Berita Dan Riset Terbaru
IDX News
RALS Optimalkan Penjualan Online dan Pembukaan Gerai Baru
September 19, 2022

StockWatch (Jakarta) - PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) akan mengoptimalkan penjualan online, pembukaan gerai baru dan mempertahankan keberadaan gerai. Ini merupakan bagian dari strategi Perseroan pada 2022. Tidak itu saja. Perseroan juga akan merestrukturisasi penggunaan space, re-merchandising produk, melanjutkan konsep life-style mall dan pengendalian biaya secara ketat. Sejumlah strategi tersebut di atas akan terus dilakukan oleh manajemen Perseroan hingga akhir tahun ini di tengah melemahnya perekonomian dan daya beli masyarakat, kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN), kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif dasar listrik (TDL). Andreas Lesmana, Direktur RALS mengemukakan dalam materi paparan publik yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/9), pihaknya menganggarkan belanja modal tahun ini sebesar Rp300 miliar. ``Selama semester I 2022, kami telah merealisasikan belanja modal sebesar Rp148 miliar,`` katanya. RALS berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja positif sepanjang semester I 2022, baik dari sisi pendapatan maupun laba. Pendapatan bersih perseroan mencapai Rp1,86 triliun per Juni 2022. Capaian ini meningkat 8,11% jika dibandingkan Rp1,72 triliun per Juni 2021. Perinciannya, penjualan barang beli putus naik 5,72% menjadi Rp1,45 triliun. Komisi penjualan konsinyasi tumbuh 17,55% menjadi Rp407,56 triliun. Jika dilihat dari kontribusi pendapatan dari tiap wilayah, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara berkontribusi paling besar dengan nilai Rp1,22 triliun. Sementara pendapatan dari Sumatra mencapai Rp 318,57 triliun. Wilayah Kalimantan sebesar Rp 154,35 miliar, serta Sulawesi dan Papua mencapai Rp162,16 miliar. Per Juni 2022, laba komprehensif tahun berjalan RALS mencapai Rp288,45 miliar. Nilai ini melejit 107,69% dari Rp138,89 miliar per Juni 2021. Adapun aset RALS mencapai Rp5,07 triliun per 30 Juni 2022. Pada akhir Desember 2021, aset RALS sebesar Rp5,08 triliun. Sementara total ekuitas Perseroan naik 1,7%, dari Rp3,59 triliun per 31 Desember 2021 menjadi Rp3,65 triliun per 30 Juni 2022. (yan)