Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Info Pasar

Preview IHSG 22 Oktober 2018
October 22, 2018 08:22 WIB

IHSG turun tipis 0,14% kelevel 5.837,29 bersama dengan bursa Asia yang bervariasi. Publikasi ekonomi Tiongkok yang meleset dari ekspektasi pasar menjadi sentimen negatif dibursa. Akhir pekan lalu, Tiongkok merilis perkembangan sejumlah indikator ekonomi utama. Ekonomi Tiongkok Q3 2018 tumbuh 6,5% yoy, lebih lambat dibandingkan kuartal sebelumnya (+6,7% yoy) dan konsensus pasar (+6,6% yoy). Kinerja ini menjadi ekspansi ekonomi Tiongkok terendah sejak Q1 2009. Output industri tumbuh 5,8% yoy dibulan September 2018, menyusul kenaikan 6,1% dibulan sebelumnya dan lebih rendah dari estimasi pasar (+6,0%). Diperiode yang sama, penjualan retail tumbuh cepat (+9,2%) dari bulan sebelumnya (+9,0%) dan konsensus pasar (+9,0%).

Sementara itu, bursa AS cenderung bervariasi pada perdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (+0,26%) dan S&P 500 (-0,04%) masing-masing bergerak kelevel 25.444,34 dan 2.767,78. Publikasi informasi keuangan terbaru emiten menjadi penggerak utama pasar. Data FactSet menunjukkan bahwa dari 15 persen emiten S&P 500 yang telah merilis kinerjanya, sekitar 83 persen menunjukkan capaian sejalan dengan ekspektasi pasar.

Dari sisi ekonomi AS, penjualan stok rumah (existing home sales) dibulan September menurun 3,4% menjadi 5,15 juta unit, menyusul penurunan 0,2% dibulan sebelumnya, dan lebih buruk dari prediksi pasar sebesar -0,7%.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka melemah. Harga minyak Brent (WTI) turun kelevel US$ 79,74 (US$ 69,14) perbarel, dan harga emas menguat kelevel US$ 1.232,30/troy ounce.

Download artikel selengkapnya (677.26 Kb)


Preview IHSG 19 Oktober 2018
October 19, 2018 08:02 WIB

Rilis notulensi FOMC September 2018 dan koreksi indeks saham AS sebelumnya, direspon negatif bursa regional pada perdagangan kemarin. IHSG melemah 0,40 persen kelevel 5.845,24. Rilis laporan keuangan emiten masih menjadi penopang laju indeks.

Publikasi ekonomi terbaru yang masuk kepasar regional dating dari Jepang. Nilai ekspor (-1,2% yoy) dan impor (+7,0% yoy) Jepang dibulan September, masing-masing mencapai JPY 6,73 triliun dan JPY 6,59 triliun, membawa surplus perdagangan turun menjadi JPY 140 miliar (vs konsensus-defisit JPY 50 miliar). Disisi lain, harga barang dan jasa ditingkat konsumen Jepang pada bulan September cenderung stagnan (+0,0% mom) dibandingkan bulan sebelumnya, yang mendorong laju inflasi tahunan melambat dari 1,3% yoy menjadi 1,2% yoy.

Sementara itu, bursa AS kembali terkoreksi pada perdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (-1,27%) dan S&P 500 (-1,44%) masing-masing bergerak kelevel 25.379,45 dan 2.768,78. Melemahnya saham-saham teknologi, menyeret turun pergerakan bursa.

Dari sisi ekonomi AS, klaim tunjangan pengangguran mingguan (per 13 Oktober) turun sebesar 5 ribu aplikasi menjadi 210 ribu aplikasi. Rerata 4 mingguannya meningkat 2 ribu aplikasi menjadi 211.750 aplikasi. Selanjutnya, indikator ekonomi saat ini (CEI) dan prospek ekonomi (LEI) AS terbitan The Conference Board dibulan September 2018, masing-masing tumbuh 0,1% dan 0,5% kelevel 104,4 dan 111,8. Kedua indikator tersebut mengonfirmasi ekonomi AS yang saat ini tumbuh ekspansif dan berlanjut dalam 6-12 bulan mendatang.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka melemah. Harga minyak Brent (WTI) naik kelevel US$ 79,56 (US$ 68,85) perbarel, dan harga emas melemah kelevel US$ 1.228,80/troy ounce.

Download artikel selengkapnya (674.57 Kb)


Preview IHSG 18 Oktober 2018
October 18, 2018 08:16 WIB

Bursa Asia melanjutkan tren penguatannya pada perdagangan kemarin. IHSG yang terkerek sejak awal perdagangan, akhirnya ditutup naik 1,17 persen kelevel 5.868,62, bersama dengan nilai tukar Rupiah yang terapresiasi.

Sementara itu, bursa AS terkoreksi pada perdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (-0,36%) dan S&P 500 (-0,03%) masing-masing bergerak kelevel 25.706,68 dan 2.809,21. Pergerakan indeks cenderung volatil, seiring rilis hasil rapat moneter The Fed dibulan September lalu. Publikasi laporan keuangan emiten Q3 2018 gagal mendongkrak laju pasar.

Dari sisi ekonomi AS, notulensi FOMC September 2018 mengindikasikan bahwa The Fed masih akan meneruskan kenaikan FFR secara gradual kedepan, menyusul aktivitas ekonomi yang tumbuh kencang, pasar tenaga kerja yang makin solid, dan laju inflasi yang mendekati target The Fed. Selanjutnya disektor perumahan, pembangunan rumah baru (housing starts) dan penerbitan izin mendirikan bangunan (building permits) dibulan September, masing-masing menurun 5,2% mom (+3,7% yoy) dan 0,6% mom (-1,0% yoy) menjadi 1,201 juta unit dan 1,241 juta unit. Turunnya aktivitas pembangunan diwilayah selatan AS, disebabkan adanya badai Florence yang melanda North dan South Carolina.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka bervariasi. Harga minyak Brent (WTI) naik kelevel US$ 80,27 (US$ 69,91) perbarel, dan harga emas melemah kelevel US$ 1.226,00/troy ounce.


Download artikel selengkapnya (678.62 Kb)


 ClosingSuprt1Suprt2Resis1Resis2
GGRM66,42565,65064,92567,30068,225
ROTI1,4901,4731,4571,5031,517
SMCB1,0801,0471,0181,1021,128
BWPT228221217235245
BSDE2,0702,0301,9802,1102,140
BNLI685668642718742
TOTL715697683732753
Market Summary
IDX Index    5,840.44  3.14/0.05%
Opening Index 5,841.42
Lowest Index 5,827.63
Highest Index 5,869.65
   
Total Frequency 335,182
Total Volume 8,891,454,232
Total Value 5,995,169,621,719

*Last Update 22-Oct-2018 16:15:02 WIB

Stock Code Last Price Change Change %
GGRM 80,025 1,550 1.98 %
UNIC 3,930 530 15.59 %
LPGI 4,050 500 14.08 %
ITMG 25,350 400 1.60 %
RDTX 5,675 375 7.08 %
IBST 6,075 375 6.58 %
TCPI 4,700 350 8.05 %
TKIM 11,800 325 2.83 %
Stock Code Last Price Change Change %
MAYA 7,275 -875 -10.74 %
LPPF 5,025 -600 -10.67 %
UNVR 44,475 -375 -0.84 %
INTP 16,600 -300 -1.78 %
BBCA 23,150 -225 -0.96 %
MKPI 21,300 -200 -0.93 %
TAMU 2,850 -200 -6.56 %
TBIG 5,200 -175 -3.26 %