Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Berita Danareksa

Danareksa: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bisa 5,4%
February 04, 2016 10:52 WIB

Bisnis.com, SURABAYA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini diyakini positif dibandingkan dengan negara berkembang lain bahkan pertumbuhannya diyakini setidaknya bisa 5,4%.

Senior Economist Danareksa Research Institute Damhuri Nasution mengatakan tahun ini perekonomian makro bisa tumbuh lebih baik daripada tahun lalu. Seiring dengan penurunan inflasi, suku bunga Bank Indonesia juga sudah turun dan ini bisa mendorong konsumsi maupun investasi naik.

“Inflasi turun karena mulai ada panen di beberapa daerah dan dampak penurunan harga BBM mulai lebih terasa,” ucapnya di sela acara tinjauan awal tahun Danareksa Investment Management, di Surabaya, Rabu (3/2/2016).

Dengan kadar inflasi yang baik kemungkinan penurunan suku bunga terbuka lagi. Menurut Damhuri, Bank Indonesia mungkin menurunkan suku bunganya sampai ke level 6,5% - 6,75%. Hal ini mungkin dilakukan pada Maret, Agustus, dan Oktober.

“Semakin turun suka bunga BI, optimistis investor asong semakkin baik. Investasi masuk, perusahaan yang listing di bursa kinerjanya makin baik. Rupiah pun bisa semakin bagus,” ujarnya.

Damhuri meramalkan rupiah bisa menguat sampai ke level Rp12.000 per dolar Amerika Serikat. Potensi mencapai level ini ada. Untuk menyokong semua proyeksi ini pemerintah harus lebih agresif dalam berbelanja terutama dalam realisasi proyek infrastruktur. Sumber



Evaluasi Saham Freeport, Menteri Rini Minta Masukan Danareksa
January 21, 2016 10:44 WIB

Menteri BUMN Rini Soemarno mengaku tengah mengevaluasi total ajuan harga divestasi saham oleh PT Freeport Indonesia kepada pemerintah. Pasalnya, harga yang ditawarkan dianggap cukup mahal.

"Kita minta masukan dari Danareksa, Mandiri Sekuritas, dan memang ini terlalu tinggi," ujar Rini di kantornya, Jakarta, Selasa (19/1/2016).

Rini mengungkapkan, niatan BUMN ingin berpartisipasi pada tambang emas terbesar di Indonesia ini bukan main-main. Sebagai ujung tombak pembangunan bangsa, BUMN harus memiliki tambang yang besar.

"Kami melihat BUMN harus juga lebih menekankan bagaimana memiliki tambang besar, karena ini tambang milik Indonesia maka kami BUMN bisa berpartisipasi untuk tambang ini, ini masih ada pembicaraan antara pemerintah dengan kami," tandasnya.

Dapat diketahui, berdasarkan PP Nomor 77 Tahun 2014 tentang perubahan ketiga peraturan pemerintah Nomor 23 Tahun 2010 tentang pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara, Freeport harus mendivestasikan sahamnya hingga 20 persen pada 14 Oktober 2015, dan menjadi 30 persen pada Oktober 2019. Saat ini, Freeport Indonesia baru melakukan divestasi sahamnya sebesar 9,36 persen


Sentimen Positif Emiten Konstruksi Berlanjut
January 21, 2016 10:43 WIB

Pemangkasan jangka waktu proses akuisisi lahan menjadi sekitar 36-47 hari akan menjadi sentimen positif terhadap keberlanjutan emiten konstruksi BUMN sepanjang tahun ini. Pemangkasan jangka waktu ini diharapkan mempercepat pengembangan proyek infrastruktur nasional, sehingga mendongkrak kinerja emiten konstruksi.

Pemerintah sebelumnya telah menerbitkan Perpres N0 148/2015 terkait akuisisi lahan untuk kepentingan publik. Perpres ini merupakan amanat dari UU No 122 tahun 20120 tentang Pembebasan Lahan untuk Kepetingan Publik. Keempat emiten BUMN yang diuntungkan atas kebijakan ini adalah PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), dan PT PP Tbk (PTPP).

“Kami menilai peraturan baru ini dapat mengurangi jangka waktu proses akuisisi lahan menjadi sekitar 36-47 hari kerja. Perpres ini sudah mulai diimplementasikan secara penuh tahun lalu,” tulis analis Danareksa Sekuritas Armando Marulitua dalam risetnya, baru-baru ini.

Kehadiran Perpres ini, menurut dia, berdampak besar terhadap emiten sektor konstruksi yang mengerjakan proyek infrastruktur. Sebab, Perpres ini memberikan bimbingan yang jelas tentang proses pembebasan lahan, terutama pada jangka waktu tertentu. Berbagai faktor tersebut membuat Danareksa Sekuritas untuk tetap mempertahankan rekomendasi overweight saham sektor konstruksi.

Hal terpenting dari Perpres ini, menurut dia, menyangkut penetapan jangka waktu pembebasan lahan untuk kepentingan publik, dibandingkan aturan sebelumnya yang tidak ditentukan. Namun demikian, peraturan ini belum sepenuhnya dapat diimplementasikan di lapangan. Walaupun, kehadiran peraturan ini telah mempercepat proses pembebasan lahan proyek jalan tol Palembang-Indralaya dan pembangkit listrik Batang.

“Kami meyakini implementasi peraturan akuisisi lahan ini akan lebih jelas tahun ini, seiring dengan banyaknya proyek pengembangan infrastruktur pemerintah,” jelas Armando.

Sebelumnya, dia memaparkan, bukti nyata berjalannya program percepatan pembangunan infrastruktur di Tanah Air telah mulai terasa. Sebagian besar proyek infrastruktur menunjukkan perkembangan yang menggembirakan sejak terbentuknya Pemerintahan Jokowi.

Kemajuan berarti bidang infrastruktur ini meyakinkan Danareksa Sekuritas bahwa program tersebut akan memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan emiten sektor konstruksi. Program ini berpeluang mendongkrak perolehan kontrak baru (order book) emiten konstruksi yang diharapkan berdampak terhadap pertumbuhan laba emiten sektor ini dengan target rata-rata kenaikan tahunan (CAGR) sekitar 28% selama 2015-2017.

Sedangkan saham pilihan teratas sektor konstruksi adalah WSKT, karena didukung oleh besarnya perolehan kontrak baru dan terbukanya peluang perolehan kontrak baru lebih besar ke depan.

Meskipun berdampak positif terhadap emiten sektor konstruksi, kontraktor BUMN yang paling diuntungkan atas berjalannya dengan baik program percepatan pengembangan infrastruktur negara.

Dampak paling terlihat adalah lonjakan perolehan kontrak baru, seiring adanya penugasan langsung dari pemerintah untuk menggarap proyek infrastruktur tertentu, seperti Trans Sumatera dan LRT. Dukungan pemerintah juga diberikan dalam bentuk suntikan modal melalui penerbitan saham baru (rights issue). Investor Daily