Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch

Daily Watch 21 February 2019
February 21, 2019 09:54 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index fell 5.68bps from 7.981% to 7.924%

Federal Reserve policy makers see 2019 marking the end of their balance sheet run-off, but not necessarily their interest-rate increases. Minutes of the central bank’s Jan. 29-30 policy meeting released on Wednesday showed “almost all participants” agreeing it best to halt roll-offs this year, a move that should be welcomed by investors worried the balance sheet draw-down is hurting the economy. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR18.02 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was lower than the previous day transaction of IDR18.84 trillion and it was lower than its YTD average of IDR18.16 trillion.

Corporate bonds volume was IDR18.02 billion, mostly short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR18.84 billion and it was lower than its YTD average of IDR1044.25 billion.

IDR strengthened 0.42% against USD from 14,103 to 14,044 whilst JCI advanced 0.28% from 6,495 to 6,513.

FR0064 yield dropped by 8.70bps from 7.964% to 7.877% while RI28 yield stabled by 0.0bps from 4.116% to 4.116%.

Brent was up from 65.97 to 66.66 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price advanced from 56.09 to 56.92 USD per barrel.

 

Highlights:

Danareksa government bonds yield index menurun 5.68bps dari 7.981% menjadi 7.924%

Pembuat kebijakan Federal Reserve melihat 2019 menandai akhir dari run-off balance sheet mereka, tetapi belum tentu kenaikan suku bunga mereka. Risalah dari pertemuan kebijakan 29-30 Januari bank sentral yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan "hampir semua peserta" menyetujui yang terbaik untuk menghentikan roll-off tahun ini, sebuah langkah yang harus disambut oleh investor yang khawatir penurunan neraca keuangan mengganggu ekonomi. (Bloomberg)

Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp18.02 triliun, dan dinominasi oleh tenor menengah (5-15 tahun). Angka tersebut menurun dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp18.84 triliun namun angka tersebut lebih rendah dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp18.16 triliun.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1021.48 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp1370.54 miliar namun lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1044.25 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.42% terhadap US Dollar, dari 14,103 menjadi 14,044 sedangkan IHSG naik 0.28% dari 6,495 menjadi 6,513.

FR0064 yield turun by 8.70bps dari 7.964% menjadi 7.877% sementara itu yield RI0126 stabil sebesar 0.0bps dari 4.116% menjadi 4.116%.

Harga brent naik dari 65.97 menjadi 66.66 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot naik dari 56.09 menjadi 56.92 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(110.31 Kb)
Daily Watch 20 February 2019
February 20, 2019 09:11 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index decreased 0.30bps from 7.983% to 7.980%

Govt to change basis of calculation for deemed dividend tax on non-listed foreign companies., according to Tax Director General Robert Pakpahan. New calculation to be based on certain revenues after tax, such as income in form of dividend, interest, rent, royalty, income from sale or asset transfer. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR18.84 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was higher than the previous day transaction of IDR14.88 trillion and it was higher than its YTD average of IDR18.16 trillion.

Corporate bonds volume was IDR18.84 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR14.88 billion but it was higher than its YTD average of IDR1044.25 billion.

IDR strengthened 0.03% against USD from 14,107 to 14,103 whilst JCI fell -0.05% from 6,498 to 6,495.

FR0064 yield was down by 0.80bps from 7.973% to 7.965% while RI28 yield declined by -3.1bps from 4.147% to 4.116%.

Brent declined from 65.99 to 65.97 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price was up from 55.59 to 56.09 USD per barrel.

 

Highlights:

Danareksa government bonds yield index menurun 0.30bps dari 7.983% menjadi 7.980%

Pemerintah akan mengubah dasar perhitungan untuk pajak dividen perusahan asing tidak terdaftar, menurut Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan. Perhitungan baru didasarkan pada pendapatan tertentu setelah pajak, seperti pendapatan dalam bentuk dividen, bunga, sewa, royalti, pendapatan dari penjualan atau transfer aset. (Bloomberg)

Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp18.84 triliun, dan dinominasi oleh tenor menengah (5-15 tahun). Angka tersebut meningkat dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp14.88 triliun namun angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp18.16 triliun.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1370.54 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut menurun dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp1521.17 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1044.25 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.03% terhadap US Dollar, dari 14,107 menjadi 14,103 sedangkan IHSG menurun -0.05% dari 6,498 menjadi 6,495.

FR0064 yield menurun by 0.80bps dari 7.973% menjadi 7.965% sementara itu yield RI0126 menurun sebesar -3.1bps dari 4.147% menjadi 4.116%.

Harga brent mengalami penurunan dari 65.99 menjadi 65.97 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot meningkat dari 55.59 menjadi 56.09 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(108.91 Kb)
Daily Watch 19 February 2019
February 19, 2019 09:11 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index was down 1.40bps from 7.996% to 7.982%

China’s State Council unveiled a sweeping plan to link Hong Kong and Macau with cities in southern China to create a so-called Greater Bay Area, aiming to make it a high-tech megalopolis to rival California’s Silicon Valley. The plan, issued by Xinhua News Agency late Monday, said the government will seek to turn the area into a leading global innovation hub, boost infrastructure connectivity between cities, strengthen Hong Kong’s role as an international center of finance, shipping and trade as well as the center for the offshore yuan business. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR14.88 trillion, and it was dominated by short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR22.16 trillion and it was lower than its YTD average of IDR18.16 trillion.

Corporate bonds volume was IDR14.88 billion, mostly short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR22.16 billion and it was higher than its YTD average of IDR1044.25 billion.

IDR strengthened 0.33% against USD from 14,154 to 14,107 whilst JCI rose 1.70% from 6,389 to 6,498.

FR0064 yield dropped by 3.80bps from 8.011% to 7.973% while RI28 yield stabled by 0.0bps from 4.147% to 4.147%.

Brent dropped from 66.01 to 65.99 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price stabled from 55.59 to 55.59 USD per barrel.

 

Highlights:

Danareksa government bonds yield index mengalami penurunan 1.40bps dari 7.996% menjadi 7.982%

Dewan Negara China meluncurkan rencana menyeluruh untuk menghubungkan Hong Kong dan Makau dengan kota-kota di Cina selatan untuk menciptakan yang disebut dengan Greater Bay Area, yang bertujuan menjadikannya megalopolis berteknologi tinggi untuk menyaingi California’s Silicon Valley. Rencana tersebut, yang dikeluarkan oleh Kantor Berita Xinhua Senin malam, mengatakan pemerintah akan berusaha untuk mengubah daerah itu menjadi pusat inovasi global terkemuka, meningkatkan konektivitas infrastruktur antar kota, memperkuat peran Hong Kong sebagai pusat keuangan internasional, pengiriman dan perdagangan serta pusat bisnis yuan lepas pantai. (Bloomberg)

Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp14.88 triliun, dan dinominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Angka tersebut mengalami penurunan dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp22.16 triliun namun angka tersebut lebih rendah dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp18.16 triliun.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1521.17 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut meningkat dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp546.33 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1044.25 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.33% terhadap US Dollar, dari 14,154 menjadi 14,107 sedangkan IHSG mengalami peningkatan 1.70% dari 6,389 menjadi 6,498.

FR0064 yield menurun by 3.80bps dari 8.011% menjadi 7.973% sementara itu yield RI0126 stabil sebesar 0.0bps dari 4.147% menjadi 4.147%.

Harga brent turun dari 66.01 menjadi 65.99 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot stabil dari 55.59 menjadi 55.59 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(110.14 Kb)


Weekly Report Oct 2017
Country's FCLT Rating
S & P BBB-
Moody's Baa3
Fitch BBB-

Key Market Editor
BI Rate 4.25%
JCI 5,915.00
IDR 13.52
Inflation Sep 2017(%YoY) 3.72%

Market Outstanding
Government Bond IDR 2,060.70 bn
Corporate Bond IDR 371.60 bn

Last Week Trading Volume
Government Bond IDR 73.32 bn
Corporate Bond IDR 4.85 bn

Government Bond Indices
Price Index 134.87
Yield Index 6.23%
Total Return 557.70

Benchmark Yield
FR0061 5 Year 6.19%
FR0059 10 Year 6.53%
FR0074 15 Year 7.13%
FR0072 20 Year 7.32%