Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Info Pasar

Preview IHSG 16 Agustus 2018
August 16, 2018 08:17 WIB

Meski diterpa tekanan jual, IHSG berhasil ditutup naik 0,81% kelevel 5.816,59 pada perdagangan kemarin. Sentimen pemicu pasar datang dari kebijakan terbaru BI dan rilis ekspor-impor Indonesia.

Kinerja perdagangan luar negeri Indonesia dibulan Juli 2018 kembali mencatat defisit. Nilai ekspor (+25,2% mom,+19,2% yoy) dan impor (+62,2% mom, 31,6% yoy) masing-masing mencapai US$ 16,2 miliar dan US$ 18,3 miliar, yang membawa defisit perdagangan melebar menjadi US$ 2,0 miliar. Nilai defisit Juli 2018 sendiri diatas median konsensus ekonom yaitu defisit US$ 625 juta. Sepanjang periode Januari-Juli 2018, defisit neraca perdagangan Indonesia mencapai US$ 3,1 miliar, jauh dibawah surplus perdagangan US$ 7,4 miliar diperiode yang sama tahun lalu.

Selanjutnya disektor moneter, RDG Bank Indonesia secara mengejutkan kembali menaikkan suku bunga acuan 7-day Reverse Repo Rate-7DRR sebesar 25 bps menjadi 5,50%, dengan suku bunga Deposit Facility dan Lending Facility juga meningkat sebesar 25 bps, masing-masing menjadi 4,75%, dan 6,25%. Kenaikan ini merupakan yang keempat sejak awal tahun 2018. Ditengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan volatilitas pasar keuangan global, kebijakan ini ditempuh guna mempertahankan keyakinan investor terhadap pasar domestik, mengendalikan defisit transaksi berjalan dalam batas aman, serta menekan volatilitas dan depresiasi Rupiah.

Sementara itu, bursa AS memerah pada perdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (-0,54%) dan S&P 500 (-0,76%) masing-masing bergerak kelevel 25.162,41 dan 2.818,37. Melemahnya saham-saham teknologi membuat indeks kembali lungsur.

Dari sisi ekonomi AS, penjualan retail bulan Juli 2018 tumbuh 0,5% mom (+6,4% yoy), lebih cepat dari bulan sebelumnya 0,2% mom (+6,1% yoy). Meningkatnya belanja pakaian dan kendaraan bermotor mendorong kenaikan penjualan.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka melemah. Harga minyak Brent (WTI) turun kelevel US$ 70,65 (US$ 64,74) perbarel, dan harga emas melemah kelevel US$ 1.175,00/troy ounce.

Download artikel selengkapnya (671.08 Kb)


Preview IHSG 15 Agustus 2018
August 15, 2018 08:10 WIB

Bursa saham Asia ditutup bervariasi pada perdagangan kemarin, sedangkan IHSG justru masih bergerak turun hingga 1,56 persen kelevel 5.769,87. Antisipasi kebijakan BI dan rilis kinerja ekspor-impor Indonesia diminggu ini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi gerak laju indeks.

Publikasi ekonomi terbaru yang masuk kebursa regional datang dari Tiongkok. Investasi aset tetap Tiongkok periode Januari-Juli 2018 tumbuh melambat dari 6% yoy menjadi 5,5% yoy. Output industri dibulan Juli 2018 tumbuh stabil dilevel 6% yoy seperti bulan sebelumnya, sementara penjualan retail melambat dari 9,0% yoy menjadi 8.8% yoy.

Sementara itu, bursa AS mulai membaik pada perdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (+0,45%) dan S&P 500 (+0,64%) masing-masing bergerak kelevel 25.299,92 dan 2.839,96. Penguatan nilai tukar Lira dan pulihnya sejumlah pasar Asia, menyebabkan kekhawatiran investor mulai mereda dan memicu akumulasi saham. Kenaikan saham-saham teknologi dan keuangan membantu menopang kinerja indeks.

Dari sisi ekonomi AS, persepsi pebisnis UKM-yang tergambar dalam NFIB Small Business Index, meningkat kelevel 107,9 dibulan Juli 2018 dari level 107,2 dibulan sebelumnya. Meningkatnya optimisme pebisnis terhadap prospek ekonomi kedepan, mendorong tingginya rencana ekspansi usaha dan serapan tenaga kerja dilapangan.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka melemah. Harga minyak Brent (WTI) turun kelevel US$ 72,09 (US$ 66,68) perbarel, dan harga emas melemah kelevel US$ 1.200,20/troy ounce.

Download artikel selengkapnya (676.09 Kb)


Preview IHSG 14 Agustus 2018
August 14, 2018 08:02 WIB

Koreksi tajam menyambangi pergerakan bursa saham Asia, dengan IHSG melemah hingga 3,55 persen kelevel 5.861,25 diperdagangan Senin kemarin. Tidak hanya bursa saham, tekanan juga melanda mayoritas mata uang dikawasan Asia. Sentimen negatif datang dari depresiasi nilai mata uang Turki Lira, yang menimbulkan kekhawatiran ancaman krisis ekonomi dan dampaknya kekawasan Eropa. Tekanan pada Lira mulai mereda, pasca bank sentral Turki melonggarkan likuiditas dipasar keuangan, dengan memangkas cadangan wajib perbankan sebesar 250 bps. Dari domestik, melebarnya defisit transaksi berjalan Q2 2018 menjadi 3,0 persen dari GDP dan antisipasi hasil RDG Bank Indonesia minggu ini turut menjadi pemicu pergerakan pasar.

Sementara itu, bursa AS masih melemah pada perdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (-0,50%) dan S&P 500 (-0,40%) masing-masing bergerak kelevel 25.187,70 dan 2.821,93. Sentimen negatif dari kemungkinan krisis keuangan di Turki juga membawa pasar AS tertekan. Tidak ada rilis indikator ekonomi AS yang masuk kepasar.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka bervariasi. Harga minyak Brent (WTI) naik kelevel US$ 72,81 (US$ 67,42) perbarel, dan harga emas menguat kelevel US$ 1.199,70/troy ounce.

Download artikel selengkapnya (678.02 Kb)


 ClosingSuprt1Suprt2Resis1Resis2
GGRM66,42565,65064,92567,30068,225
ROTI1,4901,4731,4571,5031,517
SMCB1,0801,0471,0181,1021,128
BWPT228221217235245
BSDE2,0702,0301,9802,1102,140
BNLI685668642718742
TOTL715697683732753
Market Summary
IDX Index    5,783.80  32.79/0.56%
Opening Index 5,788.06
Lowest Index 5,743.50
Highest Index 5,811.63
   
Total Frequency 444,272
Total Volume 8,464,905,702
Total Value 6,918,451,421,005

*Last Update 16-Aug-2018 16:15:00 WIB

Stock Code Last Price Change Change %
UNVR 42,525 1,725 4.23 %
INTP 14,425 600 4.34 %
SCCO 9,850 350 3.68 %
LPPF 6,425 300 4.90 %
GDYR 2,290 200 9.57 %
CPIN 4,770 200 4.38 %
TPIA 5,150 190 3.83 %
FILM 1,100 165 17.65 %
Stock Code Last Price Change Change %
UNTR 33,400 -600 -1.76 %
ITMG 26,175 -575 -2.15 %
TKIM 13,400 -575 -4.11 %
AALI 12,900 -400 -3.01 %
ABMM 1,820 -350 -16.13 %
MAPA 3,350 -320 -8.72 %
PNSE 960 -315 -24.71 %
BBNI 7,075 -300 -4.07 %