Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch
Daily Watch 08 Januari 2018
January 08, 2018 09:24

Highlights:

Danareksa government bonds yield index was down 3.04bps from 6.067% to 6.037%

Emerging-market assets extended last year’s winning streak to the first week of 2018 as a weak dollar, low yields and optimism over global growth boosted demand for developing-nation stocks and bonds. The MSCI Emerging Markets Index of equities climbed 3.7% last week, its best performance since July, while the MSCI Emerging Markets Currency Index gained 0.9%. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR27.84 trillion, and it was dominated by long term (> 15 years). It was lower than the previous day transaction of IDR40.51 trillion but it was higher than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR681.83 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR470.09 billion but it was lower than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR strengthened 0.04% against USD from 13,422 to 13,416 whilst JCI climbed up 0.98% from 6,292 to 6,354.

FR0064 yield decreased by 3.00bps from 6.089% to 6.059% while RI0126 yield decreased by -3.1bps from 3.526% to 3.495%.

Brent fell from 68.35 to 68.08 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price dropped from 62.01 to 61.44 USD per barrel.

Highlights:

Danareksa government bonds yield index menurun 3.04bps dari 6.067% menjadi 6.037%

Aset negara berkembang memperpanjang kenaikan beruntun tahun lalu ke minggu pertama 2018 karena melemahnya dolar, rendahnya yield dan optimisme terhadap pertumbuhan global mendorong permintaan untuk saham dan obligasi negara berkembang. Indeks ekuitas MSCI Emerging Markets naik 3,7% minggu lalu, kinerja terbaiknya sejak Juli, sementara MSCI Emerging Markets Currency Index naik 0,9%. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp27.84 triliun, dan didominasi oleh long term (> 15 years). Angka ini mengalami penurunan dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp40.51 triliun namun lebih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp681.83 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut mengalami peningkatan dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp470.09 miliar namun lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.04% terhadap US Dollar, dari 13,422 menjadi 13,416 sedangkan IHSG meningkat 0.98% dari 6,292 menjadi 6,354.

FR0064 yield menurun by 3.00bps dari 6.089% menjadi 6.059% sementara itu yield RI0126 turun sebesar -3.1bps dari 3.526% menjadi 3.495%.

Harga brent menurun dari 68.35 menjadi 68.08 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot turun dari 62.01 menjadi 61.44 USD per barrel.