Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
IDX News
Proyek LRT Dibayar, Arus Kas Adhi Karya Kembali Positif
April 16, 2018

StockWatch (Jakarta) - Arus kas PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) kembali positif pada triwulan I 2018, setelah menerima pembayaran tahap pertama untuk proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek). Hal itu disampaikan oleh Budi Harto, Direktur Utama ADHI, dalam keterangan pers usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan di Jakarta, Jumat (13/4). Menurut Budi, pada Maret 2018 Perseroan telah menerima pembayaran LRT Jabodebek Fase I dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebesar Rp3,42 triliun. Ditambah dengan pembayaran dari proyek lainnya, membuat posisi arus kas ADHI per Maret 2018 positif antara Rp100-200 miliar. Budi mengatakan, untuk pembayaran proyek LRT tahap kedua sebesar Rp1,5 triliun akan diterima sekitar bulan Mei 2018. Saat ini, proses evaluasi tengah dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Per 31 Desember 2017, arus kas ADHI tercatat negatif Rp3,22 triliun. Itu karena Perseroan harus mendanai dulu proyek LRT Jabodebek sekitar Rp5 triliun. Sampai dengan Maret 2018, ADHI telah mengucurkan dana Rp7 triliun untuk membiayai proyek LRT tersebut. Hingga Maret 2018, emiten jasa konstruksi itu mencatat perolehan kontrak baru sebesar Rp3 triliun, tumbuh 78,6% dibandingkan perolehan kontrak baru di bulan Februari sebesar Rp1,3 triliun. Kontrak ini didominasi oleh lini bisnis kontruksi dan energi yang mencapai 87,3%, properti sebesar 10% dan sisanya dari bisnis lainnya. Berdasarkan segmentasi sumber dana, realiasasi kontrak baru per Maret 2018 terdiri atas proyek pemerintah 5%, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) 48,6%, serta swasta dan lainnya sebesar 46,4%. Sementara itu, pemegang saham dalam RUPST ADHI Jumat pekan lalu, menyetujui usulan manajemen untuk membagikan dividen tunai tahun buku 2017 dengan jumlah total mencapai Rp103,082 miliar (Rp29,45/ saham). Itu setara dengan 20% dari laba Perseroan pada 2017 sebesar Rp515,41 miliar. Pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan direksi Perseroan. Susunan direksi ADHI setelah RUPST adalah Presiden Direktur Budi Harto, Direktur Operasi I Budi Saddewa, Direktur Operasi II Pundjung Setya Brata, Direktur Keuangan Entus Asnawi Mukhson, Direktur Sumber Daya Manusia Agus Karianto, dan Direktur Quality, Health, Safety and Environment dan Pengembangan. Adapun jajaran Dewan Komisaris Perseroan adalah Presiden Komisaris M Fadjroel Rachman, Komisaris Bobby A.A Nazief, Komisaris Wicipto Setiadi, Komisaris Rildo Ananda Anwar, Komisaris Independen Muchlis Rantoni Luddin dan Komisaris Independen Hironimus Hilapok. (daiz)