Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch
Daily Watch 04 Januari 2018
January 04, 2018 09:25

Highlights:

Danareksa government bonds yield index dropped 4.94bps from 6.186% to 6.137%

The yield spread between 10-year U.S. Treasuries and similar-maturity Treasury Inflation Protected Securities climbed above 2% points Tuesday, the first time since March that it’s exceeded the Federal Reserve’s target level for inflation. The breakeven rate remained subdued for much of 2017 as consumer price index data missed forecasts. Yet manufacturing indexes coming out this week from China to the U.K. suggest factories may need to boost prices as the global economy heats up. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR29.13 trillion, and it was dominated by long term (> 15 years). It was higher than the previous day transaction of IDR15.16 trillion and it was higher than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR819.20 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR521.30 billion and it was higher than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR strengthened 0.29% against USD from 13,514 to 13,475 whilst JCI dropped -1.38% from 6,339 to 6,251.

FR0064 yield dropped by 25.90bps from 6.511% to 6.252% while RI0126 yield was up by 0.9bps from 3.513% to 3.522%.

Brent rose from 66.69 to 68.26 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price was up from 60.37 to 61.63 USD per barrel.

Highlights:

Danareksa government bonds yield index turun 4.94bps dari 6.186% menjadi 6.137%

Selisih yield antara US Treasury 10 tahun dan Treasury Inflation Protected Securities 10-tahun meningkat di atas 2% poin pada hari Selasa, pertama kalinya sejak Maret bahwa hal itu melampaui tingkat target inflasi Federal Reserve. Breakeven rate tetap rendah untuk sebagian besar tahun 2017 karena data indeks harga konsumen tidak sesuai perkiraan. Namun, indeks manufakturing yang keluar minggu ini dari China hingga Inggris membuat pabrik mungkin perlu menaikkan harga seiring ekonomi global yang memanas. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp29.13 triliun, dan didominasi oleh long term (> 15 years). Angka ini naik dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp15.16 triliun namun lebih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp819.20 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut naik dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp521.30 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.29% terhadap US Dollar, dari 13,514 menjadi 13,475 sedangkan IHSG menurun -1.38% dari 6,339 menjadi 6,251.

FR0064 yield turun by 25.90bps dari 6.511% menjadi 6.252% sementara itu yield RI0126 mengalami peningkatan sebesar 0.9bps dari 3.513% menjadi 3.522%.

Harga brent naik dari 66.69 menjadi 68.26 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot mengalami peningkatan dari 60.37 menjadi 61.63 USD per barrel.