Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Danareksa News
Danareksa Sasar Pasar Mahasiswa
January 07, 2015 09:11

SRIPOKU.COM, PALEMBANG  --  Danareksa Sekuritas Cabang Palembang di Jl Kapten A Rivai akan membuka stand di kampus-kampus Palembang untuk ekspansi pasar di kalangan mahasiswa. Ekspansi ini dilakukan karena untuk melakukan transaksi di pasar modal khususnya bermain saham tidak hanya bisa dilakukan di depan komputer melainkan juga dilakukan melalui gadget atau smartphone.

"Kami rasa pasar mahasiswa ini perlu dioptimalkan lagi. Selama ini juga banyak mahasiswa yang berinvestasi dan bermain di pasar modal khususnya saham. Untuk tahap awal kami akan membuka stand di UIN Raden Fatah Palembang dan universitas lainnya sedang dalam tahap pembicaraan.
Dalam stand ini nanti akan dikenalkan produk yang Danareksa seperti Saham, Reksadana, Obligasi. Obligasi sendiri terdiri dari Obligasi Pemerintah yang terdiri dari Sukuk, Obligasi Danareksa Ritel (ORI) dan SBN, juga Obligasi Perusahaan," ujar Reny Rachmawaty, D'one Trading Advisor didampingi M Taufik, Done Trading Advisor, Selasa (6/1).

Menurut Reny, pemain pasar modal di Palembang barus sekitar 10 persen, jadi potensi pasar di Palembang masih sangat besar. Hal ini dipicu karena masih minimnya pengetahuan masyarakat mengenai pasar modal, untuk itu Danareksa Cabang Palembang gencar melakukan edukasi dan sosialisasi terhadap masyarakat.
"Penetrasi masyarakat terhadap pasar modal masih sekitar di bawah 10 persen, maka dari itu kita sosialisasi dan edukasi ke perusahaan, mahasiswa dengan membuka galeri di universitas yakni UIN Raden Fatah Palembang pada tahun ini, dan ibu rumah tangga agar bisa mengolah dananya sendiri misalnya ke Reksandana," ujarnya.

Investasi Reksadana ini cukup terjangkau mulai Rp 500 ribu, sementara Obligasi minimal Rp 5 juta. Sementara itu untuk segmen pasar saham sendiri biasanya diminati oleh mahasiswa, pengusaha, profesi, pegawai negeri, dengan minimal Rp 10 juta sudah bisa beli saham.

"Nasabah Danareksa cabang Palembang saat ini sudah mencapai 1600 nasabah. Dari jumlah tersebut terlihat masih sangat potensial," ujarnya. Sementara itu, pada 2015 potensi pasar modal masih bagus dan berpengaruh juga pada pemerintahan baru saat ini, pihaknya optimis akan ada perkembangan lebih gemilang terutama sektor konstruksi dan transportasi. Pihaknya memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kedepannya mencapai di level 6000, dari hari ini (kemarin) dilevel 5174. Meskipun ada Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 ini tidak menjadi tantangan berarti karena didukung oleh pemerintah yang baru. - Sriwijaya Post