Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch
Daily Watch 11 Januari 2018
January 11, 2018 13:24

Highlights:

Danareksa government bonds yield index fell 0.06bps from 6.008% to 6.007%

Canadian government officials said there’s an increasing likelihood U.S. President
Donald Trump will give 6-months’ notice to withdraw from Nafta yields on
government bonds and Mexico’s peso. The officials declined to say whether they
think the odds of Trump following through on repeated threats to quit the pact
now exceed 50%. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR22.46 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was lower than the previous day transaction of IDR30.34 trillion but
it was higher than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR543.35 billion, mostly short term (< 5 years). It was
lower than the previous day transaction of IDR546.55 billion and it was lower
than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR weakened 0.03% against USD from 13,438 to 13,442 whilst JCI stabled 0.00% from
6,373 to 6,373.

FR0064 yield stabled by 0.00bps from 6.069% to 6.069% while RI0126 yield was up by
3.5bps from 3.471% to 3.506%.

Brent decreased from 69.45 to 69.43 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil
Spot price stabled from 62.96 to 62.96 USD per barrel.

Highlights:

Danareksa government bonds yield index menurun 0.06bps dari 6.008% menjadi 6.007%

Pejabat di pemerintahan Kanada mengatakan bahwa ada kemungkinan besar Presiden A.S.
Donald Trump akan memberitahukan 6 bulan sebelumnya untuk menarik diri dari
Nafta menghasilkan obligasi pemerintah dan peso Meksiko. Para pejabat menolak
untuk mengatakan apakah mereka berpikir kemungkinan Trump mengikuti ancaman
berulang untuk keluar dari perjanjian sekarang melebihi 50%. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp22.46 triliun, dan didominasi
oleh medium term (5-15 years). Angka ini turun dibandingkan dengan volume
transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp30.34 triliun namun lebih lebih tinggi
dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp543.35 miliar yang
didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut turun
dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp546.55 miliar namun lebih
rendah dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0.03% terhadap US Dollar, dari 13,438 menjadi 13,442
sedangkan IHSG stabil 0.00% dari 6,373 menjadi 6,373.

FR0064 yield stabil by 0.00bps dari 6.069% menjadi 6.069% sementara itu yield RI0126
naik sebesar 3.5bps dari 3.471% menjadi 3.506%.

Harga brent turun dari 69.45 menjadi 69.43 USD per barrel sementara harga WTI Cushing
Crude Oil Spot stabil dari 62.96 menjadi 62.96 USD per barrel.