Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Market Data
Preview IHSG 15 Juni 2017
June 15, 2017 07:44

IHSG dan bursa Asia kembali kompak menguat diperdagangan kemarin. IHSG naik 1,49 persen kelevel 5.792,90. Sentimen positif datang dari rilis sejumlah data industri Tiongkok. Output industri Tiongkok tumbuh 6,5 persen yoy, stabil seperti bulan sebelumnya. Hal senada juga terjadi pada penjualan retail yang tumbuh 10,7 persen yoy. Sementara itu, investasi aset tetap yang menjadi proksi belanja modal jangka panjang, meningkat 8,6 persen dalam kurun Januari-Mei 2017.

Sementara itu, bursa AS ditutup bervariasi pada perdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (+0,22%) dan S&P 500 (-0,10%) masing-masing bergerak kelevel 21.374,56 dan 2.437,92. Keputusan The Fed dan rilis sejumlah indikator ekonomi AS, menjadi sentimen utama penggerak pasar.

Dari sisi ekonomi AS, FOMC 13-14 Juni 2017 memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan FFR sebesar 25 bps menjadi 1-1,25%, atau sesuai dengan ekspektasi pasar. Kebijakan ini diambil dengan pertimbangan kondisi pasar tenaga kerja AS yang makin solid, dan pergerakan laju inflasi yang diprediksi mencapai target 2 persen dalam jangka menengah. The Fed juga merilis revisi proyeksi ekonomi AS diantaranya yaitu median GDP sebesar 2,2 persen (2017), 2,1 persen (2018), dan 1,9 persen (2019). Untuk periode yang sama, tingkat pengangguran masing-masing diproyeksi mencapai 4,3 persen, 4,2 persen, 4,2 persen. Tingkat PCE inflation masing-masing diprediksi mencapai 1,6 persen, 2,0 persen, dan 2,0 persen. Rentang suku bunga acuan diproyeksi mencapai 1,1 persen – 1,6 persen hingga akhir 2017, yang mengindikasikan adanya kenaikan FFR lanjutan, setidaknya 1 kali ditahun ini.

Harga barang dan jasa ditingkat konsumen AS pada bulan Mei turun sebesar 0,1 persen mom, menyusul kenaikan 0,2 persen mom dibulan April. Secara tahunan, laju inflasi AS mencapai 1,9 persen yoy, melambat dari 2,2 persen dibulan sebelumnya. Harga komponen jasa, perumahan, transportasi, dan kesehatan cenderung melambat.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka variatif. Harga minyak Brent (WTI) turun kelevel US$ 46,88 (US$ 44,60) perbarel, dan harga emas melemah kelevel US$ 1.265,30/troy ounce.