BERITA DANAREKSA

Danareksa: Perbankan Akan Berlomba Tingkatkan Bunga Deposito
August 12, 2014 08:07 WIB

Riset Danareksa menyatakan, industri perbankan pada semester kedua 2014 akan menghadapi tantangan di tengah ketatnya persaingan bunga deposito.

Perbankan akan berlomba-lomba meningkatkan bunga deposito pada paruh kedua tahun ini.

"Semester dua menjadi tantangan sektor perbankan, khususnya bank kelas menengah," dikutip dalam riset Danareksa, Selasa (11/8).

Riset itu menyatakan, ketatnya persaingan bunga deposito menimbulkan kekhawatiran terjadi perang harga. Bank akan berusaha meningkatkan likuiditas yang cukup pada Desember 2014. Sementara bank-bank besar juga menghadapi risiko tersebut. Mereka cenderung mengadopsi strategi lebih defensif dalam menetapkan suku bunga deposito mereka.

Sepanjang semester I-2014, bank-bank besar seperti BBCA, BMRI, BBRI dan BBNI membukukan kinerja yang lebih baik daripada bank-bank kecil seperti BBTN dan BTPN yang didukung kuatnya modal dan struktur deposito yang lebih baik. "Secara umum, bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) bank besar lebih baik daripada bank kecil," kata dia.

Danareksa memperkirakan, hingga akhir tahun 2014 tetap mempetahankan sebagian besar bank-bank besar seperti BBCA, BBRI dan BBNI. Sementara BMRI dan bank seperti BTPN dan BBTN direvisi karena melemahnya kinerja kuartal dua 2014 dan semester pertama 2014. 

Sumber: BeritaSatu.Com



Danareksa: Rilis PDB Indonesia Akan Picu Kinerja IHSG
August 06, 2014 08:29 WIB

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini akan terpacu rilis produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

"Rilis PDB Indonesia kuartal kedua 2014 akan menjadi pemicu kinerja IHSG hari ini," demikian menurut hasil riset Danareksa Sekuritas, seperti dikutipMetrotvnews.com, Selasa (5/8/2014).

Kendati IHSG sempat tertekan sepanjang perdagangan Senin, 4 Agustus 2014, fundamental ekonomi yang kuat membantu kinerja IHSG menjadi lebih baik.

Di sisi lain, kinerja IHSG juga akan terbantu dari saham-saham Wall Street yang berada di jalur hijau. Di mana bursa AS kembali menghijau pasca diterpa aksi ambil untung.

"Indeks saham Dow Jones naik 0,46 persen ke level 16.569,28. Kebijakan penyelamatan oleh bank sentral Portugal, dan rilis laporan keuangan sejumlah emiten yang positif mampu menyokong kenaikan pasar," tambah analisa Danareksa Sekuritas.

Seperti diketahui, IHSG Senin, 4 Agustus terus melanjutkan penguatan cukup signifikan usai dibuka melemah pada pagi hari. Pada penutupan perdagangan Senin sore, IHSG tercatat menguat 30,45 poin ke level 5.119.

Sumber: Metrotv News



Danareksa: Pasar Berpotensi Diguyur Arus Modal Jika Jokowi Menang
July 07, 2014 10:41 WIB

Jakarta - Debat calon presiden dan calon wakil presiden Sabtu lalu semakin menghangatkan persaingan pemilihan presiden yang akan digelar 9 Juli nanti. Debat tersebut adalah kesempatan terbaik untuk menarik pemilih yang masih golput.

Danareksa Sekuritas menilai pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla lebih unggul. Helmy kristanto, dalam hasil riset Danareksa pagi ini, mengatakan Jokowi tampak lebih percaya diri dalam memaparkan visinya dan mempertahankan pendapatnya.

"Jika Jokowi menang maka arus modal yang kuat kemungkinan besar akan terjadi minggu depan yang akan mendorong valuasi pasar dan mengapresiasi rupiah," kata Helmy.

Oleh karena itu, Danareksa merekomendasikan saham BBRI, BBCA, BMRI, ASII dan TLKM.

"Selama ini investor menarik uangnya sambil menunggu hasil pemilu. Jika Jokowi menang, maka menurut kami arus modal yang kuat akan terjadi," kata Helmy.

Danareksa juga mengatakan menguatnya nilai tukar akan berdampak positif kepada sektor infrastruktur dan konstruksi. Sektor konstruksi bisa kembali ke valuasi puncak tahun lalu sebesar 21x PE.

"Jika Jokowi menang maka IHSG bisa mencapai target 5.248 akhir tahun ini," kata Helmy.

Sebaliknya, jika Jokowi kalah, maka pasar diperkirakan akan berekasi negatif. Meski demikian, pelaku pasar sudah memperhitungkan kemungkinan ini. Rupiah juga diperkirakan akan melemah jika Jokowi kalah, sehingga akan memiliki dampak negatif bagi saham-saham eksportir seperti GJTL, SMSM, dan saham komoditas seperti INCO, TINS, LSIP, dan ADRO.

Beritasatu.Com