Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
IDX News
Bank Danamon Bukukan Laba Rp3,7 Triliun pada 2017
February 13, 2018

StockWatch (Jakarta) - PT Bank Danamon Tbk (BDMN) membukukan laba sebesar Rp3,7 triliun pada 2017, naik sekitar 38% dibandingkan Rp2,67 triliun pada 2016. Itu antara lain ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga sebesar 3% menjadi Rp14,2 triliun tahun 2017 dari Rp13,8 triliun pada periode yang sama 2016. Selain itu, perolehan laba di atas juga didorong oleh penurunan biaya kredit yang mencapai 20% menjadi Rp3,5 triliun sepanjang tahun 2017, dibandingkan Rp4,4 triliun selama 2016. Sng Seow Wah, Direktur Utama BDMN, dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (12/2) menjelaskan, pertumbuhan laba Perseroan ikut dipicu oleh penurunan biaya dana, pengelolaan biaya operasional yang disiplin dan kualitas aset yang lebih baik. ``Pertumbuhan laba yang berkelanjutan ini adalah hasil dari upaya kami dalam melakukan diversifikasi sumber pendapatan, memperkuat layanan nasabah, serta penerapan solusi berbasis teknologi dan digital secara komprehensif,” ujarnya. Sng mengatakan, pada 2017 BDMN menyalurkan kredit sebesar Rp129,7 triliun, meningkat 2% dari Rp127,3 triliun pada 2016. Dari jumlah tersebut, kontribusi terbesar berasal dari kredit enterprise yang terdiri dari perbankan korporasi, komersial dan institusi keuangan, tumbuh 4% menjadi Rp37,6 triliun. Kredit di segmen Usaha Kecil dan Menengah (UKM) menempati posisi selanjutnya, dengan sumbangan mencapai Rp28,5 triliun, meningkat 10% dari tahun 2016. ``Sementara kredit consumer mortgage tumbuh 36% menjadi Rp6 triliun tahun 2017,`` tutur Sng. Seiring pertumbuhan kredit, manajemen BDMN berhasil menurunkan rasio kredit bermasalah (gross non-performing loans/NPL) dari 3,1% pada 2016 menjadi 2,8% pada 2017. Adapun rasio kredit terhadap total pendanaan (loan to funding ratio /LFR) BDMN, tercatat sebesar 93,3% selama tahun 2017. Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) Perseroan tercatat sebesar 23,2% pada 2017. ``Kalau CAR secara konsolidasian sebesar 22,1% tahun 2017,`` kata Sng. Dia menambahkan, BDMN membukukan peningkatan dana murah yang terdiri dari giro dan tabungan (current account saving account/CASA) sebesar 4% menjadi Rp50,5 triliun tahun 2017. Sedangkan rasio CASA tumbuh menjadi 48,3% pada 2017 dari 46,0% ditahun sebelumnya. ``Deposito menurun 5% menjadi Rp54,1 triliun melalui pelepasan dana mahal,`` tukas Sng. Pada periode Januari-Desember 2017, total aset BDMN tercatat sebesar Rp178,257 triliun. Itu naik 2% dibandingkan Rp174,437 triliun di periode Januari-Desember 2016. (daiz)