Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch

Daily Watch 24 Januari 2018
January 24, 2018 14:05 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index rose 1.83bps from 5.998% to 6.017%

Treasury Secretary Steven Mnuchin’s is scheduled to announce on Jan. 31 how it plans to finance the government’s shortfall over the next three months, and Wall Street prognosticators anticipate bigger auctions of coupon- bearing securities. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR11.06 trillion, and it was dominated by short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR15.00 trillion and it was lower than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR390.09 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR193.95 billion but it was lower than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR strengthened 0.14% against USD from 13,350 to 13,331 whilst JCI advanced 2.07% from 6,501 to 6,635.

FR0064 yield rose by 0.50bps from 6.135% to 6.140% while RI0126 yield declined by -3.3bps from 3.618% to 3.585%.

Brent climbed up from 69.06 to 69.61 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price advanced from 63.49 to 64.52 USD per barrel.

Highlights:

Danareksa government bonds yield index naik 1.83bps dari 5.998% menjadi 6.017%

Treasury Secretary Steven Mnuchin dijadwalkan mengumumkan pada 31 Januari cara untuk membiayai kekurangan pemerintah selama tiga bulan ke depan, dan para ahli prognostik Wall Street mengantisipasi pelelangan efek kupon yang lebih besar. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp11.06 triliun, dan didominasi oleh short term (< 5 years). Angka ini menurun dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp15.00 triliun namun lebih lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp390.09 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut naik dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp193.95 miliar namun lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.14% terhadap US Dollar, dari 13,350 menjadi 13,331 sedangkan IHSG meningkat 2.07% dari 6,501 menjadi 6,635.

FR0064 yield naik by 0.50bps dari 6.135% menjadi 6.140% sementara itu yield RI0126 mengalami penurunan sebesar -3.3bps dari 3.618% menjadi 3.585%.

Harga brent naik dari 69.06 menjadi 69.61 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot naik dari 63.49 menjadi 64.52 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(147.72 Kb)
Daily Watch 23 Januari 2018
January 23, 2018 11:15 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index advanced 3.47bps from 5.964% to 5.999%

A slump in China’s bond market is deepening this month as investors fret about inflation, a government deleveraging campaign and the potential for monetary tightening. The yield on 10-year sovereign debt has risen to 3.96%, approaching a 3-year high. China Development Bank’s 10-year yield surging 24 bps in January. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR15.00 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was higher than the previous day transaction of IDR13.69 trillion and it was higher than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR193.95 billion, mostly short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR853.60 billion and it was lower than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR weakened 0.26% against USD from 13,316 to 13,350 whilst JCI advanced 0.15% from 6,491 to 6,501.

FR0064 yield advanced by 6.50bps from 6.070% to 6.135% while RI0126 yield climbed up by 3.1bps from 3.587% to 3.618%.

Brent advanced from 68.68 to 69.06 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price increased from 63.37 to 63.49 USD per barrel.

Highlights:

Danareksa government bonds yield index mengalami peningkatan 3.47bps dari 5.964% menjadi 5.999%

Penurunan di pasar obligasi China semakin dalam bulan ini karena investor resah terhadap inflasi, pengurangan campaign oleh Pemerintah dan potensi pengetatan moneter.Yield pada obligasi 10-tahun telah meningkat menjadi 3,96%, mendekati level tertinggi 3 tahun. Yield 10 tahun China Development Bank melonjak 24bps pada bulan Januari. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp15.00 triliun, dan didominasi oleh medium term (5-15 years). Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp13.69 triliun namun lebih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp193.95 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut turun dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp853.60 miliar namun lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0.26% terhadap US Dollar, dari 13,316 menjadi 13,350 sedangkan IHSG naik 0.15% dari 6,491 menjadi 6,501.

FR0064 yield naik by 6.50bps dari 6.070% menjadi 6.135% sementara itu yield RI0126 naik sebesar 3.1bps dari 3.587% menjadi 3.618%.

Harga brent naik dari 68.68 menjadi 69.06 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot mengalami peningkatan dari 63.37 menjadi 63.49 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(147.64 Kb)
Daily Watch 22 Januari 2018
January 23, 2018 07:10 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index rose 0.14bps from 5.963% to 5.964%

Spain’s credit rating was raised one level at Fitch Ratings, which said the country’s “buoyant” economic growth has helped reduce the government’s general deficit. The decision puts Spain in ‘A’ grade territory for the first time since 2012, when it was mired in a recession and a housing slump. It also marks the first upgrade for the country from a major credit-rating company in more than two years. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR13.69 trillion, and it was dominated by short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR12.53 trillion and it was higher than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR853.60 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR766.19 billion and it was higher than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR strengthened 0.23% against USD from 13,347 to 13,316 whilst JCI was up 0.28% from 6,473 to 6,491.

FR0064 yield climbed up by 1.20bps from 6.058% to 6.070% while RI0126 yield climbed up by 5.6bps from 3.531% to 3.587%.

Brent fell from 69.13 to 68.68 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price fell from 63.95 to 63.37 USD per barrel.

Highlights:

Danareksa government bonds yield index naik 0.14bps dari 5.963% menjadi 5.964%

Peringkat kredit Spanyol meningkat satu tingkat di Fitch Ratings, yang mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi "naik" di negara tersebut telah membantu mengurangi defisit pemerintah. Keputusan tersebut menempatkan Spanyol di wilayah kelas 'A' untuk pertama kalinya sejak 2012, ketika resesi dan penurunan perumahan. Ini juga menandai peningkatan pertama untuk negara tersebut dari perusahaan pemeringkat kredit dalam lebih dari dua tahun. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp13.69 triliun, dan didominasi oleh short term (< 5 years). Angka ini naik dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp12.53 triliun namun lebih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp853.60 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut naik dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp766.19 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.23% terhadap US Dollar, dari 13,347 menjadi 13,316 sedangkan IHSG meningkat 0.28% dari 6,473 menjadi 6,491.

FR0064 yield naik by 1.20bps dari 6.058% menjadi 6.070% sementara itu yield RI0126 naik sebesar 5.6bps dari 3.531% menjadi 3.587%.

Harga brent menurun dari 69.13 menjadi 68.68 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot mengalami penurunan dari 63.95 menjadi 63.37 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(148.26 Kb)


Weekly Report Oct 2017
Country's FCLT Rating
S & P BBB-
Moody's Baa3
Fitch BBB-

Key Market Editor
BI Rate 4.25%
JCI 5,915.00
IDR 13.52
Inflation Sep 2017(%YoY) 3.72%

Market Outstanding
Government Bond IDR 2,060.70 bn
Corporate Bond IDR 371.60 bn

Last Week Trading Volume
Government Bond IDR 73.32 bn
Corporate Bond IDR 4.85 bn

Government Bond Indices
Price Index 134.87
Yield Index 6.23%
Total Return 557.70

Benchmark Yield
FR0061 5 Year 6.19%
FR0059 10 Year 6.53%
FR0074 15 Year 7.13%
FR0072 20 Year 7.32%