Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
IDX News
Triwulan I 2018, Penjualan Pemasaran Intiland Development Rp966 Miliar
April 16, 2018

StockWatch (Jakarta) - Penjualan pemasaran PT Intiland Development Tbk (DILD) mencapai Rp966 miliar pada triwulan I 2018, meningkat sekitar 309% dibandingkan Rp236 miliar pada triwulan I 2017. Archied Noto Pradono, Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi DILD, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (15/4), mengemukakan, perolehan penjualan pemasaran tersebut sebesar 29,3% dari target tahun ini senilai Rp3,3 triliun. Sebesar Rp753 miliar (78%) dari penjualan pemasaran tersebut dari proyek kondominium Fifty Seven Promenade. “Minat konsumen untuk membeli unit-unit kondominium Fifty Seven Promenade tetap tinggi. Total penjualan yang telah kami bukukan dari proyek ini mencapai Rp2,3 triliun,” ungkap Archied. Selain dari Fifty Seven Promenade, demikian Archied, proyek yang juga memberikan kontribusi cukup besar adalah apartemen 1Park Avenue di Jakarta Selatan. Segmen pengembangan kawasan perumahan menyumbang 10% terhadap total penjualan pemasaran DILD atau sekitar Rp98 miliar. Itu naik 44% dibandingkan perolehan pada triwulan I tahun 2017 sebesar Rp68 miliar. Adapun proyek mixed-use dan high rise mencatatkan pendapatan penjualan sebesar Rp823 miliar (85%), tumbuh 597% dari Rp118 miliar capaian di triwulan I 2017. ``Segmen pengembangan kawasan industri memberikan kontribusi cukup stabil bagi kinerja penjualan pemasaran Perseroan,`` papar Archied. Pada triwulan I 2018, kontribusi lahan industri yang berasal dari penjualan lahan di Ngoro Industrial Park, Mojokerto, Jawa Timur ini sebesar 5% terhadap total penjualan pemasaran dengan nilai sebesar Rp45 miliar. Jumlah tersebut menurun 10% dibandingkan penjualan pemasaran triwulan I 2017 yang mencapai Rp50 miliar. “Daya beli dan minat beli konsumen masih ada. Namun secara umum, pasar masih cenderung wait and see, menunggu momentum untuk kembali membaik. Kami perlu menyiapkan langkah-langkah strategi untuk mengantisipasi perubahan kondisi pasar dan minat konsumen,” kata Archied. Ditinjau dari lokasi pengembangannya, proyek-proyek yang berada di wilayah Jakarta dan sekitarnya memberikan kontribusi penjualan pemasaran sebesar Rp842 miliar (87%). Pengembangan proyek-proyek di wilayah Surabaya dan sekitarnya memberikan kontribusi penjualan pemasaran 13%, atau senilai Rp124 miliar. Selain dari pendapatan pengembangan (development income), Perseroan juga memiliki sumber pendapatan berulang (recurring income) yang berasal dari portofolio produk properti investasi. Sepanjang triwulan I 2018, DILD membukukan pendapatan berulang sebesar Rp135 miliar, naik 65% dibandingkan periode yang sama 2017 sebesar Rp82 miliar. (daiz)