Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Weekly Update
Weekly Report - History (Finally) Repeats Itself
December 17, 2014 09:27

Foreign outflow yang terjadi di pasar obligasi Pemerintah sejak awal Desember 2014 diiringi oleh peningkatan yield. Selain itu, tekanan jual dari investor asing juga memicu pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS. Kepemilikan asing di obligasi Pemerintah berdenominasi Rupiah mengalami penurunan sebesar IDR12,2 triliun dari IDR481,2 triliun pada akhir November menjadi IDR469 triliun pada 15 Desember 2014. Dan selama periode yang sama, yield indeks obligasi Pemerintah mengalami peningkatan sebesar 60bps. 

Di sisi lain, kepemilikan Bank Indonesia di obligasi Pemerintah justru berada dalam tren yang meningkat Desember 2014. Per 15 Desember 2014, kepemilikan Bank Indonesia (tidak termasuk Reverse Repo) meningkat IDR15,4 triliun dari IDR380 miliar menjadi IDR15,83 triliun. BI biasanya meningkatkan kepemilikan mereka di IDR SBN untuk meningkatkan likuiditas Rupiah di sistem ketika tingkat likuiditas yang tinggi diperlukan, seperti saat period Bulan Puasa atau Hari Raya Idul Fitri. 

Tekanan jual oleh investor asing dan penambahan supply Rupiah oleh BI berkontribusi dalam pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS (USD). Per 15 Desember 2014, nilai tukar Rupiah terhadap USD melemah 3,37% menjadi IDR12.714 per USD, sekaligus mencatatkan level tertinggi sejak September 1998. Dengan demand untuk safe haven dari pasar keuangan global yang masih cukup besar (tercermin dari penurunan yield UST), sell off dari investor asing dan pelemahan USDIDR diperkirakan masih akan berlanjut.