Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch

Daily Watch 22 Oktober 2018
October 22, 2018 09:10 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index climbed up 2.85bps from 8.566% to 8.595%

Aussie bonds futures gain from the open with Treasuries. S&P E-minis futures open lower after President Donald Trump said he plans to exit a major arms control treaty with Russia. U.S. 10-year cash bond yields to open ~1bp lower as futures edge higher from the open. Moody’s downgraded Italy by one notch on Friday, but shifted the outlook to “stable,” which removes threat to index inclusion and shift to junk. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR10.13 trillion, and it was dominated by short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR20.74 trillion and it was lower than its YTD average of IDR18.20 trillion.

Corporate bonds volume was IDR1132.85 billion, mostly short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR1262.54 billion but it was higher than its YTD average of IDR1050.94 billion.

IDR strengthened 0.05% against USD from 15,195 to 15,187 whilst JCI declined -0.14% from 5,845 to 5,837.

FR0064 yield was up by 7.80bps from 8.539% to 8.617% while RI28 yield rose by 4.6bps from 4.744% to 4.790%.

Brent advanced from 79.37 to 80.12 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price rose from 68.65 to 69.12 USD per barrel.

 

Highlights:

Danareksa government bonds yield index meningkat 2.85bps dari 8.566% menjadi 8.595%

Aussie bonds futures mendapatkan keuntungan dari pembukaan dengan Treasuries. S & P E-Minis futures dibuka lebih rendah setelah Presiden Donald Trump mengatakan dia berencana untuk keluar dari perjanjian kontrol senjata utama dengan Rusia. Yield obligasi 10 tahun AS akan dibuka ~ 1bp lebih rendah karena futures edge lebih tinggi dari pembukaan. Moody’s menurunkan peringkat Italia satu tingkat pada hari Jumat, tetapi mengubah pandangan ke "stabil," yang menghilangkan ancaman terhadap indeks inklusi dan beralih ke junk. (Bloomberg)

Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp10.13 triliun, dan dinominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Angka tersebut turun dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp20.74 triliun namun angka tersebut lebih rendah dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp18.20 triliun.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1132.85 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp1262.54 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1050.94 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.05% terhadap US Dollar, dari 15,195 menjadi 15,187 sedangkan IHSG mengalami penurunan -0.14% dari 5,845 menjadi 5,837.

FR0064 yield meningkat by 7.80bps dari 8.539% menjadi 8.617% sementara itu yield RI0126 meningkat sebesar 4.6bps dari 4.744% menjadi 4.790%.

Harga brent mengalami peningkatan dari 79.37 menjadi 80.12 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot mengalami peningkatan dari 68.65 menjadi 69.12 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(110.55 Kb)
Daily Watch 19 Oktober 2018
October 19, 2018 09:18 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index was down 1.68bps from 8.585% to 8.568%

Yields on the Indonesia’s 10-year bonds dropped for a third day on Thursday, taking the decline to around 30 basis points, the most in three months. Optimism was ignited as the rupiah’s precipitous slide stalled and the finance minister said the government may post the smallest budget deficit in six years. However, It’s still too early to call a top to this year’s relentless advance in yields according to analysts. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR20.74 trillion, and it was dominated by short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR17.11 trillion and it was higher than its YTD average of IDR18.24 trillion.

Corporate bonds volume was IDR1262.54 billion, mostly short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR1374.16 billion but it was higher than its YTD average of IDR1050.51 billion.

IDR weakened 0.30% against USD from 15,150 to 15,195 whilst JCI decreased -0.40% from 5,869 to 5,845.

FR0064 yield declined by 8.90bps from 8.633% to 8.544% while RI28 yield was up by 2.6bps from 4.718% to 4.744%.

Brent declined from 80.43 to 79.37 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price fell from 69.75 to 68.65 USD per barrel.

 

Highlights:

Danareksa government bonds yield index turun 1.68bps dari 8.585% menjadi 8.568%

Yield obligasi Indonesia menurun untuk hari ketiga pada Kamis, total menurun sekitar 30bps, terbesar dalam 3 bulan. Optimism muncul ketika pelemahan rupiah terhenti dan Menteri Keuangan mengatakan pemerintah dapat mencatatkan budget deficit terkecil dalam enam tahun. Namun, masih terlalu dini untuk menganggap ini sebagai puncak titik balik menurut analyst.  (Bloomberg)

Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp20.74 triliun, dan dinominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp17.11 triliun namun angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp18.24 triliun.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1262.54 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut menurun dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp1374.16 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1050.51 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0.30% terhadap US Dollar, dari 15,150 menjadi 15,195 sedangkan IHSG turun -0.40% dari 5,869 menjadi 5,845.

FR0064 yield mengalami penurunan by 8.90bps dari 8.633% menjadi 8.544% sementara itu yield RI0126 meningkat sebesar 2.6bps dari 4.718% menjadi 4.744%.

Harga brent mengalami penurunan dari 80.43 menjadi 79.37 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot mengalami penurunan dari 69.75 menjadi 68.65 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(110.51 Kb)
Daily Watch 18 Oktober 2018
October 18, 2018 09:00 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index decreased 7.97bps from 8.683% to 8.604%

Indonesia’s government bonds rally after the finance minister says the budget deficit could be lower than 2% of GDP this year. Signs of improving risk sentiment among EM assets also buoyed Indonesian debt. The gap in state budget may reach a range of 1.83%-2.04% of GDP as Indonesia is seen generating more revenue from taxes, well below the 2.19% target. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR17.11 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was higher than the previous day transaction of IDR15.99 trillion but it was lower than its YTD average of IDR18.23 trillion.

Corporate bonds volume was IDR1374.16 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR386.08 billion and it was higher than its YTD average of IDR1049.40 billion.

IDR strengthened 0.34% against USD from 15,201 to 15,150 whilst JCI advanced 1.17% from 5,801 to 5,869.

FR0064 yield decreased by 13.10bps from 8.764% to 8.633% while RI28 yield was down by -0.7bps from 4.725% to 4.718%.

Brent was down from 81.67 to 80.43 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price declined from 71.92 to 69.75 USD per barrel.

 

Highlights:

Danareksa government bonds yield index menurun 7.97bps dari 8.683% menjadi 8.604%

Obligasi pemerintah Indonesia rally setelah Menteri Keuangan mengatakan budget deficit bisa lebih rendah dari 2% GDP tahun ini. Tanda-tanda membaiknya sentimen resiko EM juga meningkatkan hutang Indonesia. Gap di budget negara bisa mencapai kisaran 1,83%-2,04% GDP seiring Indonesia menghasilkan pendapatan yang lebih dari pajak, dibawah target 2,19%.

Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp17.11 triliun, dan dinominasi oleh tenor menengah (5-15 tahun). Angka tersebut meningkat dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp15.99 triliun namun angka tersebut lebih rendah dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp18.23 triliun.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1374.16 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut meningkat dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp386.08 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1049.40 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.34% terhadap US Dollar, dari 15,201 menjadi 15,150 sedangkan IHSG meningkat 1.17% dari 5,801 menjadi 5,869.

FR0064 yield mengalami penurunan by 13.10bps dari 8.764% menjadi 8.633% sementara itu yield RI0126 mengalami penurunan sebesar -0.7bps dari 4.725% menjadi 4.718%.

Harga brent mengalami penurunan dari 81.67 menjadi 80.43 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot menurun dari 71.92 menjadi 69.75 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(110.69 Kb)


Weekly Report Oct 2017
Country's FCLT Rating
S & P BBB-
Moody's Baa3
Fitch BBB-

Key Market Editor
BI Rate 4.25%
JCI 5,915.00
IDR 13.52
Inflation Sep 2017(%YoY) 3.72%

Market Outstanding
Government Bond IDR 2,060.70 bn
Corporate Bond IDR 371.60 bn

Last Week Trading Volume
Government Bond IDR 73.32 bn
Corporate Bond IDR 4.85 bn

Government Bond Indices
Price Index 134.87
Yield Index 6.23%
Total Return 557.70

Benchmark Yield
FR0061 5 Year 6.19%
FR0059 10 Year 6.53%
FR0074 15 Year 7.13%
FR0072 20 Year 7.32%