Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Market Data
Preview IHSG 10 Agustus 2017
August 10, 2017 08:22

Pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG berhasil mencetak kenaikan ditengah bursa Asia lain yang memerah. IHSG melonjak 0,23 persen kelevel 5.824,01. Ditengah sentimen negatif memanasnya geopolitik di Semenanjung Korea, para investor mencermati rilis data regional seperti data inflasi Tiongkok.

Laju inflasi Tiongkok melambat dibulan Juli 2017. Harga barang dan jasa ditingkat konsumen naik 0,1 persen secara bulanan, menyusul penurunan 0,2 persen mom dibulan sebelumnya. Secara tahunan, inflasi melambat dari 1,5 persen yoy menjadi 1,4 persen yoy. Tingkat harga pada komponen makanan menurun, sementara kenaikan harga dikomponen non makanan melambat.

Bursa AS kembali mengalami tekanan diperdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (-0,17%) dan S&P 500 (-0,04%) masing-masing bergerak kelevel 22.048,70 dan 2.474,02. Ancaman keras Presiden Trump yang dibalas dengan pernyataan rencana serangan Korea Utara ke Guam, menjadi salah satu pendorong pasar melemah.

Dari ekonomi AS, tingkat produktivitas tenaga kerja sektor non pertanian (output perjam tiap tenaga kerja) tumbuh 0,9 persen sepanjang kuartal kedua 2017, atau diatas ekspektasi pasar sebesar 0,7 persen dan kuartal sebelumnya sebesar 0,1 persen.

Rilis terbaru regional hari ini datang dari Jepang. Indikator belanja modal perusahaan bulan Juni-Japan core machinery orders turun 1,9 persen mom, menyusul penurunan 3,6 persen dibulan sebelumnya. Penurunan ini terjadi dalam 3 bulan berturut-turut, yang disebabkan melemahnya pesanan disektor manfaktur.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka bervariasi. Harga minyak Brent (WTI) naik kelevel US$ 52,76 (US$ 49,62) perbarel, dan harga emas menguat kelevel US$ 1.280,90/troy ounce.