Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Market Data
Preview IHSG 23 November 2017
November 23, 2017 08:01

IHSG terdongkrak 0,63 persen kelevel 6.069,79 bersama dengan bursa Asia lain yang juga menghijau. Aksi beli investor mendukung kenaikan pasar jelang musim belanja di AS bulan ini (Black Friday).

Sementara itu, bursa AS melemah pada perdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (-0,27%) dan S&P 500 (-0,08%) masing-masing bergerak kelevel 23.526,18 dan 2.597,08. Kekhawatiran otoritas moneter terhadap akselerasi naiknya harga aset dan risiko dipasar keuangan, menjadi sentimen negatif yang menekan pasar.

Dari sisi ekonomi AS, pesanan produk tahan lama (durable goods orders) yang diterima pabrikan turun 1,2 persen mom dibulan Oktober, atau lebih rendah dari ekspektasi pasar yaitu tumbuh 0,3 persen. Penurunan terbesar terjadi pada produk-produk transportasi seperti pesawat terbang. Disektor tenaga kerja, klaim tunjangan pengangguran mingguan (per 18 November 2017) turun sebesar 13 ribu aplikasi menjadi 239 ribu aplikasi. Rerata 4 mingguannya mencapai 239.750 aplikasi, atau lebih tinggi 1.250 aplikasi dari minggu sebelumnya.

Notulensi FOMC 31 Oktober-1 November 2017 menyatakan bahwa pasca bencana badai yang melanda AS, aktivitas ekonomi AS tetap ekspansif, perkembangan pasar tenaga kerja, belanja konsumen dan manufaktur tumbuh solid. Kekhawatiran laju inflasi yang lebih rendah dari proyeksi sebelumnya, diperkirakan bersifat sementara. Hal ini mendorong makin besarnya kemungkinan kenaikan suku bunga FFR pada FOMC Desember mendatang.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka melemah. Harga minyak Brent (WTI) turun kelevel US$ 63,32 (US$ 57,98) perbarel, dan harga emas terkoreksi kelevel US$ 1.290,70/troy ounce.