Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
IDX News
Harga Perdana Asuransi Mitra Maparya Rp240-280 per Saham
December 20, 2013

StockWatch (Jakarta) - PT Asuransi Mitra Maparya (AMM) akan melaksanakan penawaran umum perdana saham (PUPS). Pada masa penawaran awal, saham AMM bernominal Rp100 per unit ditawarkan Rp240-280 per saham. Joseph D. Angkasa, Direktur Utama AMM mengemukakan, pihakny berencana menjual 4 miliar saham AMM, setara dengan 29% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. ``Kami akan meraih tambahan modal maksimum Rp113 miliar,” ujarnya dalam konferensi pers usai rapat uji tuntas di Jakarta, Kamis (19/12). Ia menjelaskan, sekitar 65% dari dana PUPS yang dijamin oleh PT Kreshna Graha Sekurindo Tbk (KREN) itu akan digunakan untuk membiayai perluasan jaringan pemasaran, sebesar 15% untuk pengembangan teknologi informasi (TI), sekitar 10% untuk pengembangan sumber daya manusIa dan sisanya 10% untuk membiayai promosi dan pemasaran. Joseph optimistis, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat memberikan pernyataan efektif kepada perseroan terkait pelaksanaan tindakan korporasi ini pada 31 Desember 2013 agar saham perseroan bisa dicatatkan dan diperdagangkan di BEI pada 6 Januari 2014. Ia juga mengungkapkan, pendapatan premi perseroan hingga akhir 2013 ini ditargetkan sebesar Rp280 miliar, tumbuh 25% dibandingkan realisasi pendapatan premi pada 2012 sebesar Rp224 miliar. Pendapatan premi perseroan hingga akhir November 2013 tercatat sekitar Rp260 miliar, atau mencapai sekitar 92,86% dari target pendapatan premi setahun penuh 2013. “Sekitar 60% dari pendapatan premi tersebut, kami peroleh dari asuransi kendaraan bermotor, sisanya sebesar 18%-20% dari premi asuransi properti dan sekitar 15%-18% berasal dari premi asuransi kesehatan,” tukasnya. Menurut Joseph, perseroan mengalami penurunan laba per Juni 2013, karena banyaknya klaim yang harus dibayarkan. Per Juni 2013, laba perseroan turun signifikan menjadi Rp3,10 triliun dibandingkan periode yang sama pada 2012 sebesar Rp17 triliun. “Klaim yang tinggi terjadi pada asuransi kendaraan bermotor. Umumnya, itu karena pencurian kendaraan bermotor serta bencana banjir yang terjadi di Jakarta pada awal tahun ini,” tuturnya. (abr)