Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
IDX News
September 2017, Kontrak Baru Adhi Karya Rp30 Triliun
October 12, 2017

StockWatch (Jakarta) - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) hingga akhir September 2017 meraih kontrak baru sebesar Rp30 triliun, naik 11,9% dari Rp28,6 triliun per Agustus 2017. Kontrak baru ini, antara lain, proyek kereta ringan (LRT) Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi Fase I yang mencapai Rp19,7 triliun. Ki Syahgolang Permata, Sekretaris Perusahaan ADHI dalam keterangan tertulis yang disampaikan di Jakarta, Kamis (12/10) mengemukakan, sebesar 96,3% dari kontrak baru tersebut dari lini bisnis konstruksi dan energi, sedangkan 3,7% dari lini bisnis lainnya. Menurut Syahgolang, kontrak yang diperoleh ADHI pada September 2017 adalah jalan tol Pasuruan-Grati senilai Rp429,3 miliar, Air Baku Sambas, Kalimantan Barat Rp135,6 miliar, dan Pembanguan Penahan Tanah dan Dermaga IKD3, Belawan Rp131,1 miliar. Dilihat dari kategori sumber dana, demikian Syahgolang, sekitar 76,9% kontrak baru ADHI berasal dari proyek pemerintah yang menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara/Daerah (APBN/APBD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar 11,4%, sedangkan sisanya dari proyek perusahaan swasta dan lainnya 11,7%. Adapun perolehan kontrak baru berdasarkan tipe pekerjaan, menurut Syahgolang, terdiri atas proyek jalan, jembatan, dan LRT sebanyak 71,9%, gedung sebanyak 21,3%, dan proyek infrastruktur lainnya sebesar 26,7%. Untuk proyek LRT, jelas Syahgolang sampai saat ini perkembangan pelaksanaan pembangunan prasarana LRT telah mencapai 21,9%. Untuk jalur Cawang-Cibubur: perkembangan mencapai 40,4%, Cawang-Kuningan-Dukuh Atas 7,6% dan Cawang-Bekasi Timur 23,6%. “Pembangunan LRT wilayah Jabodebek direncanakanakan selesai pada tahun 2019,” ujarnya. ADHI mengerjakan proyek LRT berdasarkan Peraturan Presiden No. 98 /2015 beserta perubahannya. Proyek itu telah dikerjakan sejak September 2015 dengan nilai pekerjaan sebesar Rp21,7 triliun. (konrad)