Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
IDX News
Penjualan 2016 Nippon Indosari Diperkirakan Tumbuh 20%
September 07, 2016

StockWatch (Jakarta) - Penjualan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) diperkirakan mencapai Rp2,608 triliun pada 2016. Perkiraan tersebut sebesar 20% lebih tinggi dari penjualan ROTI pada 2015 sebesar Rp2,174 triliun. Adapun laba 2016 ROTI diprediksi sebesar Rp275 miliar. Marlene Tanumihardja, analis Samuel Sekuritas dalam laporan riset yang dipublikasikan di Jakarta, Rabu (7/9) mengatakan, perkiraan tersebut didukung oleh peningkatan permintaan produk roti seiring daya beli masyarakat yang membaik. Selain itu, inflasi hingga Agustus 2016 yang terkendali di 2,79% berpotensi mendongkrak kinerja ROTI. Menurut Marlene, ROTI juga sangat diuntungkan oleh ketatnya persaingan di antara produsen tepung terigu. “Ke depan kami yakin ROTI mampu mendapatkan harga tepung terigu yang lebih menguntungkan,” katanya. Marlene mengingatkan, rendahnya harga bahan baku gandum dunia masih dapat berlanjut. Hal ini mengingat gencarnya volume produksi gandum dari negara-negara, seperti Turki, India, maupun Srilanka saat ini. Di sisi lain, papar Marlene, ROTI masih mampu meningkatkan utilisasi produksinya sampai 60% didukung oleh masih besarnya belanja modal yang belum terpakai. Hingga semester I 2016, lanjutnya, dari belanja modal sebesar Rp330 miliar, yang terpakai baru sekitar 35%. Ini membuka ruang bagi peningkatan utilisasi pabrik sehingga volume produksi dapat bertambah seiring penambahan kapasitas produksi terpasang. “Kami yakin ROTI mampu merealisasikan pertumbuhan penjualan 20% tahun ini,” ujarnya. Marlene merekomendasikan “beli” ROTI dengan target harga Rp2.000 per saham. Target tersebut, 26,18% lebih tinggi dibanding harga ROTI pada penutupan, Selasa (6/9) sebesar Rp1.585 per saham. Hingga pukul 9.43 WIB perdagangan sesi I, Rabu (7/9) harga ROTI tercatat Rp1.595 per unit, naik Rp10 dibanding penutupan sehari sebelumnya. (konrad)