Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch

Daily Watch 22 Juni 2017
June 22, 2017 09:56 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index climbed up 1.09bps from 6.888% to 6.899%

Japanese investors were net buyers of foreign bonds during the week ended June 16 according to figures released by the Ministry of Finance in Tokyo. Japanese investors bought 1.1t yen ($9.8b) in overseas bonds and notes and bought 367.1b yen in overseas stocks. Foreign investors sold 601.8b yen in Japanese bonds and sold 331.6b yen in Japanese stocks. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR9.32 trillion, and it was dominated by short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR27.74 trillion and it was lower than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR936.68 billion, mostly short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR1466.12 billion but it was higher than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR weakened 0.20% against USD from 13,292 to 13,318 whilst JCI climbed up 0.46% from 5,792 to 5,819.

FR0059 yield climbed up by 4.90bps from 6.748% to 6.797% while RI250115 yield rose by 0.3bps from 3.543% to 3.546%.

Brent was down from 45.22 to 44.21 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price was down from 43.23 to 42.31 USD per barrel.

Highlights:

Danareksa government bonds yield index mengalami peningkatan 1.09bps dari 6.888% menjadi 6.899%

Investor Jepang merupakan net buyers obligasi asing dalam minggu lalu yang berakhir pada 16 Juni berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian Keuangan di Tokyo. Investor Jepang membeli 1,1 triliun yen ($9,8 miliar) pada obligasi asing dan membeeli 367,1 miliar pada stocks asing. Investor asing menjual 601,8 miliar yen obligasi Jepang dan menjual 331,6 miliar stocks Jepang. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp9.32 triliun, dan didominasi oleh short term (< 5 years). Angka ini mengalami penurunan dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp27.74 triliun namun lebih lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp936.68 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut turun dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp1466.12 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0.20% terhadap US Dollar, dari 13,292 menjadi 13,318 sedangkan IHSG meningkat 0.46% dari 5,792 menjadi 5,819.

FR0059 yield naik by 4.90bps dari 6.748% menjadi 6.797% sementara itu yield RI250115 naik sebesar 0.3bps dari 3.543% menjadi 3.546%.

Harga brent menurun dari 45.22 menjadi 44.21 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot turun dari 43.23 menjadi 42.31 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(146.35 Kb)
Daily Watch 21 Juni 2017
June 21, 2017 08:49 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index climbed up 1.03bps from 6.878% to 6.888%

China used a new tool to boost liquidity in its government-bond market for the first time Tuesday, purchasing one-year notes that had seen limited demand among investors. The operation is part of a broader initiative to generate a reliable yield curve for risk-free government debt that can serve as a benchmark for borrowing costs across the economy. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR27.74 trillion, and it was dominated by short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR8.30 trillion and it was higher than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR1466.12 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR728.90 billion and it was higher than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR weakened 0.08% against USD from 13,282 to 13,292 whilst JCI increased 0.87% from 5,742 to 5,792.

FR0059 yield dropped by 0.50bps from 6.753% to 6.748% while RI250115 yield increased by 0.3bps from 3.540% to 3.543%.

Brent was down from 46.30 to 45.22 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price fell from 44.20 to 43.23 USD per barrel.

Highlights:

Danareksa government bonds yield index mengalami peningkatan 1.03bps dari 6.878% menjadi 6.888%

China menggunakan instrumen baru untuk meningkatkan likuiditas di pasar obligasi pemerintah untuk pertama kalinya pada hari Selasa, membeli notes satu tahun yang terlihat memiliki permintaan yang terbatas di kalangan investor. Operasi ini merupakan bagian dari inisiatif untuk menghasilkan yield curve yang dapat diandalkan sebagai risk-free utang pemerintah dan dapat dijadikan benchmark untuk biaya pinjaman di seluruh ekonomi. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp27.74 triliun, dan didominasi oleh short term (< 5 years). Angka ini meningkat dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp8.30 triliun namun lebih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1466.12 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut mengalami peningkatan dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp728.90 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0.08% terhadap US Dollar, dari 13,282 menjadi 13,292 sedangkan IHSG naik 0.87% dari 5,742 menjadi 5,792.

FR0059 yield mengalami penurunan by 0.50bps dari 6.753% menjadi 6.748% sementara itu yield RI250115 mengalami peningkatan sebesar 0.3bps dari 3.540% menjadi 3.543%.

Harga brent menurun dari 46.30 menjadi 45.22 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot mengalami penurunan dari 44.20 menjadi 43.23 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(147.42 Kb)
Daily Watch 20 Juni 2017
June 20, 2017 09:19 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index turun 1.81bps dari 6.896% menjadi 6.878%

One of the world’s least volatile currencies, the yuan was already a challenging trade before China’s central bank started stepping up control. Swings in the yuan have only become more muted since May 26, when the PBOC flagged including an extra factor in the formula used to calculate the daily reference rate, one of its chief tools for managing the currency. (Bloomber

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp8.30 triliun, dan didominasi oleh short term (< 5 years). Angka ini mengalami penurunan dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp9.16 triliun namun lebih lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp728.90 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut turun dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp804.50 miliar namun lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.03% terhadap US Dollar, dari 13,298 menjadi 13,294 sedangkan IHSG naik 0.32% dari 5,724 menjadi 5,742.

FR0059 yield menurun by 4.30bps dari 6.796% menjadi 6.753% sementara itu yield RI250115 menurun sebesar -0.3bps dari 3.543% menjadi 3.540%.

Harga brent turun dari 46.65 menjadi 46.30 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot turun dari 44.74 menjadi 44.20 USD per barrel.

Highlights:

Danareksa government bonds yield index was down 1.81bps from 6.896% to 6.878%

Salah satu mata uang yang paling volatile, Yuan sudah menjadi tantangan sebelum bank sentral China mulai meningkatkan kontrolnya. Swings dalam yuan menjadi lebih teredam sejak 26 Mei, ketika PBOC menandai faktor tambahan dalam formula yang digunakan untuk menghitung tingkat referensi harian, salah satu alat utamanya untuk mengelola mata uang. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR8.30 trillion, and it was dominated by short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR9.16 trillion and it was lower than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR728.90 billion, mostly short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR804.50 billion and it was lower than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR strengthened 0.03% against USD from 13,298 to 13,294 whilst JCI rose 0.32% from 5,724 to 5,742.

FR0059 yield dropped by 4.30bps from 6.796% to 6.753% while RI250115 yield dropped by -0.3bps from 3.543% to 3.540%.

Brent decreased from 46.65 to 46.30 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price was down from 44.74 to 44.20 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(148.04 Kb)


Weekly Report Aug 2016
Country's FCLT Rating
S & P BB+
Moody's Baa3
Fitch BBB-

Key Market Editor
BI Rate 6.50%
JCI 5,421.00
IDR 13.01
Inflation Oct 16(%YoY) 3.07%

Market Outstanding
Government Bond IDR 1.74 bn
Corporate Bond IDR 295.90 bn

Last Week Trading Volume
Government Bond IDR 40.72 bn
Corporate Bond IDR 2.35 bn

Government Bond Indices
Price Index 132.20
Yield Index 7.13%
Total Return 507.70

Benchmark Yield
FR0053 5 Year 6.82%
FR0056 10 Year 7.01%
FR0073 15 Year 7.38%
FR0072 20 Year 7.57%