BERITA DANAREKSA

Danareksa: Pasar Berpotensi Diguyur Arus Modal Jika Jokowi Menang
July 07, 2014 10:41 WIB

Jakarta - Debat calon presiden dan calon wakil presiden Sabtu lalu semakin menghangatkan persaingan pemilihan presiden yang akan digelar 9 Juli nanti. Debat tersebut adalah kesempatan terbaik untuk menarik pemilih yang masih golput.

Danareksa Sekuritas menilai pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla lebih unggul. Helmy kristanto, dalam hasil riset Danareksa pagi ini, mengatakan Jokowi tampak lebih percaya diri dalam memaparkan visinya dan mempertahankan pendapatnya.

"Jika Jokowi menang maka arus modal yang kuat kemungkinan besar akan terjadi minggu depan yang akan mendorong valuasi pasar dan mengapresiasi rupiah," kata Helmy.

Oleh karena itu, Danareksa merekomendasikan saham BBRI, BBCA, BMRI, ASII dan TLKM.

"Selama ini investor menarik uangnya sambil menunggu hasil pemilu. Jika Jokowi menang, maka menurut kami arus modal yang kuat akan terjadi," kata Helmy.

Danareksa juga mengatakan menguatnya nilai tukar akan berdampak positif kepada sektor infrastruktur dan konstruksi. Sektor konstruksi bisa kembali ke valuasi puncak tahun lalu sebesar 21x PE.

"Jika Jokowi menang maka IHSG bisa mencapai target 5.248 akhir tahun ini," kata Helmy.

Sebaliknya, jika Jokowi kalah, maka pasar diperkirakan akan berekasi negatif. Meski demikian, pelaku pasar sudah memperhitungkan kemungkinan ini. Rupiah juga diperkirakan akan melemah jika Jokowi kalah, sehingga akan memiliki dampak negatif bagi saham-saham eksportir seperti GJTL, SMSM, dan saham komoditas seperti INCO, TINS, LSIP, dan ADRO.

Beritasatu.Com



Company Profile PT Mitrabara Adiperdana Tbk
June 25, 2014 14:40 WIB

Terlampir Informasi Company Profile PT Mitrabara Adiperdana Tbk

Download artikel selengkapnya(1,143.81 Kb)
Mitrabara Adiperdana Tawarkan Harga IPO Rp 1.150-Rp 1.350 per saham
June 24, 2014 15:37 WIB

Perusahaan tambang batubara, PT Mitrabara Adiperdana Tbk siap melepas, 273,03 juta saham atau sekitar 22 % dari modal yang disetor dan ditempatkan perseroan dalam aksi penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). Mitrabara menawarkan harga saham pada rentang Rp 1.150 hingga Rp 1.350 per saham.

Dengan kisaran harga tersebut, maka Mitrabara Adiperdana berpotensi meraup dana segar sebanyak Rp 313 miliar sampai Rp 368 miliar.

“Sekitar 58,5% dana hasil IPO ini bakal digunakan untuk peningkatan modal disetor dan ditempatkan untuk entitas anak perusahaan,” jelas President Director Mitrabara Adiperdana Khoirudin saat konferensi pers di Jakarta, Senin (23/6).

Sedangkan, sekitar 35% akan dipergunakan untuk modal kerja perseroan di antaranya biaya kontraktor tambang. Sementara, 6,5% sisanya akan dipergunakan untuk memenuhi belanja modal perseroan melalui pembangunan fasilitas pendukung di area tambang.

Mitrabara memiliki tambang batu bara di Desa Loreh, Kecamatan Malinau Selatan, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara (dahulu Kalimantan Timur). Luas area tambang adalah 1.930 hektare (ha) dan 1.030 ha.

Mitrabara Adiperdana menunjuk PT Danareksa Sekuritas dan PT Sucorinvest Central Gani yang akan bertindak sebagai penjamin emisi pelaksana.

Direktur Invesment Banking PT Danareksa Sekuritas Boumediene Sihombing menerangkan, saham yang ditawarkan perseroan merupakan saham baru sebanyak-banyaknya 136.516.800 saham dan saham divestasi milik PT Wahana Sentosa Cemerlang sebanyak-banyaknya 136.516.800 saham.

Download prospektus PT Mitrabara Adiperdana Tbk (file terlampir)

Untuk pemesanan (bookbuilding) silakan klik disini atau hubungi (021) 500688.


Download artikel selengkapnya(12,999.45 Kb)