Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch

Daily Watch 18 April 2019
April 18, 2019 14:33 WIB

Highlights:

 

Danareksa government bonds yield index dropped 2.58bps from 7.586% to 7.561%

Senior U.S. and Chinese officials are scheduling two more rounds of face-to-face trade talks in an effort to reach a deal that President Donald Trump and his Chinese counterpart Xi Jinping could possibly sign by late May, a person familiar with the plans said. U.S. Trade Representative Robert Lighthizer and Treasury Secretary Steven Mnuchin plan to travel to Beijing the week of April 29, according to the person, who spoke on condition of anonymity to discuss internal deliberations. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR19.39 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was lower than the previous day transaction of IDR53.28 trillion but it was higher than its YTD average of IDR18.16 trillion.

Corporate bonds volume was IDR19.39 billion, mostly short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR53.28 billion and it was higher than its YTD average of IDR1044.25 billion.

IDR weakened 0.16% against USD from 14,063 to 14,085 whilst JCI climbed up 0.72% from 6,435 to 6,482.

FR0078 yield was down by 4.50bps from 7.638% to 7.593% while RI28 yield dropped by -1.2bps from 3.923% to 3.911%.

Brent climbed up from 70.92 to 71.34 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price rose from 63.40 to 64.05 USD per barrel.

 

Highlights:

 

 

Danareksa government bonds yield index mengalami penurunan 2.58bps dari 7.586% menjadi 7.561%

Pejabat senior AS dan China menjadwalkan dua putaran lagi perundingan perdagangan tatap muka dalam upaya mencapai kesepakatan yang mungkin ditandatangani Presiden Donald Trump dan rekannya dari Tiongkok Xi Jinping pada akhir Mei. Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin berencana untuk melakukan perjalanan ke Beijing pada minggu 29 April, menurut orang tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim untuk membahas pertimbangan internal. (Bloomberg)

Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp19.39 triliun, dan dinominasi oleh tenor menengah (5-15 tahun). Angka tersebut menurun dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp53.28 triliun namun angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp18.16 triliun.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1269.95 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut mengalami peningkatan dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp964.36 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1044.25 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0.16% terhadap US Dollar, dari 14,063 menjadi 14,085 sedangkan IHSG naik 0.72% dari 6,435 menjadi 6,482.

FR0078 yield turun by 4.50bps dari 7.638% menjadi 7.593% sementara itu yield RI28 turun sebesar -1.2bps dari 3.923% menjadi 3.911%.

Harga brent naik dari 70.92 menjadi 71.34 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot meningkat dari 63.40 menjadi 64.05 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(110.09 Kb)
Daily Watch 16 April 2019
April 16, 2019 09:04 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index dropped 1.40bps from 7.603% to 7.589%

China is considering a U.S. request to shift some tariffs on key agricultural goods to other products so the Trump administration can sell any eventual trade deal as a win for farmers ahead of the 2020 election. The step would involve China moving retaliatory duties it imposed starting last July on $50 billion worth of U.S. goods to non-agricultural imports, said the people. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR53.28 trillion, and it was dominated by short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR13.04 trillion and it was higher than its YTD average of IDR18.16 trillion.

Corporate bonds volume was IDR53.28 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR13.04 billion but it was lower than its YTD average of IDR1044.25 billion.

IDR strengthened 0.40% against USD from 14,120 to 14,063 whilst JCI advanced 0.46% from 6,406 to 6,435.

FR0078 yield was down by 2.40bps from 7.662% to 7.638% while RI28 yield was up by 3.0bps from 3.893% to 3.923%.

Brent fell from 71.04 to 70.92 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price decreased from 63.89 to 63.40 USD per barrel.

 

Highlights:

Danareksa government bonds yield index turun 1.40bps dari 7.603% menjadi 7.589%

China sedang mempertimbangkan permintaan A.S. untuk mengalihkan beberapa tarif atas barang-barang pertanian utama ke produk lain sehingga administrasi Trump dapat menjual kesepakatan perdagangan apa pun sebagai kemenangan bagi para petani menjelang pemilihan 2020. Langkah itu akan melibatkan China memindahkan tugas pembalasan yang diberlakukan mulai Juli lalu atas barang-barang AS senilai $ 50 miliar ke impor non-pertanian. (Bloomberg)

Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp53.28 triliun, dan dinominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp13.04 triliun namun angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp18.16 triliun.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp964.36 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut meningkat dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp856.42 miliar namun lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1044.25 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.40% terhadap US Dollar, dari 14,120 menjadi 14,063 sedangkan IHSG meningkat 0.46% dari 6,406 menjadi 6,435.

FR0078 yield turun by 2.40bps dari 7.662% menjadi 7.638% sementara itu yield RI28 mengalami peningkatan sebesar 3.0bps dari 3.893% menjadi 3.923%.

Harga brent turun dari 71.04 menjadi 70.92 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot mengalami penurunan dari 63.89 menjadi 63.40 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(109.72 Kb)
Daily Watch 12 April 2019
April 12, 2019 11:03 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index increased 0.25bps from 7.595% to 7.597%

Japan is finally stepping into the ring for a fight it had managed to dodge for more than two years: Bilateral trade talks with U.S. President Donald Trump. The world’s third-biggest economy has a lot at stake in the talks, which are expected to start next week in Washington just as the U.S.’s negotiations with China appear to be winding down. Prime Minister Shinzo Abe is desperate to avoid tariffs or quotas on lucrative auto exports, while Trump wants to crack open Japan’s agricultural market and reduce a $60 billion trade deficit. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR24.69 trillion, and it was dominated by short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR21.50 trillion and it was higher than its YTD average of IDR18.16 trillion.

Corporate bonds volume was IDR24.69 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR21.50 billion and it was higher than its YTD average of IDR1044.25 billion.

IDR strengthened 0.09% against USD from 14,153 to 14,140 whilst JCI dropped -1.05% from 6,478 to 6,410.

FR0078 yield climbed up by 0.30bps from 7.650% to 7.653% while RI28 yield was down by -1.3bps from 3.887% to 3.874%.

Brent was down from 71.23 to 70.63 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price dropped from 64.61 to 63.58 USD per barrel.

 

Highlights:

Danareksa government bonds yield index naik 0.25bps dari 7.595% menjadi 7.597%

Jepang akhirnya melangkah ke ring untuk pertarungan yang telah berhasil dihindarinya selama lebih dari dua tahun: pembicaraan perdagangan bilateral dengan Presiden AS Donald Trump. Ekonomi terbesar ketiga di dunia ini memiliki banyak hal yang dipertaruhkan dalam perundingan, yang diperkirakan akan dimulai minggu depan di Washington tepat saat perundingan AS dengan China tampaknya akan berakhir. Perdana Menteri Shinzo Abe sangat ingin menghindari tarif atau kuota pada ekspor mobil yang menguntungkan, sementara Trump ingin membuka pasar pertanian Jepang dan mengurangi defisit perdagangan $ 60 miliar. (Bloomberg)

Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp24.69 triliun, dan dinominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp21.50 triliun namun angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp18.16 triliun.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1196.97 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut naik dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp825.56 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1044.25 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.09% terhadap US Dollar, dari 14,153 menjadi 14,140 sedangkan IHSG turun -1.05% dari 6,478 menjadi 6,410.

FR0078 yield meningkat by 0.30bps dari 7.650% menjadi 7.653% sementara itu yield RI28 menurun sebesar -1.3bps dari 3.887% menjadi 3.874%.

Harga brent turun dari 71.23 menjadi 70.63 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot menurun dari 64.61 menjadi 63.58 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(109.17 Kb)


Weekly Report Oct 2017
Country's FCLT Rating
S & P BBB-
Moody's Baa3
Fitch BBB-

Key Market Editor
BI Rate 4.25%
JCI 5,915.00
IDR 13.52
Inflation Sep 2017(%YoY) 3.72%

Market Outstanding
Government Bond IDR 2,060.70 bn
Corporate Bond IDR 371.60 bn

Last Week Trading Volume
Government Bond IDR 73.32 bn
Corporate Bond IDR 4.85 bn

Government Bond Indices
Price Index 134.87
Yield Index 6.23%
Total Return 557.70

Benchmark Yield
FR0061 5 Year 6.19%
FR0059 10 Year 6.53%
FR0074 15 Year 7.13%
FR0072 20 Year 7.32%