Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch

Daily Watch 26 Mei 2017
May 26, 2017 08:52 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index decreased 0.16bps from 6.996% to 6.994%

Stubbornly low Treasury yields are spurring Wall Street to slash forecasts for the months ahead. At about 2.25 percent, 10-year yields are plumbing 2017 lows, following a rally Wednesday as the central bank signaled an imminent rate hike but also a gradual approach to shrinking its massive bond portfolio. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR12.87 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was lower than the previous day transaction of IDR25.53 trillion but it was higher than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR1770.10 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR880.80 billion and it was higher than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR weakened 0.09% against USD from 13,299 to 13,311 whilst JCI was down -0.47% from 5,731 to 5,703.

FR0059 yield declined by 2.50bps from 6.945% to 6.920% while RI250115 yield was up by 1.9bps from 3.648% to 3.667%.

Brent was down from 53.66 to 53.39 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price declined from 51.17 to 51.11 USD per barrel.

Highlights:

Danareksa government bonds yield index turun 0.16bps dari 6.996% menjadi 6.994%

Yields US Treasury yang sangat rendah mendorong Wallstreet untuk melakukan pengurangan terhadap forecast beberapa bulan ke depan. Yiel 10-tahun menyusut di 2017 menjadi sekitar 2,25%, mengikuti rally pada Rabu karena Bank Sentral mengisyaratkan adanya kenaikan suku bunga dan juga mengurangi secara bertahap portofolio obgligasinya. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp12.87 triliun, dan didominasi oleh medium term (5-15 years). Angka ini menurun dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp25.53 triliun namun lebih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1770.10 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut naik dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp880.80 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0.09% terhadap US Dollar, dari 13,299 menjadi 13,311 sedangkan IHSG mengalami penurunan -0.47% dari 5,731 menjadi 5,703.

FR0059 yield turun by 2.50bps dari 6.945% menjadi 6.920% sementara itu yield RI250115 naik sebesar 1.9bps dari 3.648% menjadi 3.667%.

Harga brent turun dari 53.66 menjadi 53.39 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot mengalami penurunan dari 51.17 menjadi 51.11 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(146.98 Kb)
Daily Watch 24 Mei 2017
May 24, 2017 08:51 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index decreased 2.51bps from 7.021% to 6.996%

The rupee and stocks extended losses after the Indian Army said it launched military raids into a Pakistan-controlled part of Kashmir to destroy camps hosting terrorists. India’s currency weakened as much as 0.5%, the most since May 18, to 64.8975 per dollar, before closing at 64.89 in Mumbai. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR25.53 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was higher than the previous day transaction of IDR15.86 trillion and it was higher than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR880.80 billion, mostly short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR984.82 billion but it was higher than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR strengthened 0.02% against USD from 13,302 to 13,299 whilst JCI dropped -0.33% from 5,749 to 5,731.

FR0059 yield declined by 1.70bps from 6.962% to 6.945% while RI250115 yield was up by 0.3bps from 3.645% to 3.648%.

Brent was up from 53.31 to 53.66 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price climbed up from 50.73 to 51.17 USD per barrel.

Highlights:

Danareksa government bonds yield index mengalami penurunan 2.51bps dari 7.021% menjadi 6.996%

Rupee dan saham di India melemah setelah tentara India mengatakan mereka melancarkan serangan militer terhadap  area Kashmir yang dikendalikan Pakistan untuk menghancurkan camp terorist. Kurs India melemah 0.5%, tertinggi sejak 18 Mei, menjadi 64.8975 per USD, sebelum ditutup pada level 64.89 di Mumbai. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp25.53 triliun, dan didominasi oleh medium term (5-15 years). Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp15.86 triliun namun lebih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp880.80 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp984.82 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.02% terhadap US Dollar, dari 13,302 menjadi 13,299 sedangkan IHSG menurun -0.33% dari 5,749 menjadi 5,731.

FR0059 yield turun by 1.70bps dari 6.962% menjadi 6.945% sementara itu yield RI250115 meningkat sebesar 0.3bps dari 3.645% menjadi 3.648%.

Harga brent naik dari 53.31 menjadi 53.66 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot mengalami peningkatan dari 50.73 menjadi 51.17 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(148.32 Kb)
Daily Watch 23 Mei 2017
May 24, 2017 08:51 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index declined 5.43bps from 7.075% to 7.021%

The one-month U.S. dollar London interbank offered rate increased to the highest since December 2008 as traders see the Fed remaining on course to raise interest rates next month. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR15.86 trillion, and it was dominated by short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR17.74 trillion but it was higher than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR984.82 billion, mostly short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR1342.05 billion but it was higher than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR strengthened 0.17% against USD from 13,325 to 13,302 whilst JCI fell -0.73% from 5,792 to 5,749.

FR0059 yield dropped by 5.00bps from 7.012% to 6.962% while RI250115 yield dropped by -2.1bps from 3.666% to 3.645%.

Brent fell from 53.36 to 53.31 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price rose from 50.33 to 50.73 USD per barrel.

Highlights:

Danareksa government bonds yield index mengalami penurunan 5.43bps dari 7.075% menjadi 7.021%

LIBOR USD 1 bulan meningkat ke level tertinggi sejak Desember 2008 seiring trader melihat bahwa the Fed masih dalam jalur untuk meningkatkan tingkat suku bunga pada bulan depan. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp15.86 triliun, dan didominasi oleh short term (< 5 years). Angka ini turun dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp17.74 triliun namun lebih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp984.82 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut menurun dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp1342.05 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.17% terhadap US Dollar, dari 13,325 menjadi 13,302 sedangkan IHSG turun -0.73% dari 5,792 menjadi 5,749.

FR0059 yield turun by 5.00bps dari 7.012% menjadi 6.962% sementara itu yield RI250115 menurun sebesar -2.1bps dari 3.666% menjadi 3.645%.

Harga brent menurun dari 53.36 menjadi 53.31 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot mengalami peningkatan dari 50.33 menjadi 50.73 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(147.79 Kb)


Weekly Report Aug 2016
Country's FCLT Rating
S & P BB+
Moody's Baa3
Fitch BBB-

Key Market Editor
BI Rate 6.50%
JCI 5,421.00
IDR 13.01
Inflation Oct 16(%YoY) 3.07%

Market Outstanding
Government Bond IDR 1.74 bn
Corporate Bond IDR 295.90 bn

Last Week Trading Volume
Government Bond IDR 40.72 bn
Corporate Bond IDR 2.35 bn

Government Bond Indices
Price Index 132.20
Yield Index 7.13%
Total Return 507.70

Benchmark Yield
FR0053 5 Year 6.82%
FR0056 10 Year 7.01%
FR0073 15 Year 7.38%
FR0072 20 Year 7.57%