Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
IDX News
Akhir Pekan, IHSG Diperkirakan antara 5.310-5.410 Poin
September 09, 2016

StockWatch (Jakarta) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bergerak antara 5.310-5.410 poin pada perdagangan Jumat (9/9). Demikian dikemukakan oleh Yuganur Wijanarko, analis HD Capital, Jakarta, Kamis (8/9) petang. IHSG ditutup turun 10,276 poin (0,191%) menjadi 5.371,078 poin, Kamis (8/9). Penurunan IHSG tersebut, disebabkan antara lain oleh kemerosotan harga saham sejumlah emiten berkapitalisasi pasar di atas Rp200 triliun, yakni Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), Bank Central Asia Tbk (BBCA), Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan Bank Mandiri Tbk (BMRI). Untuk perdagangan di akhir pekan ini, Jumat (9/9), Yuganur merekomendasikan “beli” saham Bank Mandiri (BMRI). Dalam jangka pendek, harga BMRI berpeluang naik ke Rp11.450 hingga Rp11.650 per saham. Menurut Yuganur, investor boleh masuk membeli saham BMRI sepanjang harganya bertahan di Rp11.175 per unit. Pada perdagangan, Kamis (8/9), harga saham BMRI ditutup turun Rp75 menjadi Rp11.200 per saham. Yuganur juga merekomendasikan “beli” saham Indofood Sukses Makmur (INDF). Secara teknis, kata Yuganur, harga INDF masih berpotensi naik ke Rp8.750-Rp9.000 per saham. Jika bertahan di level Rp8.400 maka saham emiten produk konsumen itu berpeluang naik ke Rp9.000. Kamis (8/9) harga INDF ditutup turun Rp100 menjadi Rp8.425 per saham. Saham London Sumatra Plantation (LSIP) dan Pakuwon Jati (PWON) juga direkomendasi “beli” oleh Yuganur. Secara teknis, harga LSIP berpotensi naik ke Rp1.650 per saham. Menurut Yuganur, investor boleh masuk ke LSIP jika harganya bertahan di atas Rp1.585. Adapun harga PWON berpeluang naik ke Rp680. Kamis, (8/9) harga LSIP turun Rp15 ke Rp1.585 dan PWON turun Rp5 ke Rp635 per saham. (konrad)