Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Info Pasar

Preview IHSG 16 Maret 2017
March 16, 2017 07:44 WIB

Bursa Asia ditutup bervariasi pada perdagangan kemarin, dengan IHSG menguat tipis 0,01 persen kelevel 5.432,38. Investor masih membatasi aksi perdagangan menantikan hasil FOMC meeting hari ini. Publikasi terbaru dari domestik antara lain kinerja ekspor impor Indonesia bulan Februari 2017. Nilai ekspor (-6,2% mom, +11,2% yoy) dan impor (-5,9% mom, +10,6% yoy) masing-masing mencapai US$ 12,6 miliar dan US$ 11,3 miliar, sehingga membawa neraca perdagangan Februari mencatat surplus sebesar US$ 1,3 miliar. Surplus perdagangan luar negeri ini sejalan dengan median konsensus ekonom sebesar US$ 1,3 miliar.

Sementara itu, bursa AS bergerak menanjak diperdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (+0,54%) dan S&P 500 (+0,84%) masing-masing mencapai level 20.950,10 dan 2.385,26. Pemicu pergerakan pasar datang dari menguatnya harga minyak global dan kenaikan bunga FFR yang sesuai dengan ekspektasi pasar.

FOMC meeting 14-15 Maret 2017 memutuskan untuk menaikkan target suku bunga acuan FFR sebesar 25 bps menjadi 0,75-1,0 persen. Kebijakan ini diambil menyusul perkembangan terkini ekspansi moderat ekonomi AS, pasar tenaga kerja yang makin solid, serta laju inflasi yang menuju target yang ditetapkan dalam jangka panjang (2 persen). Kenaikan suku bunga acuan diprediksi masih akan terjadi lagi sebanyak 2 kali seperti proyeksi Desember 2016 lalu. The Fed juga merilis proyeksi pertumbuhan ekonomi AS untuk 2017, 2018, dan 2019, masing-masing sebesar 2,1%, 2,1%, dan 1,9%. Tingkat pengangguran diproyeksi stabil pada level 4,5 persen untuk masing-masing periode. Untuk indikator laju inflasi (PCE inflation) diperkirakan mencapai 1,9% (2017), dan 2% (2018 & 2019).

Laju inflasi AS dibulan Februari 2017 mencapai 0,1 persen mom, melambat dibandingkan Januari sebesar 0,6 persen mom. Secara tahunan, tingkat inflasi tercatat sebesar 2,7 persen yoy, lebih cepat dari bulan sebelumnya sebesar 2,5 persen yoy. Inflasi tahunan Februari menjadi yang tertinggi sejak Maret 2012.

Penjualan retail AS tumbuh 0,1 persen mom (+5,7% yoy) dibulan Februari, setelah naik sebesar 0,6 persen mom (+6% yoy). Melambatnya penjualan retail disebabkan penjualan kendaraan bermotor, spare parts, dan perlengkapan elektronik rumah tangga yang lebih rendah.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka bervariasi. Harga minyak Brent (WTI) naik kelevel US$ 52,15 (US$ 49,15) perbarel, dan harga emas terkerek kelevel US$ 1.221,30/troy ounce.

Download artikel selengkapnya (407.30 Kb)


Preview IHSG 15 Maret 2017
March 15, 2017 07:54 WIB

Bursa Asia ditutup bervariasi dengan IHSG menguat 0,41 persen kelevel 5.431,59. Para investor cenderung membatasi aksi perdagangan jelang pertemuan The Fed minggu ini. Sejumlah publikasi ekonomi Tiongkok memeriahkan pergerakan pasar kemarin. Sepanjang periode Januari-Februari 2017, output industri dan investasi aset tetap Tiongkok masing-masing tumbuh 6,3 persen yoy dan 8,9 persen yoy, atau melebihi ekspektasi pasar sebesar 6,2 persen dan 8,1 persen. Sementara itu, penjualan retail Tiongkok meningkat 9,5 persen, lebih rendah dari prediksi pasar sebesar 10,5 persen.

Disisi lain, bursa AS terkoreksi diperdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (-0,21%) dan S&P 500 (-0,34%) masing-masing mencapai level 20.837,37 dan 2.364,45. Pemicu pergerakan pasar datang dari lungsurnya harga minyak global dan ekspektasi kenaikan bunga FFR pada FOMC meeting hari ini.

Dari sisi ekonomi AS, harga barang dan jasa akhir ditingkat produsen (producer price index) naik 0,3 persen mom (+2,2% yoy) dibulan Februari menyusul kenaikan 0,6 persen mom (+1,6% yoy) dibulan Januari dan 0,2 persen mom (+1,6% yoy) dibulan Desember 2016. Kenaikan tahunan dibulan Februari 2017 merupakan yang tertinggi sejak Maret 2012.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka melemah. Harga minyak Brent (WTI) naik kelevel US$ 51,48 (US$ 48,39) perbarel, dan harga emas turun kelevel US$ 1.199,40/troy ounce.

Download artikel selengkapnya (399.62 Kb)


Preview IHSG 14 Maret 2017
March 14, 2017 08:47 WIB

IHSG dan bursa Asia mengawali pekan ini dengan kenaikan. IHSG menguat 0,35 persen kelevel 5.409,37. Publikasi ekonomi regional terbaru datang dari Jepang. Indikator Japan’s core machinery orders dibulan Januari turun sebesar 3,2 persen mom (-8,2 % yoy), setelah tumbuh 2,1 persen mom dibulan sebelumnya. Penurunan ini tercatat lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 0,5 persen. Hal ini menjadi indikasi awal perlambatan belanja modal perusahaan Jepang dalam 6-9 bulan mendatang.

Disisi lain, bursa AS ditutup variatif diperdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (-0,10%) dan S&P 500 (+0,04%) masing-masing mencapai level 20.881,48 dan 2.373,47. Ditengah penantian hasil pertemuan The Fed, pelaku pasar memilih untuk menahan aksi perdagangan.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka bervariasi. Harga minyak Brent (WTI) melemah kelevel US$ 51,29 (US$ 48,32) perbarel, dan harga emas turun kelevel US$ 1.201,70/troy ounce.

Download artikel selengkapnya (398.58 Kb)


 ClosingSuprt1Suprt2Resis1Resis2
GGRM66,42565,65064,92567,30068,225
ROTI1,4901,4731,4571,5031,517
SMCB1,0801,0471,0181,1021,128
BWPT228221217235245
BSDE2,0702,0301,9802,1102,140
BNLI685668642718742
TOTL715697683732753
Market Summary
IDX Index    5,567.13  3.38/0.06%
Opening Index 5,565.62
Lowest Index 5,546.83
Highest Index 5,581.18
   
Total Frequency 170,892
Total Volume 12,517,461,687
Total Value 7,976,050,763,186

*Last Update 24-Mar-2017 16:14:59 WIB

Stock Code Last Price Change Change %
ITMG 19,875 675 3.52 %
UNVR 43,150 650 1.53 %
PLIN 4,100 610 17.48 %
SMBR 2,950 310 11.74 %
DSSA 11,500 300 2.68 %
PTBA 11,825 200 1.72 %
UNTR 27,775 175 0.63 %
BRPT 2,960 170 6.09 %
Stock Code Last Price Change Change %
JECC 6,000 -975 -13.98 %
GGRM 64,925 -525 -0.80 %
LPPF 13,900 -350 -2.46 %
IBST 1,500 -300 -16.67 %
TCID 15,250 -250 -1.61 %
TBIG 5,475 -225 -3.95 %
ICBP 8,600 -175 -1.99 %
BIRD 3,700 -170 -4.39 %