Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch

Daily Watch 24 Maret 2017
March 24, 2017 09:05 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index was up 0.27bps from 7.175% to 7.177%

Treasuries extend rebound from lows after House Freedom Caucus leaves White House meeting without reaching agreement on health-care reform bill. Yields declined with U.S. equities, also after Rep. Phil Roe (R, Tenn.) said vote may be delayed until Friday. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR10.46 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was lower than the previous day transaction of IDR17.76 trillion and it was lower than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR809.90 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR469.70 billion and it was higher than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR strengthened 0.03% against USD from 13,329 to 13,325 whilst JCI increased 0.54% from 5,534 to 5,564.

FR0056 yield dropped by 1.50bps from 7.111% to 7.096% while RI250115 yield advanced by 0.4bps from 3.779% to 3.783%.

Brent was up from 50.14 to 50.35 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price declined from 47.34 to 47.00 USD per barrel.

Highlights:

Danareksa government bonds yield index naik 0.27bps dari 7.175% menjadi 7.177%

US Treasuries memperpanjang rebound dari level rendah setelah House Freedom Caucus meninggalkan pertemuan di White House tanpa mencapai kesepakatan pada RUU reformasi perawatan kesehatan. Yield mengalami penurunan dengan US equities juga seletah Rep. Phil Roe (R, Tenn.) mengatakan bahwa voting akan diundur hingga Jumat. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp10.46 triliun, dan didominasi oleh medium term (5-15 years). Angka ini mengalami penurunan dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp17.76 triliun namun lebih lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp809.90 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut naik dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp469.70 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.03% terhadap US Dollar, dari 13,329 menjadi 13,325 sedangkan IHSG naik 0.54% dari 5,534 menjadi 5,564.

FR0056 yield menurun by 1.50bps dari 7.111% menjadi 7.096% sementara itu yield RI250115 mengalami peningkatan sebesar 0.4bps dari 3.779% menjadi 3.783%.

Harga brent meningkat dari 50.14 menjadi 50.35 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot menurun dari 47.34 menjadi 47.00 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(146.38 Kb)
Daily Watch 21 Maret 2017
March 21, 2017 10:41 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index declined 7.10bps from 7.300% to 7.229%

US Treasuries gained Monday, outperforming a supply-driven selloff in European government bonds, as Federal Reserve officials highlighted offsetting risks facing the U.S. economy. The 10-year yield was lower by 3 basis points at about 2.47%, near its session low reached concurrently with the 10-year gilt yield. U.K. yields fell with sterling after the U.K. said it will trigger the process to leave the European Union on March 29. Belgium led euro-zone yields higher after an auction of 10-year debt. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR18.73 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was higher than the previous day transaction of IDR18.34 trillion and it was higher than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR486.90 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR428.98 billion but it was lower than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR strengthened 0.23% against USD from 13,345 to 13,314 whilst JCI fell -0.12% from 5,540 to 5,534.

FR0056 yield decreased by 8.00bps from 7.185% to 7.105% while RI250115 yield was down by -6.8bps from 3.872% to 3.804%.

Brent declined from 51.22 to 51.12 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price fell from 48.78 to 48.22 USD per barrel.

Highlights:

Danareksa government bonds yield index mengalami penurunan 7.10bps dari 7.300% menjadi 7.229%

US Treasury mencatatkan return pada Senin, mengalahkan obligasi Pemerintah Eropa yang diwarnai aksi jual, seiring the Fed yang menggarisbawahi penyeimbangan tingkat risiko yang dihadapi perekonomian US. Yield 10-tahun turun 3bps menjadi sekitar 2.47% berbarengan dengan yield 10-tahun UK. Yield UK dan poundsterling mengalami penurunan setelah UK mengatakan hal tersebut akan memicu proses untuk meninggalkan EU pada 29 Maret. Belgia memimpin peningkatan yield di EU setelah lelang obligasi 10-tahun. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp18.73 triliun, dan didominasi oleh medium term (5-15 years). Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp18.34 triliun namun lebih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp486.90 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut meningkat dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp428.98 miliar namun lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.23% terhadap US Dollar, dari 13,345 menjadi 13,314 sedangkan IHSG mengalami penurunan -0.12% dari 5,540 menjadi 5,534.

FR0056 yield mengalami penurunan by 8.00bps dari 7.185% menjadi 7.105% sementara itu yield RI250115 turun sebesar -6.8bps dari 3.872% menjadi 3.804%.

Harga brent mengalami penurunan dari 51.22 menjadi 51.12 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot menurun dari 48.78 menjadi 48.22 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(148.43 Kb)
Daily Watch 20 Maret 2017
March 20, 2017 09:51 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index decreased 3.24bps from 7.333% to 7.301%

Call it the Yellen effect. The Federal Reserve’s March 15 rate hike underscored a subtle shift at the People’s Bank of China: long reluctant to be influenced by global counterparts, it now appears to be in step with the U.S. That was displayed by the PBOC raising borrowing costs just hours after the Fed lifted interest rates last week. Observers see the objectives as supporting the yuan by keeping a lid on the interest rate differential and taming a surge in lending that’s fueled financial risk. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR18.34 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was higher than the previous day transaction of IDR15.83 trillion and it was higher than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR428.98 billion, mostly short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR614.60 billion and it was lower than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR strengthened 0.01% against USD from 13,347 to 13,345 whilst JCI rose 0.40% from 5,518 to 5,540.

FR0056 yield dropped by 4.10bps from 7.226% to 7.185% while RI250115 yield dropped by -4.1bps from 3.913% to 3.872%.

Brent climbed up from 51.20 to 51.22 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price advanced from 48.75 to 48.78 USD per barrel.

Highlights:

Danareksa government bonds yield index mengalami penurunan 3.24bps dari 7.333% menjadi 7.301%

Sebut saja Efek Yellen. Peningkatan Fed rate pada 15 Maret menekankan perubahan halus di POBC : enggan dipengaruhi oleh rekan-rekan global, sekarang tampaknya berada dalam langkah dengan AS. Hal itu diperlihatkan oleh PBOC yang meningkatkan biaya pinjaman hanya beberapa jam setelah The Fed menaikkan suku bunga pekan lalu. Pengamat melihat tujuan sebagai pendukung yuan dengan menjaga selisih suku bunga dan penjinakan lonjakan pinjaman yang memicu risiko keuangan. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp18.34 triliun, dan didominasi oleh medium term (5-15 years). Angka ini meningkat dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp15.83 triliun namun lebih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp428.98 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut menurun dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp614.60 miliar namun lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.01% terhadap US Dollar, dari 13,347 menjadi 13,345 sedangkan IHSG naik 0.40% dari 5,518 menjadi 5,540.

FR0056 yield menurun by 4.10bps dari 7.226% menjadi 7.185% sementara itu yield RI250115 menurun sebesar -4.1bps dari 3.913% menjadi 3.872%.

Harga brent meningkat dari 51.20 menjadi 51.22 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot meningkat dari 48.75 menjadi 48.78 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(147.79 Kb)


Weekly Report Aug 2016
Country's FCLT Rating
S & P BB+
Moody's Baa3
Fitch BBB-

Key Market Editor
BI Rate 6.50%
JCI 5,421.00
IDR 13.01
Inflation Oct 16(%YoY) 3.07%

Market Outstanding
Government Bond IDR 1.74 bn
Corporate Bond IDR 295.90 bn

Last Week Trading Volume
Government Bond IDR 40.72 bn
Corporate Bond IDR 2.35 bn

Government Bond Indices
Price Index 132.20
Yield Index 7.13%
Total Return 507.70

Benchmark Yield
FR0053 5 Year 6.82%
FR0056 10 Year 7.01%
FR0073 15 Year 7.38%
FR0072 20 Year 7.57%