Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Market Data
Preview IHSG 03 Januari 2018
January 03, 2018 07:59

Sempat mencetak level tertinggi baru pada awal perdagangan, IHSG justru ditutup terkoreksi 0,26 persen kelevel 6.339,24. Sementara itu, bursa Asia cenderung berakhir variatif, dengan sejumlah informasi ekonomi terbaru masuk kepasar regional.

BPS mengumumkan laju inflasi Desember 2017 sebesar 0,71% mom (+3,61% yoy). Faktor musiman hari raya Natal dan Tahun Baru, serta permulaan musim paceklik mendorong naiknya tekanan harga, khususnya bahan pangan dan makanan. Kenaikan terbesar terjadi pada kelompok bahan pangan (+2,26% mom), diikuti kelompok transportasi (+0,75% mom), makanan jadi (+0,30% mom), kesehatan (+0,18% mom), perumahan (+0,17% mom), sandang (+0,13% mom), dan pendidikan (+0,07% mom).

Dari regional, indikator manufaktur resmi Tiongkok-NBS Manufacturing PMI bulan Desember 2017 turun kelevel 51,6 dari bulan sebelumnya 51,8. Ekspansi aktivitas manufaktur Tiongkok melambat diakhir tahun, menyusul lambatnya pertumbuhan pesanan baru yang diterima pabrikan dan output produksi.

Sementara itu, bursa AS menghijau diperdagangan awal tahun ini. Indeks saham Dow Jones (+0,42%) dan S&P 500 (+0,83%) menanjak masing-masing kelevel 24.824,01 dan 2.695,81. UU reformasi pajak yang memangkas tingkat pajak perusahaan dari 35 persen menjadi 21 persen, mendorong sentimen positif dipasar. Sejumlah perusahaan AS diberitakan akan membagikan bonus bagi para pegawai dan tenaga kerjanya.

Dari sisi ekonomi AS, indikator IHS Markit Manufacturing PMI bulan Desember naik kelevel 55,1 dari level bulan sebelumnya 53,9. Ekspansi aktivitas sektor manufaktur AS didorong akselerasi pesanan baru yang diterima pabrikan, output produksi, dan serapan tenaga kerja oleh pabrikan. PMI Desember 2017, menjadi yang tertinggi sejak Maret 2015.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka menguat. Harga minyak Brent (WTI) naik kelevel US$ 66,57 (US$ 60,42) perbarel, dan harga emas menguat kelevel US$ 1.322,0/troy ounce.