Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
IDX News
Juni 2020, Kalbe Farma Bukukan Pendapatan Rp 11,61 Triliun
August 03, 2020

StockWatch (Jakarta) - PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) membukukan pendapatan konsolidasi Rp 11,61 triliun pada semester pertama 2020, meningkat 3,8% dibandingkan Rp 11,18 triliun pada periode yang sama 2019. Menurut Bernadus Karmin Winata, Direktur Keuangan KLBF, sebesar 32,4% pendapatan KLBF per Juni 2020 dari Divisi Distribusi dan Logistik dengan nilai penjualan Rp3,76 triliun, tumbuh 10,1% dari Rp 3,41 triliun per Juni 2019. Adapun Divisi Produk Kesehatan meraih penjualan Rp 2,07 triliun, naik 6,6% dibandingkan Juni 2019, mencapai 17,9% terhadap total pendapatan konsolidasi KLBF. Penjualan bersih Divisi Nutrisi KLBF tercatat sebesar Rp 3,21 triliun pada semester pertama 2020, tumbuh 2,2% dari periode yang sama tahun sebelumnya dan menyumbang 27,7% terhadap pendapatan KLBF, sedangkan Divisi Obat Resep Perseroan dengan penjualan turun 4.2% menjadi Rp 2,57 triliun, mencapai 22,1% terhadap pendapatan per Juni 2020 KLBF. Dari pendapatan bersih di atas, KLBF meraih laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,39 triliun pada semester pertama 2020, meningkat 10,3% dibandingkan Rp 1,26 triliun per Juni 2019. “Pertumbuhan laba bersih yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan penjualan bersih terutama disebabkan oleh peningkatan efisiensi di biaya operasional, keuntungan selisih kurs dan tarif pajak yang lebih rendah,” ujar Bernadus dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (30/7). “Walaupun dampak Covid-19 terhadap makroekonomi Indonesia di kuartal kedua tahun 2020 cukup menantang, kami dapat mempertahankan pertumbuhan penjualan dan laba bersih yang positif dan stabil,” kata Bernadus. Menurut Bernadus, pihaknya akan terus menggabungkan strategi pengelolaan portofolio produk, mengelola efektivitas kegiatan penjualan dan pemasaran, melakukan transformasi pemanfaatan teknologi digital, serta memonitor biaya-biaya operasional lainnya untuk mempertahankan tingkat laba sebelum pajak penghasilan. Di dalam mendukung pemerintah dan masyarakat untuk dapat melawan dan melewati pandemik, sehingga perekonomian cepat pulih, KLBF menyediakan PCR test untuk rumah sakit rujukan pemerintah, uji klinis produk herbal Immunomodulator yaitu H2 (Health and Happiness) Cordyceps Militaris dan Fatigon Promuno serta melakukan uji klinis vaksin Covid-19 di Indonesia, bekerja sama dengan Perusahaan dari Korea Selatan, Genexine. Sebagai antisipasi atas pandemik Covid-19 yang mungkin akan berkepanjangan, menurut Bernadus, target pertumbuhan penjualan 2020 direvisi menjadi 4-6% dengan proyeksi pertumbuhan laba bersih antara 8-10%. Akan tetapi anggaran belanja modal sebesar Rp 1,0 triliun yang akan digunakan untuk perluasan kapasitas produksi dan distribusi dipertahankan. Rasio pembagian dividen dipertahankan antara 45-55% dari laba, dengan memperhatikan ketersediaan dana dan kebutuhan pendanaan internal. (*/ba)