Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
IDX News
IHSG Diperkirakan antara 5.335-5.475 Poin
September 29, 2016

StockWatch (Jakarta) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bergerak antara 5.335-5.475 poin pada perdagangan Kamis (29/9). Demikian dikemukakan oleh Reza Nugraha, analis MNC Securities, Jakarta, Rabu (28/9) petang. IHSG ditutup naik 5,733 poin (0,106%) menjadi 5.425,337 poin, Rabu (28/9). Kenaikan IHSG tersebut, didukung antara lain oleh peningkatan harga sejumlah saham emiten berkapitalisasi pasar di atas Rp200 triliun, yakni Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP), Astra International Tbk (ASII), dan Unilever Indonesia Tbk (UNVR). Untuk perdagangan Kamis, (29/9) Reza merekomendasikan “beli” saham Wijaya Karya (WIKA). Dalam jangka pendek, kata Reza, harga WIKA berpeluang naik ke level Rp2.950 per saham. Menurut Reza, investor boleh masuk membeli saham emiten jasa konstruksi tersebut sepanjang harganya mampu bertahan di Rp2.720 per unit. Pada perdagangan Rabu (28/9), harga WIKA ditutup naik Rp170 jadi Rp2.820 per saham. Selain itu, Reza juga merekomendasikan “beli” saham London Sumatra Indonesia (LSIP). Harganya masih berpotensi naik ke Rp1.610 per saham dalam jangka pendek. Reza mengatakan, jika mampu bertahan di Rp1.505 maka harga LSIP berpeluang naik ke Rp1.610 per unit. Rabu (28/9) harga LSIP ditutup turun Rp30 jadi Rp1.505 per saham. Saham Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJBR) dan Alam Sutera Realty (ASRI) juga dianjurkan ‘beli’ oleh Reza. Secara teknis, harga BJBR berpotensi naik ke Rp1.800 per saham. Menurut Reza, investor boleh masuk ke BJBR jika harganya bertahan di Rp1.625. Adapun harga ASRI berpeluang naik ke Rp490-Rp510. Rabu, (28/9) saham BJBR turun Rp5 jadi Rp1.635 dan ASRI turun Rp6 ke Rp476. (konrad)