.1bps from 3.524% to 3.525%.

Brent rose from 69.30 to 69.36 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price increased from 63.57 to 63.80 USD per barrel.

 

Highlights:

Danareksa government bonds yield index turun 0.74bps dari 6.056% menjadi 6.048%

Pejabat di pemerintahan Kanada mengatakan bahwa ada kemungkinan besar Presiden A.S. Donald Trump akan memberitahukan 6 bulan sebelumnya untuk menarik diri dari Nafta menghasilkan obligasi pemerintah dan peso Meksiko. Para pejabat menolak untuk mengatakan apakah mereka berpikir kemungkinan Trump mengikuti ancaman berulang untuk keluar dari perjanjian sekarang melebihi 50%. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp21.15 triliun, dan didominasi oleh medium term (5-15 years). Angka ini mengalami penurunan dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp22.46 triliun namun lebih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp817.68 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut mengalami peningkatan dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp543.35 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.19% terhadap US Dollar, dari 13,425 menjadi 13,400 sedangkan IHSG naik 0.24% dari 6,371 menjadi 6,386.

FR0064 yield turun by 4.00bps dari 6.120% menjadi 6.080% sementara itu yield RI0126 mengalami peningkatan sebesar 0.1bps dari 3.524% menjadi 3.525%.

Harga brent meningkat dari 69.30 menjadi 69.36 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot mengalami peningkatan dari 63.57 menjadi 63.80 USD per barrel.