Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch
Daily Watch 05 Januari 2018
January 05, 2018 11:04

Highlights:

Danareksa government bonds yield index declined 7.05bps from 6.138% to 6.067%

South Korea’s biggest issuer of international bonds is looking to sell more debt in Swiss francs, part of a diversification drive as tensions on the Korean peninsula continue to percolate. Export-Import Bank of Korea issued a 250 million franc ($256 million) note in June. The bank is interested in selling more franc denominated debt this year, Treasurer Yoon Hee-sung said in an interview. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR40.51 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was higher than the previous day transaction of IDR29.13 trillion and it was higher than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR470.09 billion, mostly short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR819.20 billion and it was lower than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR strengthened 0.02% against USD from 13,475 to 13,472 whilst JCI stabled 0.00% from 6,251 to 6,251.

FR0064 yield was down by 16.30bps from 6.252% to 6.089% while RI0126 yield fell by -0.7bps from 3.522% to 3.515%.

Brent dropped from 68.26 to 68.18 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price stabled from 61.63 to 61.63 USD per barrel.

 

Highlights:

Danareksa government bonds yield index menurun 7.05bps dari 6.138% menjadi 6.067%

Penerbit internasional obligasi terbesar di Korea Selatan akan menjual lebih banyak debt dalam Swiss Francs, sebagai bagian dari diversifikasi karena ketegangan di semenanjung Korea terus menguat. Bank Ekspor-Impor Korea mengeluarkan 250 juta franc ($ 256 juta) pada bulan Juni. Bank tersebut tertarik untuk menjual lebih banyak dalam mata uang franc tahun ini, kata Bendahara Yoon Hee-sung dalam sebuah wawancara. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp40.51 triliun, dan didominasi oleh medium term (5-15 years). Angka ini meningkat dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp29.13 triliun namun lebih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp470.09 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut menurun dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp819.20 miliar namun lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.02% terhadap US Dollar, dari 13,475 menjadi 13,472 sedangkan IHSG stabil 0.00% dari 6,251 menjadi 6,251.

FR0064 yield menurun by 16.30bps dari 6.252% menjadi 6.089% sementara itu yield RI0126 menurun sebesar -0.7bps dari 3.522% menjadi 3.515%.

Harga brent mengalami penurunan dari 68.26 menjadi 68.18 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot stabil dari 61.63 menjadi 61.63 USD per barrel.