Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch

Daily Watch 21 April 2017
April 21, 2017 09:08 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index was up 2.61bps from 7.052% to 7.078%

Weeks after Indonesia reported netting more than $10 billion from a tax amnesty, the Philippine government said it’s mulling a similar move. The Philippines is considering a more targeted approach -- focused on those avoiding paying taxes on property, estates and income -- and only plan to adopt it once authorities beef up tax compliance. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR12.86 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was higher than the previous day transaction of IDR6.95 trillion and it was higher than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR578.25 billion, mostly short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR1625.50 billion and it was lower than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR weakened 0.19% against USD from 13,298 to 13,323 whilst JCI decreased -0.20% from 5,607 to 5,595.

FR0059 yield climbed up by 4.90bps from 7.020% to 7.069% while RI250115 yield was down by -8.6bps from 3.769% to 3.683%.

Brent decreased from 54.09 to 51.96 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price declined from 52.41 to 50.27 USD per barrel.

Highlights:

Danareksa government bonds yield index mengalami peningkatan 2.61bps dari 7.052% menjadi 7.078%

Beberapa minggu setelah Indonesia mengumumkan lebih dari $10 miliar dari pengampunan pajak, Pemerintah Filipina mengatakan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan langkah serupa. Filipina mempertimbangkan pendekatan yang lebih tepat – fokus terhadap mereka yang menghindari pembayaran pajak di sektor properti, estates dan pendapatan – dan akan berencana untuk mengadopsi setelah otoritas berwenang memenuhi persyaratan pajak. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp12.86 triliun, dan didominasi oleh medium term (5-15 years). Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp6.95 triliun namun lebih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp578.25 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp1625.50 miliar namun lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0.19% terhadap US Dollar, dari 13,298 menjadi 13,323 sedangkan IHSG menurun -0.20% dari 5,607 menjadi 5,595.

FR0059 yield meningkat by 4.90bps dari 7.020% menjadi 7.069% sementara itu yield RI250115 turun sebesar -8.6bps dari 3.769% menjadi 3.683%.

Harga brent mengalami penurunan dari 54.09 menjadi 51.96 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot mengalami penurunan dari 52.41 menjadi 50.27 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(148.05 Kb)
Daily Watch 20 April 2017
April 20, 2017 09:26 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index dropped 0.89bps from 7.061% to 7.052%

Japanese exports grew at the fastest rate in more than two years in March, supporting a moderate economic recovery in the face of weak domestic demand. Exports rose 12% from a year earlier, according to data released by the Ministry of Finance. The trade surplus for March was 614.7 bn yen ($5.64 bn). (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR6.95 trillion, and it was dominated by short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR3.87 trillion but it was lower than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR1625.50 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR1102.60 billion and it was higher than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR weakened 0.09% against USD from 13,286 to 13,298 whilst JCI advanced 0.52% from 5,577 to 5,607.

FR0059 yield fell by 0.90bps from 7.030% to 7.021% while RI250115 yield stabled by 0.0bps from 3.769% to 3.769%.

Brent declined from 54.80 to 54.09 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price fell from 52.65 to 52.41 USD per barrel.

Highlights:

Danareksa government bonds yield index turun 0.89bps dari 7.061% menjadi 7.052%

Pertumbuhan ekspor Jepang berada di laju tercepat dalam 2 tahun pada Maret, mendorong perbaikan ekonomi yang moderat di tengah permintaan domestik yang lemah. Ekspor meningkat 12% dari setahun sebelumnya, berdasarkan data yang dirilis oleh MoF. Surplus pada bulan Maret mencapai 614 miliar Yen, (atau $5.6 miliar). (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp6.95 triliun, dan didominasi oleh short term (< 5 years). Angka ini meningkat dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp3.87 triliun namun lebih lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1625.50 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut naik dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp1102.60 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0.09% terhadap US Dollar, dari 13,286 menjadi 13,298 sedangkan IHSG naik 0.52% dari 5,577 menjadi 5,607.

FR0059 yield mengalami penurunan by 0.90bps dari 7.030% menjadi 7.021% sementara itu yield RI250115 stabil sebesar 0.0bps dari 3.769% menjadi 3.769%.

Harga brent mengalami penurunan dari 54.80 menjadi 54.09 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot mengalami penurunan dari 52.65 menjadi 52.41 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(148.22 Kb)
Daily Watch 18 April 2017
April 20, 2017 09:25 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index was up 1.24bps from 7.052% to 7.065%

U.S. government bonds were lower in late trading Monday, tracking a rise in the dollar driven by fresh comments from Treasury Secretary Steven Mnuchin, who said a strong currency is good over time. Ten-year yields were higher by 1.8bps at 2.26%. They declined as much as 4.1bps during the Asian trading session to 2.197%, the lowest level since Nov. 17. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR3.87 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was lower than the previous day transaction of IDR11.01 trillion and it was lower than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR1102.60 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR1093.00 billion and it was higher than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR weakened 0.00% against USD from 13,282 to 13,282 whilst JCI fell -0.70% from 5,617 to 5,577.

FR0059 yield climbed up by 2.00bps from 7.008% to 7.028% while RI250115 yield was down by -0.3bps from 3.772% to 3.769%.

Brent climbed up from 54.70 to 54.80 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price was down from 53.18 to 52.65 USD per barrel.

Highlights:

Danareksa government bonds yield index naik 1.24bps dari 7.052% menjadi 7.065%

Obligasi pemerintah AS lebih rendah pada akhir perdagangan Senin, mengikuti kenaikan dolar yang didorong oleh komentar segar dari Menteri Keuangan Steven Mnuchin, yang mengatakan mata uang yang kuat baik dari waktu ke waktu. Yield 10-tahun lebih tinggi oleh 1.8bps di 2,26%. Obligasi US turun sebanyak 4.1bps selama sesi perdagangan Asia untuk 2,197%, level terendah sejak 17 November (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp3.87 triliun, dan didominasi oleh medium term (5-15 years). Angka ini mengalami penurunan dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp11.01 triliun namun lebih lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1102.60 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut meningkat dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp1093.00 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0.00% terhadap US Dollar, dari 13,282 menjadi 13,282 sedangkan IHSG menurun -0.70% dari 5,617 menjadi 5,577.

FR0059 yield naik by 2.00bps dari 7.008% menjadi 7.028% sementara itu yield RI250115 mengalami penurunan sebesar -0.3bps dari 3.772% menjadi 3.769%.

Harga brent mengalami peningkatan dari 54.70 menjadi 54.80 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot mengalami penurunan dari 53.18 menjadi 52.65 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(148.02 Kb)


Weekly Report Aug 2016
Country's FCLT Rating
S & P BB+
Moody's Baa3
Fitch BBB-

Key Market Editor
BI Rate 6.50%
JCI 5,421.00
IDR 13.01
Inflation Oct 16(%YoY) 3.07%

Market Outstanding
Government Bond IDR 1.74 bn
Corporate Bond IDR 295.90 bn

Last Week Trading Volume
Government Bond IDR 40.72 bn
Corporate Bond IDR 2.35 bn

Government Bond Indices
Price Index 132.20
Yield Index 7.13%
Total Return 507.70

Benchmark Yield
FR0053 5 Year 6.82%
FR0056 10 Year 7.01%
FR0073 15 Year 7.38%
FR0072 20 Year 7.57%