Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch

Daily Watch 12 November 2019
November 12, 2019 14:53 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index was up 1.44bps from 6.845% to 6.859%

President Donald Trump is expected to push back a decision on whether to impose tariffs on European Union automobile imports for six months. The Trump administration has until Wednesday to decide whether to slap import tariffs on cars and auto parts. That deadline has already been pushed back from May. (CNBC)

Government bonds volume was IDR25.26 trillion, and it was dominated by short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR25.12 trillion and it was higher than its YTD average of IDR18.16 trillion.

Corporate bonds volume was IDR25.26 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR25.12 billion and it was higher than its YTD average of IDR1044.25 billion.

IDR weakened 0.38% against USD from 14,014 to 14,067 whilst JCI was down -0.47% from 6,178 to 6,149.

FR0078 yield was up by 5.30bps from 6.948% to 7.001% while RI28 yield stabled by 0.0bps from 3.029% to 3.029%.

Brent decreased from 62.97 to 62.41 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price was down from 57.24 to 56.86 USD per barrel.

 

Highlights:

Danareksa government bonds yield index mengalami peningkatan 1.44bps dari 6.845% menjadi 6.859%

Presiden Donald Trump diperkirakan akan menahan kembali keputusan tentang apakah akan mengenakan tarif pada impor mobil Uni Eropa selama enam bulan. Administrasi Trump memiliki waktu hingga Rabu untuk memutuskan apakah akan memberikan tarif impor pada mobil dan suku cadang mobil. Batas waktu itu telah diundur sejak Mei. (CNBC)

Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp25.26 triliun, dan dinominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Angka tersebut naik dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp25.12 triliun namun angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp18.16 triliun.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp2183.19 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut naik dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp1173.53 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1044.25 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0.38% terhadap US Dollar, dari 14,014 menjadi 14,067 sedangkan IHSG menurun -0.47% dari 6,178 menjadi 6,149.

FR0078 yield naik by 5.30bps dari 6.948% menjadi 7.001% sementara itu yield RI28 stabil sebesar 0.0bps dari 3.029% menjadi 3.029%.

Harga brent turun dari 62.97 menjadi 62.41 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot menurun dari 57.24 menjadi 56.86 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(109.41 Kb)
Daily Watch 11 November 2019
November 11, 2019 15:38 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index fell 1.74bps from 6.865% to 6.848%

Emerging-market stocks gained for a fifth straight week, the longest winning streak since July, while currencies halted a five-week advance amid muddied trade messages. Developing-nation assets rose early in the week as both the U.S. and China said they had agreed to roll back tariffs in phases, but the mood soured on Friday after President Donald Trump said the U.S. hasn’t agreed to do so. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR25.12 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was higher than the previous day transaction of IDR20.53 trillion and it was higher than its YTD average of IDR18.16 trillion.

Corporate bonds volume was IDR25.12 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR20.53 billion and it was higher than its YTD average of IDR1044.25 billion.

IDR weakened 0.11% against USD from 13,998 to 14,014 whilst JCI increased 0.20% from 6,166 to 6,178.

FR0078 yield declined by 2.70bps from 6.975% to 6.948% while RI28 yield was up by 2.2bps from 3.007% to 3.029%.

Brent increased from 62.70 to 62.97 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price rose from 57.15 to 57.24 USD per barrel.

 

Highlights:

Danareksa government bonds yield index mengalami penurunan 1.74bps dari 6.865% menjadi 6.848%

Saham-saham pasar berkembang menguat selama lima minggu berturut-turut, kenaikan beruntun terpanjang sejak Juli, sementara pergerakan mata uang menghentikan kenaikan lima minggu di tengah pesan perdagangan yang membingungkan. Aset negara berkembang naik di awal minggu karena AS dan China mengatakan mereka telah setuju untuk menurunkan tarif secara bertahap, tetapi suasana memburuk pada hari Jumat setelah Presiden Donald Trump mengatakan AS belum setuju untuk melakukannya. (Bloomberg)

Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp25.12 triliun, dan dinominasi oleh tenor menengah (5-15 tahun). Angka tersebut naik dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp20.53 triliun namun angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp18.16 triliun.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1173.53 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut meningkat dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp663.70 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1044.25 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0.11% terhadap US Dollar, dari 13,998 menjadi 14,014 sedangkan IHSG naik 0.20% dari 6,166 menjadi 6,178.

FR0078 yield menurun by 2.70bps dari 6.975% menjadi 6.948% sementara itu yield RI28 meningkat sebesar 2.2bps dari 3.007% menjadi 3.029%.

Harga brent meningkat dari 62.70 menjadi 62.97 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot mengalami peningkatan dari 57.15 menjadi 57.24 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(110.65 Kb)
Daily Watch 08 November 2019
November 08, 2019 13:37 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index dropped 0.13bps from 6.867% to 6.865%

A Chinese Ministry of Commerce spokesman said that both sides in the trade dispute have agreed to roll back tariffs in phases as they work toward a deal. If confirmed by the U.S., such an understanding would provide a road map for a de-escalation of the trade war. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR20.53 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was lower than the previous day transaction of IDR24.15 trillion but it was higher than its YTD average of IDR18.16 trillion.

Corporate bonds volume was IDR20.53 billion, mostly short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR24.15 billion and it was lower than its YTD average of IDR1044.25 billion.

IDR strengthened 0.18% against USD from 14,023 to 13,998 whilst JCI fell -0.84% from 6,218 to 6,166.

FR0078 yield advanced by 1.20bps from 6.963% to 6.975% while RI28 yield decreased by -0.6bps from 3.013% to 3.007%.

Brent climbed up from 62.01 to 62.70 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price was up from 56.35 to 57.15 USD per barrel.

 

Highlights:

Danareksa government bonds yield index mengalami penurunan 0.13bps dari 6.867% menjadi 6.865%

Seorang juru bicara Kementerian Perdagangan China mengatakan bahwa kedua belah pihak dalam perselisihan perdagangan telah setuju untuk menurunkan tarif secara bertahap saat mereka berupaya mencapai kesepakatan. Jika dikonfirmasi oleh A.S., hal tersebut merupakan jalan untuk de-eskalasi perang dagang. (Bloomberg)

Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp20.53 triliun, dan dinominasi oleh tenor menengah (5-15 tahun). Angka tersebut turun dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp24.15 triliun namun angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp18.16 triliun.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp663.70 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp2331.55 miliar namun lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1044.25 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.18% terhadap US Dollar, dari 14,023 menjadi 13,998 sedangkan IHSG menurun -0.84% dari 6,218 menjadi 6,166.

FR0078 yield naik by 1.20bps dari 6.963% menjadi 6.975% sementara itu yield RI28 menurun sebesar -0.6bps dari 3.013% menjadi 3.007%.

Harga brent mengalami peningkatan dari 62.01 menjadi 62.70 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot naik dari 56.35 menjadi 57.15 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(108.22 Kb)


Weekly Report Oct 2017
Country's FCLT Rating
S & P BBB-
Moody's Baa3
Fitch BBB-

Key Market Editor
BI Rate 4.25%
JCI 5,915.00
IDR 13.52
Inflation Sep 2017(%YoY) 3.72%

Market Outstanding
Government Bond IDR 2,060.70 bn
Corporate Bond IDR 371.60 bn

Last Week Trading Volume
Government Bond IDR 73.32 bn
Corporate Bond IDR 4.85 bn

Government Bond Indices
Price Index 134.87
Yield Index 6.23%
Total Return 557.70

Benchmark Yield
FR0061 5 Year 6.19%
FR0059 10 Year 6.53%
FR0074 15 Year 7.13%
FR0072 20 Year 7.32%