Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch
Daily Watch 09 Januari 2018
January 09, 2018 15:39

Highlights:

Danareksa government bonds yield index fell 4.25bps from 6.037% to 5.994%

Bets that the Bank of Japan may start to unwind its monetary easing may be accelerating, as indicated by a weakening relationship between the 10-year Treasury yield and the dollar-yen exchange rate. The greenback dropped 0.8% against the yen in the past two months, even as the benchmark Treasury yield climbed 16 basis points. The correlation coefficient between them fell to 0.35, from a high of 0.92 in January 2017, when they moved almost completely in lockstep. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR29.99 trillion, and it was dominated by short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR27.84 trillion and it was higher than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR706.82 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR681.83 billion but it was lower than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR weakened 0.10% against USD from 13,416 to 13,429 whilst JCI increased 0.50% from 6,354 to 6,385.

FR0064 yield was down by 2.90bps from 6.059% to 6.030% while RI0126 yield was down by -2.6bps from 3.495% to 3.469%.

Brent rose from 68.08 to 68.21 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price was up from 61.44 to 61.73 USD per barrel.

Highlights:

Danareksa government bonds yield index mengalami penurunan 4.25bps dari 6.037% menjadi 5.994%

Taruhan bahwa Bank of Japan mungkin mulai melepas pelonggaran moneternya mungkin akan meningkat, seperti yang ditunjukkan oleh melemahnya hubungan antara yield Treasury 10-tahun dan nilai tukar dolar-yen. Greenback turun 0,8% terhadap yen dalam dua bulan terakhir, bahkan saat benchmark yield Treasury naik 16bps. Koefisien korelasi di antara mereka turun menjadi 0,35, dari level tinggi 0,92 pada Januari 2017, ketika mereka bergerak hampir dalam posisi terkunci. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp29.99 triliun, dan didominasi oleh short term (< 5 years). Angka ini naik dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp27.84 triliun namun lebih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp706.82 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut meningkat dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp681.83 miliar namun lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0.10% terhadap US Dollar, dari 13,416 menjadi 13,429 sedangkan IHSG meningkat 0.50% dari 6,354 menjadi 6,385.

FR0064 yield mengalami penurunan by 2.90bps dari 6.059% menjadi 6.030% sementara itu yield RI0126 mengalami penurunan sebesar -2.6bps dari 3.495% menjadi 3.469%.

Harga brent naik dari 68.08 menjadi 68.21 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot mengalami peningkatan dari 61.44 menjadi 61.73 USD per barrel.