Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch

Daily Watch 20 Juni 2018
June 20, 2018 13:11 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index increased 3.10bps from 6.821% to 6.852%

Argentina’s economy slowed in the first quarter as high inflation and borrowing costs sapped investment and demand, sparking a crisis in confidence that pushed the government to negotiate a record IMF credit line. Gross domestic product rose 3.6 percent in the first quarter from a year earlier, higher than the median 3.5 percent estimate from 10 economists surveyed by Bloomberg. South America’s second-biggest economy expanded 1.1 percent from the previous quarter, the national statistics agency said Tuesday. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR8.63 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was higher than the previous day transaction of IDR7.49 trillion but it was lower than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR808.55 billion, mostly short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR1603.17 billion but it was higher than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR weakened 0.41% against USD from 13,875 to 13,932 whilst JCI declined -1.85% from 6,107 to 5,994.

FR0064 yield advanced by 2.80bps from 7.225% to 7.253% while RI28 yield dropped by -1.1bps from 4.477% to 4.466%.

Brent declined from 76.74 to 75.77 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price dropped from 65.95 to 65.74 USD per barrel.

Highlights:

Danareksa government bonds yield index meningkat 3.10bps dari 6.821% menjadi 6.852%

Ekonomi Argentina melambat pada kuartal pertama karena inflasi dan biaya pinjaman yang tinggi  menurunkan investasi dan permintaan, memicu krisis kepercayaan yang mendorong pemerintah untuk merundingkan jalur kredit IMF. Produk domestik bruto naik 3,6% pada kuartal pertama dari tahun sebelumnya, lebih tinggi dari perkiraan median 3,5% dari 10 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg. Ekonomi terbesar kedua di Amerika Selatan itu meningkat 1,1% dari kuartal sebelumnya, kata badan statistik nasional, Selasa. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp8.63 triliun, dan didominasi oleh medium term (5-15 years). Angka ini naik dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp7.49 triliun namun lebih lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp808.55 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut menurun dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp1603.17 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0.41% terhadap US Dollar, dari 13,875 menjadi 13,932 sedangkan IHSG turun -1.85% dari 6,107 menjadi 5,994.

FR0064 yield meningkat by 2.80bps dari 7.225% menjadi 7.253% sementara itu yield RI0126 mengalami penurunan sebesar -1.1bps dari 4.477% menjadi 4.466%.

Harga brent menurun dari 76.74 menjadi 75.77 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot menurun dari 65.95 menjadi 65.74 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(147.30 Kb)
Daily Watch 8 Juni 2018
June 08, 2018 09:19 WIB

Highlights:

 

Danareksa government bonds yield index climbed up 3.50bps from 6.787% to 6.822%

Indian sovereign bonds slipped while the rupee climbed after the central bank raised its benchmark interest rate for the first time since 2014, but retained its neutral policy stance. Only 14 of 44 economists surveyed by Bloomberg News had predicted the Reserve Bank of India’s decision to increase the repurchase rate by 25bps to 6.25%. Thirty expected no change.

Government bonds volume was IDR7.49 trillion, and it was dominated by short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR11.88 trillion and it was lower than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR1603.17 billion, mostly short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR1610.10 billion but it was higher than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR weakened 0.16% against USD from 13,853 to 13,875 whilst JCI was up 0.61% from 6,070 to 6,107.

FR0064 yield advanced by 7.40bps from 7.151% to 7.225% while RI28 yield climbed up by 1.7bps from 4.460% to 4.477%.

Brent advanced from 75.02 to 76.74 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price increased from 64.73 to 65.95 USD per barrel.

 

Highlights:

 

Danareksa government bonds yield index mengalami peningkatan 3.50bps dari 6.787% menjadi 6.822%

Benchmark UST 10 tahun sekali lagi naik hingga 3 persen. Hingga tahun ini, yield belum melampaui batas tersebut sejak 2014. Didorong sebagian oleh merosotnya pasar utang Eropa, aksi jual di Treasuries yang dimulai pekan lalu tampaknya tidak akan berhenti. Dan sekarang para trader memperhatikan keputusan Federal Reserve yang banyak diantisipasi minggu depan, ketika bank sentral diprediksi akan menaikkan suku bunga. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp7.49 triliun, dan didominasi oleh short term (< 5 years). Angka ini turun dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp11.88 triliun namun lebih lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1603.17 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut menurun dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp1610.10 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0.16% terhadap US Dollar, dari 13,853 menjadi 13,875 sedangkan IHSG meningkat 0.61% dari 6,070 menjadi 6,107.

FR0064 yield meningkat by 7.40bps dari 7.151% menjadi 7.225% sementara itu yield RI0126 meningkat sebesar 1.7bps dari 4.460% menjadi 4.477%.

Harga brent meningkat dari 75.02 menjadi 76.74 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot mengalami peningkatan dari 64.73 menjadi 65.95 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(148.00 Kb)
Daily Watch 7 Juni 2018
June 07, 2018 10:11 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index was up 4.66bps from 6.741% to 6.787%

Indian sovereign bonds slipped while the rupee climbed after the central bank raised its benchmark interest rate for the first time since 2014, but retained its neutral policy stance. Only 14 of 44 economists surveyed by Bloomberg News had predicted the Reserve Bank of India’s decision to increase the repurchase rate by 25bps to 6.25%. Thirty expected no change.

Government bonds volume was IDR11.88 trillion, and it was dominated by short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR23.12 trillion and it was lower than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR1610.10 billion, mostly short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR1736.37 billion but it was higher than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR strengthened 0.19% against USD from 13,880 to 13,853 whilst JCI was down -0.31% from 6,089 to 6,070.

FR0064 yield was up by 7.50bps from 7.076% to 7.151% while RI28 yield rose by 3.0bps from 4.430% to 4.460%.

Brent rose from 74.35 to 75.02 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price dropped from 65.52 to 64.73 USD per barrel.

 

Highlights:

Danareksa government bonds yield index naik 4.66bps dari 6.741% menjadi 6.787%

Obligasi Pemerintah India tergelincir sementara rupee naik setelah bank sentral menaikkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya sejak 2014, tetapi tetap mempertahankan sikap kebijakan netralnya. Hanya 14 dari 44 ekonom yang disurvei Bloomberg News yang memprediksikan keputusan Reserve Bank of India untuk menaikkan tingkat pembelian kembali sebesar 25bps menjadi 6,25%. Tiga puluh memperkirakan tidak ada perubahan. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp11.88 triliun, dan didominasi oleh short term (< 5 years). Angka ini mengalami penurunan dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp23.12 triliun namun lebih lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1610.10 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp1736.37 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.19% terhadap US Dollar, dari 13,880 menjadi 13,853 sedangkan IHSG mengalami penurunan -0.31% dari 6,089 menjadi 6,070.

FR0064 yield naik by 7.50bps dari 7.076% menjadi 7.151% sementara itu yield RI0126 meningkat sebesar 3.0bps dari 4.430% menjadi 4.460%.

Harga brent meningkat dari 74.35 menjadi 75.02 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot menurun dari 65.52 menjadi 64.73 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(147.77 Kb)


Weekly Report Oct 2017
Country's FCLT Rating
S & P BBB-
Moody's Baa3
Fitch BBB-

Key Market Editor
BI Rate 4.25%
JCI 5,915.00
IDR 13.52
Inflation Sep 2017(%YoY) 3.72%

Market Outstanding
Government Bond IDR 2,060.70 bn
Corporate Bond IDR 371.60 bn

Last Week Trading Volume
Government Bond IDR 73.32 bn
Corporate Bond IDR 4.85 bn

Government Bond Indices
Price Index 134.87
Yield Index 6.23%
Total Return 557.70

Benchmark Yield
FR0061 5 Year 6.19%
FR0059 10 Year 6.53%
FR0074 15 Year 7.13%
FR0072 20 Year 7.32%