Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch
Daily Watch 03 Januari 2018
January 04, 2018 07:29

Highlights:

Danareksa government bonds yield index fell 3.12bps from 6.219% to 6.188%

The yield spread between 10-year U.S. Treasuries and similar-maturity Treasury Inflation Protected Securities climbed above 2% points Tuesday, the first time since March that it’s exceeded the Federal Reserve’s target level for inflation. The breakeven rate remained subdued for much of 2017 as consumer price index data missed forecasts. Yet manufacturing indexes coming out this week from China to the U.K. suggest factories may need to boost prices as the global economy heats up. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR15.16 trillion, and it was dominated by short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR10.01 trillion and it was higher than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR521.30 billion, mostly short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR794.25 billion and it was lower than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR strengthened 0.30% against USD from 13,555 to 13,514 whilst JCI decreased -0.26% from 6,356 to 6,339.

FR0059 yield decreased by 2.10bps from 6.290% to 6.269% while RI250115 yield decreased by -1.0bps from 3.508% to 3.498%.

Brent fell from 66.82 to 66.69 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price was down from 60.42 to 60.37 USD per barrel.

Highlights:

Danareksa government bonds yield index turun 3.12bps dari 6.219% menjadi 6.188%

Selisih yield antara US Treasury 10 tahun dan Treasury Inflation Protected Securities 10-tahun meningkat di atas 2% poin pada hari Selasa, pertama kalinya sejak Maret bahwa hal itu melampaui tingkat target inflasi Federal Reserve. Breakeven rate tetap rendah untuk sebagian besar tahun 2017 karena data indeks harga konsumen tidak sesuai perkiraan. Namun, indeks manufakturing yang keluar minggu ini dari China hingga Inggris membuat pabrik mungkin perlu menaikkan harga seiring ekonomi global yang memanas. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp15.16 triliun, dan didominasi oleh short term (< 5 years). Angka ini naik dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp10.01 triliun namun lebih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp521.30 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut turun dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp794.25 miliar namun lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.30% terhadap US Dollar, dari 13,555 menjadi 13,514 sedangkan IHSG mengalami penurunan -0.26% dari 6,356 menjadi 6,339.

FR0059 yield menurun by 2.10bps dari 6.290% menjadi 6.269% sementara itu yield RI250115 menurun sebesar -1.0bps dari 3.508% menjadi 3.498%.

Harga brent mengalami penurunan dari 66.82 menjadi 66.69 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot turun dari 60.42 menjadi 60.37 USD per barrel.