Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch

Daily Watch 14 Desember 2018
December 14, 2018 10:42 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index was down 4.88bps from 8.251% to 8.202%

Chinese industrial production and retail sales growth slowed last month, though a pickup in investment may indicate that stimulus is beginning to reach the real economy. Industrial production growth decelerated to 5.4%, below all estimates. Retail sales growth slowed to 8.1%. Fixed-asset investment growth sped up, expanding 5.9% in the 11M 2018. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR9.35 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was lower than the previous day transaction of IDR19.83 trillion and it was lower than its YTD average of IDR18.26 trillion.

Corporate bonds volume was IDR815.40 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR764.78 billion but it was lower than its YTD average of IDR1024.76 billion.

IDR strengthened 0.69% against USD from 14,598 to 14,497 whilst JCI was up 1.02% from 6,116 to 6,178.

FR0064 yield stabled by 0.00bps from 8.156% to 8.156% while RI28 yield was down by -8.0bps from 4.689% to 4.609%.

Brent increased from 59.15 to 60.66 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price increased from 51.15 to 52.58 USD per barrel.

 

Highlights:

Danareksa government bonds yield index menurun 4.88bps dari 8.251% menjadi 8.202%

Produksi industri Cina dan pertumbuhan penjualan ritel melambat bulan lalu, meskipun kenaikan dalam investasi dapat menunjukkan bahwa stimulus mulai mencapai ekonomi riil. Pertumbuhan produksi industri melambat menjadi 5,4%, di bawah semua perkiraan. Pertumbuhan penjualan ritel melambat menjadi 8,1%. Pertumbuhan investasi aset tetap meningkat 5,9% di 11M 2018. (Bloomberg)

Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp9.35 triliun, dan dinominasi oleh tenor menengah (5-15 tahun). Angka tersebut mengalami penurunan dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp19.83 triliun namun angka tersebut lebih rendah dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp18.26 triliun.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp815.40 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut naik dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp764.78 miliar namun lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1024.76 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.69% terhadap US Dollar, dari 14,598 menjadi 14,497 sedangkan IHSG meningkat 1.02% dari 6,116 menjadi 6,178.

FR0064 yield stabil by 0.00bps dari 8.156% menjadi 8.156% sementara itu yield RI0126 turun sebesar -8.0bps dari 4.689% menjadi 4.609%.

Harga brent meningkat dari 59.15 menjadi 60.66 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot mengalami peningkatan dari 51.15 menjadi 52.58 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(109.82 Kb)
Daily Watch 13 Desember 2018
December 13, 2018 14:53 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index was down 1.57bps from 8.267% to 8.251%

Mario Draghi is about to end an era by halting the European Central Bank’s flagship stimulus program even with an economic outlook that is murky at best. The ECB president is expected to stick to the plan made six months ago to end bond purchases at 2.6 trillion euros ($3 trillion), arguing that the euro area’s fundamentals are still sound enough to support the buildup of inflation. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR19.83 trillion, and it was dominated by short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR10.79 trillion and it was higher than its YTD average of IDR18.30 trillion.

Corporate bonds volume was IDR764.78 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR761.50 billion but it was lower than its YTD average of IDR1025.67 billion.

IDR strengthened 0.07% against USD from 14,608 to 14,598 whilst JCI rose 0.64% from 6,077 to 6,116.

FR0064 yield was down by 8.40bps from 8.240% to 8.156% while RI28 yield declined by -4.6bps from 4.735% to 4.689%.

Brent was down from 59.54 to 59.15 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price declined from 51.65 to 51.15 USD per barrel.

 

Highlights:

Danareksa government bonds yield index menurun 1.57bps dari 8.267% menjadi 8.251%

Mario Draghi akan mengakhiri sebuah era dengan menghentikan program stimulus unggulan Bank Sentral Eropa bahkan dengan prospek ekonomi yang paling suram. Presiden ECB diperkirakan akan tetap pada rencana yang dibuat enam bulan lalu untuk mengakhiri pembelian obligasi sebesar 2,6 triliun euro ($ 3 triliun), dengan alasan bahwa fundamental kawasan euro masih cukup kuat untuk mendukung penumpukan inflasi. (Bloomberg)

Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp19.83 triliun, dan dinominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Angka tersebut naik dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp10.79 triliun namun angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp18.30 triliun.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp764.78 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut naik dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp761.50 miliar namun lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1025.67 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.07% terhadap US Dollar, dari 14,608 menjadi 14,598 sedangkan IHSG naik 0.64% dari 6,077 menjadi 6,116.

FR0064 yield mengalami penurunan by 8.40bps dari 8.240% menjadi 8.156% sementara itu yield RI0126 menurun sebesar -4.6bps dari 4.735% menjadi 4.689%.

Harga brent mengalami penurunan dari 59.54 menjadi 59.15 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot mengalami penurunan dari 51.65 menjadi 51.15 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(110.25 Kb)
Daily Watch 12 Desember 2018
December 12, 2018 09:58 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index was up 5.61bps from 8.207% to 8.263%

China is moving toward cutting its trade-war tariffs on imported U.S.-made cars. A proposal to reduce levies to 15% from the current 40% has been submitted to China's Cabinet to be reviewed in the coming days. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR10.79 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was lower than the previous day transaction of IDR38.79 trillion and it was lower than its YTD average of IDR18.29 trillion. (Bloomberg)

Corporate bonds volume was IDR761.50 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR400.45 billion but it was lower than its YTD average of IDR1026.81 billion.

IDR weakened 0.38% against USD from 14,553 to 14,608 whilst JCI fell -0.57% from 6,111 to 6,077.

FR0064 yield climbed up by 16.60bps from 8.074% to 8.240% while RI28 yield fell by -0.4bps from 4.739% to 4.735%.

Brent climbed up from 58.78 to 59.54 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price advanced from 51.00 to 51.65 USD per barrel.

 

Highlights:

Danareksa government bonds yield index mengalami peningkatan 5.61bps dari 8.207% menjadi 8.263%

China sedang berencana melakukan pemotongan tarif perang dagang pada mobil buatan AS yang diimpor. Sebuah proposal untuk mengurangi retribusi hingga 15% dari 40% saat ini telah diserahkan kepada Kabinet untuk ditinjau dalam beberapa hari mendatang. (Bloomberg).

Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp10.79 triliun, dan dinominasi oleh tenor menengah (5-15 tahun). Angka tersebut turun dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp38.79 triliun namun angka tersebut lebih rendah dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp18.29 triliun.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp761.50 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut naik dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp400.45 miliar namun lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1026.81 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0.38% terhadap US Dollar, dari 14,553 menjadi 14,608 sedangkan IHSG turun -0.57% dari 6,111 menjadi 6,077.

FR0064 yield naik by 16.60bps dari 8.074% menjadi 8.240% sementara itu yield RI0126 turun sebesar -0.4bps dari 4.739% menjadi 4.735%.

Harga brent mengalami peningkatan dari 58.78 menjadi 59.54 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot meningkat dari 51.00 menjadi 51.65 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(109.63 Kb)


Weekly Report Oct 2017
Country's FCLT Rating
S & P BBB-
Moody's Baa3
Fitch BBB-

Key Market Editor
BI Rate 4.25%
JCI 5,915.00
IDR 13.52
Inflation Sep 2017(%YoY) 3.72%

Market Outstanding
Government Bond IDR 2,060.70 bn
Corporate Bond IDR 371.60 bn

Last Week Trading Volume
Government Bond IDR 73.32 bn
Corporate Bond IDR 4.85 bn

Government Bond Indices
Price Index 134.87
Yield Index 6.23%
Total Return 557.70

Benchmark Yield
FR0061 5 Year 6.19%
FR0059 10 Year 6.53%
FR0074 15 Year 7.13%
FR0072 20 Year 7.32%