Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Market Data
Preview IHSG 18 Desember 2017
December 18, 2017 07:31

Bursa Asia menutup pekan lalu dengan koreksi. IHSG sendiri hanya berhasil naik tipis 0,09 persen kelevel 6.119,42. Pelemahan ini mengekor koreksi yang terjadi dibursa AS sehari sebelumnya. Sejumlah rilis ekonomi domestik dan regional masuk kepasar pada pekan silam.

Kinerja perdagangan luar negeri Indonesia kembali meningkat dibulan November 2017. Nilai ekspor (+0,26% mom, +13,2% yoy) dan impor (+6,4% mom, +19,2% yoy) masing-masing mencapai US$ 15,3 miliar dan US$ 15,1 miliar. Pertumbuhan impor melebihi ekspor membawa surplus perdagangan menyusut menjadi US$ 127,2 juta, lebih rendah dari bulan sebelumnya US$ 1,0 miliar. Sepanjang periode Januari-November, surplus perdagangan Indonesia telah mencapai US$ 12,0 miliar, diatas periode yang sama tahun lalu US$ 8,4 miliar.

Indikator sentimen pebisnis Jepang-Tankan Index of Sentiment naik dari level 22 pada Q3 2017, menjadi level 25 pada Q4 2017. Optimisme para pebisnis ini mencapai level tertinggi dalam 11 tahun.

Sementara itu, bursa AS menghijau diperdagangan Jumat lalu. Indeks saham Dow Jones (+0,58%) dan S&P 500 (+0,90%) masing-masing mencapai level 24.651,74 dan 2.675,81. Ekspektasi investor akan lolosnya RUU reformasi pajak mendorong indeks saham bergerak positif. Voting untuk RUU ini diperkirakan akan berlangsung minggu ini. Dalam rancangan tersebut, pajak perusahaan akan dipangkas dari 35 persen menjadi 21 persen.

Dari sisi ekonomi AS, output industri tumbuh sedikit dibawah ekspektasi pasar. Dibulan November, output industri naik 0,2 persen mom, menyusul pertumbuhan 1,2 persen mom dibulan sebelumnya. Konsensus pasar memprediksi pertumbuhan sebesar 0,3 persen mom. Sektor manufaktur mencetak pertumbuhan selama 3 bulan berturut turut.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka menguat. Harga minyak Brent (WTI) naik kelevel US$ 63,31 (US$ 57,40) perbarel, dan harga emas melemah kelevel US$ 1.256,80/troy ounce.