Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Reksadana
DANAREKSA MAWAR KONSUMER 10: IT’S TIME NOW
April 10, 2014 09:26

Pertumbuhan IHSG sepanjang tahun 2014 hingga per 26 Maret 2013, telah mencapai 10,62% (YTD). Hal ini masih sejalan dengan prediksi beberapa analis yang mengestimasikan IHSG  selama tahun 2014 akan tumbuh sebesar 15-20%.

Penguatan ini juga tidak lepas dari pengaruh imbas positif, baik dari luar maupun dari dalam. Walaupun pengurangan stimulus keuangan Amerika Serikat (AS) terus berjalan, namun langkah ini dianggap sejalan dengan recovery ekonomi negara tersebut. Indikator  ekonomi AS yang memang menunjukkan sedang menuju ke arah recovery mendorong tingkat kepercayaan investor global lebih kuat untuk menginvestasikan dananya ke berbagai target investasi di dunia, termasuk ke Indonesia.

Dari dalam negeri sendiri, penguatan pasar modal memang sudah diprediksikan sejak awal tahun. Berbagai faktor positif menjadi pertimbangan di tahun 2014 ini. Masa Pemilu sendiri sudah tercatat secara historis akan mengangkat berbagai aktifitas bisnis yang pada gilirannya jelas akan mendorong kenaikan indeks.

Kementerian Keuangan optimistis defisit transasti berjalan di akhir tahun 2014 ini akan berada di kisaran 2,5% dari PDB (vs. 3,26% di akhir 2013). Secara umum, Indonesia masih  menggantungkan pertumbuhan ekonomi dari 3 hal yaitu : Konsumsi Masyarakat, Trade Balance dan Investasi. Dari ke-3 hal tersebut, maka Konsumsi Masyarakat memberikan kontribusi yang besar, sementara Trade Balance (Import & Export) dan Investasi memerlukan waktu. Namun dengan target Kementerian Keuangan diatas paling tidak memberikan rasa confident kepada investor bahwa pemerintah Indonesia memang siap bergerak on the right track.

Kenaikkan IHSG di Q1/2014 terutama ditopang oleh, antara lain, Sektor Konsumer, Keuangan, Properti, dan Infrastruktur karena fundamental ekonomi Indonesia menunjukkan perbaikan yang positif. Di pertengahan Maret 2014, IHSG bergerak rally dan sempat menyentuh hampir di level 4900 karena sektor Konsumer, Keuangan, Properti, dan Infrastruktur terus dikoleksi oleh investor karena dianggap masih sangat menarik. “Jokowi effect” secara tidak langsung juga memberikan kontribusi positif terhadap sektor-sektor tersebut dimana pada akhirnya juga mendorong confidence level konsumsi masyarakat. Pesta demokrasi Pemilu secara keseluruhan juga jelas akan memberikan kontribusi positif, khususnya bagi sektor konsumsi.

Laporan emiten di kuartal I ini yang akan dirilis juga dapat memberikan amunisi baru. Apabila laporan-laporan tersebut menunjukkan result yang baik, sudah tentu minat investor (termasuk investor asing) terhadap saham-saham segala lapisan akan terus menguat.

Melihat kondisi pasar yang cukup kondusif ini dengan poin-poin diatas, direkomendasikan bagi investor untuk melakukan diversifikasi portofolio Reksa Dana Sahamnya yang berorientasi di sektor konsumsi, dalam hal ini Danareksa Mawar Konsumer 10. Hal ini disebabkan karena sektor konsumsi ini masih memiliki peluang yang besar paling tidak hingga akhir tahun 2014 karena IHSG masih dalam tren bullish untuk jangka panjang. Oleh karena itu, saat ini merupakan saatnya untuk kesempatan untuk melakukan dollar cost averaging bagi investor sehingga tidak ketinggalan.

Dalam jangka pendek, pasar modal memang masih akan berfluktuatif. Akan tetapi dengan pengelolaan portofolio yang berorientasi pada sektor konsumsi dan strategi pemilihan saham secara selektif (selective buying), Danareksa Mawar Konsumer 10 ini dapat direkomendasi menjadi pilihan alternatif investasi sebagai satellite fund guna mendorong imbal hasil portofolio Reksa Dana secara keseluruhan agar lebih optimal.

Link: http://reksadana.danareksaonline.com/berita/artikel-dan-tips/danareksa-mawar-konsumer-10-its-time-now!.aspx