Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Berita Danareksa

Analis Danareksa: Asing bakal terus membanjiri SBN
August 23, 2016 09:05 WIB

Investor asing diprediksi akan terus membanjiri pasar obligasi pemerintah Indonesia. Head of Debt Research Danareksa Sekuritas Yudistira Slamet menduga, hingga akhir tahun 2016, bakal ada dana asing minimal Rp 10 triliun yang masuk ke pasar SBN.

Soalnya, imbal hasil yang ditawarkan SBN cukup menggiurkan. Mengacu Asian Bonds Online per 19 Agustus 2016, yield obligasi pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun tercatat 6,81%.

Angka tersebut mengungguli yield obligasi bertenor sama milik pemerintah China 2,69%, Jepang minus 0,08%, Singapura 1,73%, serta Thailand 2,07%.

"Kalau diperhatikan, di beberapa negara besar, yield obligasi pemerintah sudah negatif terutama untuk tenor satu tahun hingga lima tahun," tukasnya.

Sentimen positif juga akan bersumber dari terbukanya ruang penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI). Jika suku bunga BI mengecil, harga obligasi berpeluang menanjak. Kesempatan meraih kenaikan harga (capital gain) obligasi ini akan menarik minat investor.

Oleh karena itu, Yudistira menyarankan investor untuk memarkirkan dana pada obligasi negara bertenor panjang. Maklum, yield obligasi pemerintah berpotensi menyusut hingga tahun depan. Obligasi negara bertempo lama akan mengais capital gain lebih tinggi jika pasar bullish.

"Kalau bisa lebih dari 15 tahun. Sisa tahun 2016 yield turun tidak signifikan. Tahun depan yield pasti turun lagi," paparnya.

Mengacu situs Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan per 19 Agustus 2016, kepemilikan asing pada Surat Berharga Negara (SBN) domestik yang dapat diperdagangkan sebanyak Rp 676,44 triliun, level tertinggi selama ini.

Porsi asing tersebut mencapai 39,46% dari total outstanding Rp 1.714,37 triliun. Angka tersebut melonjak 21,11% dari posisi akhir tahun 2015 yang tercatat Rp 558,52 triliun.



Investasi Sukuk Tabungan, Bisa Beli Mulai Rp 2 Juta
August 19, 2016 10:13 WIB

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bakal mengeluarkan instrumen surat utang syariah baru, yakni Sukuk Tabungan ST-001. Sukuk ini akan ditawarkan ada 22 Agustus sampai 2 September 2016.

Demikian disampaikan Dian Handayani, Kepala Seksi Pelayanan Publik dan Hubungan Investor, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kemenkeu di acara Pre Marketing ST-001 di Hotel Lumire, Jakarta, Rabu (10/8/2016).

Dian menuturkan, sukuk tabungan merupakan produk baru yang berbeda dengan sukuk ritel. Sukuk tabungan memiliki tenor 2 tahun, imbalan tetap yang dibayar per bulan, dan minimum pembelian Rp 2 juta.

Sementara untuk sukuk ritel, tenor minimum ditetapkan 3 tahun, imbalan tetap dibayar setahun sekali, dan pembelian minimum Rp 5 juta.

"Perbedaan lainnya sukuk ritel bisa diperdagangkan di pasar sekunder, kalau sukuk tabungan tak bisa. Sebagai gantinya, kita berikan fasilitas early redemption, yakni pemerintah akan berikan tebusan untuk pelunasan di tahun pertama setelah diterbitkan, tapi hanya 50% saja," jelas Dian.

Lebih jauh tentang ST-001, harga per unitnya sebesar Rp 1 juta dengan minimum pemesanan Rp 2 juta, dan maksimum pemesanan Rp 5 miliar. Setelmen sukuk tabungan pertama ini sendiri akan dimulai pada 7 September 2016 setelah masa penjatahan selesai pada 5 September sebelumnya.

"Untuk imbalan nanti akan dibayar sebulan sekali. Imbalannya dihitung per tahun, tapi nilai imbalannya baru akan ditetapkan pada 19 Agustus 2016 nanti," terang Dian.

Untuk lokasi pembelian sendiri, ST-001 ini bisa dibeli di 20 bank serta 6 perusahaan efek yang sudah ditunjuk Kementerian Keuangan.

"Jika ingin membeli, datang ke 20 bank atau 6 efek yang ditunjuk, syaratnya hanya membawa KTP. Artinya yang membeli harus warga negara Indonesia," pungkasnya.

Sukuk Tabungan ST-001 dapat dipesan saat masa penawaran, yaitu dari tanggal 22 Agustus 2016 hingga 02 September 2016. Untuk informasi lebih lanjut hubungi Call Center Danareksa di 1500-688 atau callcenter@danareksa.com



Prospektus PT Waskita Beton Precast Tbk
August 11, 2016 15:12 WIB

Silakan unduh file terlampir untuk prospektus IPO PT Waskita Beton Precast Tbk
Download artikel selengkapnya(4,890.34 Kb)