Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
IDX News
Kamis, IHSG Diperkirakan Bergerak antara 5.100-5.200 Poin
July 14, 2016

StockWatch (Jakarta) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bergerak antara 5.100-5.200 poin pada perdagangan Kamis (14/7). Demikian dikemukakan oleh Reza Nugraha, analis MNC Securities Jakarta, Rabu (13/7) petang. IHSG ditutup naik 34,400 poin (0,675%) menjadi 5.133,933 poin, Rabu (13/7). Kenaikan IHSG tersebut, antara lain, didukung oleh peningkatan harga saham sejumlah emiten berkapitalisasi pasar di atas Rp200 triliun, yaitu Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP), Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), Unilever Indonesia Tbk (UNVR), Bank Central Asia Tbk (BBCA), Astra International Tbk (ASII) dan Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Untuk perdagangan Kamis (14/7), Reza merekomendasikan ‘beli’ saham Aneka Tambang Tbk (ANTM). Secara teknis, menurut Reza, harga saham ANTM masih berpotensi menguat hingga mencapai Rp1.000 per unit dalam jangka pendek. Reza menyarankan, investor membeli saham emiten pertambangan nikel ini jika harganya bertahan di atas Rp700 per unit. Pada perdagangan Rabu (13/7), harga saham ANTM ditutup menguat Rp35 menjadi Rp795 per unit. Saham Semen Baturaja TBk (SMBR) dan Adaro Energy (ADRO) juga layak dikoleksi investor. Menurut Reza, harga SMBR berpotensi naik ke Rp2.000 per unit dalam jangka menengah dan panjang. Saham SMBR boleh dibeli investor jika harganya turun ke level Rp695 per unit. Adapun saham ADRO, kata Reza, berpeluang naik ke Rp2.200 dalam jangka menengah. Pada transaksi Rabu, (13/7) saham SMBR ditutup naik Rp95 menjadi Rp775 per unit, sedangkan harga saham ADRO menguat Rp55 menjadi Rp1.025 per unit. Sementara saham Bekasi Fajar Industrial (BEST) juga direkomendasikan ‘beli’ dengan target harga Rp610 per unit dalam jangka menengah. Saham emiten properti ini, menurut Reza boleh dibeli investor sepanjang harganya bertahan di atas Rp280. Pada, Rabu (13/7) saham BEST ditutup naik Rp32 ke Rp302 per unit. Saham Waskita Karya (WSKT) juga dianjurkan ‘beli’ oleh Reza karena harganya berpeluang naik ke Rp3.100. Rabu, (13/7) saham emiten jasa konstruksi tersebut ditutup naik Rp40 jadi Rp2.590 per unit. (konrad)