Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch

Daily Watch 26 Juli 2017
July 26, 2017 11:43 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index climbed up 0.08bps from 6.922% to 6.922%

US Treasury’s $26 billion two-year note sale drew a yield of 1.395%, the highest since 2008. At that level, the auction had a bid-to-cover ratio of 3.06, the strongest show of demand since November 2015. Primary dealers took 24.6% of the total, down from the 40.2% average. Indirect bidders bought 58.5%, compared with 46.4% on average, while direct bidders bought 16.9%. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR17.59 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was higher than the previous day transaction of IDR7.34 trillion and it was higher than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR899.50 billion, mostly short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR998.05 billion but it was higher than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR weakened 0.14% against USD from 13,309 to 13,327 whilst JCI was up 0.21% from 5,802 to 5,814.

FR0059 yield rose by 0.60bps from 6.905% to 6.911% while RI250115 yield advanced by 3.4bps from 3.572% to 3.606%.

Brent rose from 48.23 to 50.26 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price rose from 46.19 to 47.77 USD per barrel.

Highlights:

Danareksa government bonds yield index naik 0.08bps dari 6.922% menjadi 6.922%

Penjualan $26 miliar US Treasury 2-tahun berada di yield 1.395%, tertinggi sejak 2008. Pada level tersebut, rasio bid-to-cover berada di level 3.06, demand terkuat sejak November 2015. Primary dealer mengambil 24,6% dari total penjualan, turun dari rata-rata 40,2%. Indirect bidders membeli 58,5% dari total dibandingkan dengan rata-rata 46,6%, sementara direct bidder membeli 16,9%. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp17.59 triliun, dan didominasi oleh medium term (5-15 years). Angka ini meningkat dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp7.34 triliun namun lebih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp899.50 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut turun dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp998.05 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0.14% terhadap US Dollar, dari 13,309 menjadi 13,327 sedangkan IHSG naik 0.21% dari 5,802 menjadi 5,814.

FR0059 yield meningkat by 0.60bps dari 6.905% menjadi 6.911% sementara itu yield RI250115 meningkat sebesar 3.4bps dari 3.572% menjadi 3.606%.

Harga brent mengalami peningkatan dari 48.23 menjadi 50.26 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot naik dari 46.19 menjadi 47.77 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(148.35 Kb)
Daily Watch 25 Juli 2017
July 25, 2017 09:08 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index declined 0.35bps from 6.926% to 6.923%

The European Central Bank has given the green light to summer carry trades as volatility remains contained and the policy meetings in September and October are likely reserved to outline further details on quantitative easing, buying more time for carry, Bloomberg strategist Tanvir Sandhu writes. Italian bonds offer one of the most attractive carry and rolldown across European government bonds, with the five-year bucket three-month carry and roll at 16 basis points and one- year at 70 basis points. That compares with one-year of 30 basis points for 10-year bunds and 42 basis points for bonos. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR7.34 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was lower than the previous day transaction of IDR13.01 trillion and it was lower than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR998.05 billion, mostly medium term (5-15 years). It was lower than the previous day transaction of IDR1554.70 billion but it was higher than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR strengthened 0.03% against USD from 13,313 to 13,309 whilst JCI increased 0.63% from 5,765 to 5,802.

FR0059 yield rose by 0.80bps from 6.897% to 6.905% while RI250115 yield fell by -0.2bps from 3.574% to 3.572%.

Brent was up from 47.39 to 48.23 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price rose from 45.62 to 46.19 USD per barrel.

Highlights:

Danareksa government bonds yield index menurun 0.35bps dari 6.926% menjadi 6.923%

Bank Sentral Eropa telah memberi lampu hijau untuk musim panas melakukan perdagangan seiring volatilitas yang terbatas dan policy meeting pada bulan September dan Oktober kemungkinan diperuntukkan untuk menjelaskan rincian lebih lanjut mengenai pelonggaran kuantitatif, memberikan lebih banyak waktu untuk carry, strategis Bloomberg Tanvir Sandhu menulis. Obligasi Italia menawarkan salah satu carry and rolldown yang paling atraktif diantara obligasi Eropa lain, dengan rally dan roll untuk 5 tahun dan 3 bulan sebesar 16 basis poin dan satu tahun di level 70 basis poin. Angka tersebut dibandingkan dengan satu tahun 30 basis poin untuk bunds 10 tahun dan 42 basis poin untuk bonos. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp7.34 triliun, dan didominasi oleh medium term (5-15 years). Angka ini menurun dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp13.01 triliun namun lebih lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp998.05 miliar yang didominasi oleh medium term (5-15 years). Volume transaksi tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp1554.70 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.03% terhadap US Dollar, dari 13,313 menjadi 13,309 sedangkan IHSG naik 0.63% dari 5,765 menjadi 5,802.

FR0059 yield naik by 0.80bps dari 6.897% menjadi 6.905% sementara itu yield RI250115 turun sebesar -0.2bps dari 3.574% menjadi 3.572%.

Harga brent mengalami peningkatan dari 47.39 menjadi 48.23 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot mengalami peningkatan dari 45.62 menjadi 46.19 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(146.62 Kb)
Daily Watch 24 Juli 2017
July 24, 2017 10:48 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index was down 1.46bps from 6.941% to 6.926%

Saudi Arabia, the Arab world’s biggest economy, started the sale of its first riyal-denominated debt in 10 months. The kingdom’s three-part Islamic offering consists of bonds priced between 2.9 to 3 percent for five-year debt, 3.25 to 3.35 percent for seven-year notes and 3.55 to 3.65 percent for a 10-year issue. Saudi Arabia plans to raise as much as 25 billion riyals (or $6.67 billion). (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR13.01 trillion, and it was dominated by short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR12.51 trillion and it was higher than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR1554.70 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR962.83 billion and it was higher than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR strengthened 0.15% against USD from 13,333 to 13,313 whilst JCI fell -1.03% from 5,825 to 5,765.

FR0059 yield dropped by 1.20bps from 6.909% to 6.897% while RI250115 yield declined by -1.6bps from 3.590% to 3.574%.

Brent fell from 48.69 to 47.39 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price dropped from 46.79 to 45.62 USD per barrel.

Highlights:

Danareksa government bonds yield index turun 1.46bps dari 6.941% menjadi 6.926%

Arab Saudi, ekonomi terbesar di Arab, memulai penjualan obligasi riyal pertamanya dalam 10 bulan. Penawaran sukuk dari Negara Islam tersebut terdiri dari obligasi dengan harga antara 2,9 sampai 3 persen untuk obligasi lima tahun, 3,25 - 3,35 persen untuk tenor tujuh tahun dan 3,55 - 3,65 persen untuk penerbitan 10 tahun. Arab Saudi berencana untuk mengumpulkan sebanyak 25 miliar riyal (atau $ 6,67 miliar). (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp13.01 triliun, dan didominasi oleh short term (< 5 years). Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp12.51 triliun namun lebih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1554.70 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut mengalami peningkatan dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp962.83 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.15% terhadap US Dollar, dari 13,333 menjadi 13,313 sedangkan IHSG turun -1.03% dari 5,825 menjadi 5,765.

FR0059 yield menurun by 1.20bps dari 6.909% menjadi 6.897% sementara itu yield RI250115 turun sebesar -1.6bps dari 3.590% menjadi 3.574%.

Harga brent mengalami penurunan dari 48.69 menjadi 47.39 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot menurun dari 46.79 menjadi 45.62 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(147.97 Kb)


Weekly Report Aug 2016
Country's FCLT Rating
S & P BB+
Moody's Baa3
Fitch BBB-

Key Market Editor
BI Rate 6.50%
JCI 5,421.00
IDR 13.01
Inflation Oct 16(%YoY) 3.07%

Market Outstanding
Government Bond IDR 1.74 bn
Corporate Bond IDR 295.90 bn

Last Week Trading Volume
Government Bond IDR 40.72 bn
Corporate Bond IDR 2.35 bn

Government Bond Indices
Price Index 132.20
Yield Index 7.13%
Total Return 507.70

Benchmark Yield
FR0053 5 Year 6.82%
FR0056 10 Year 7.01%
FR0073 15 Year 7.38%
FR0072 20 Year 7.57%