Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch

Daily Watch 20 September 2017
September 20, 2017 11:15 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index dropped 0.97bps from 6.335% to 6.325%

An unexpected rally in the Malaysian ringgit to a 10-month high is spurring investors to bet that one of Asia’s most-improved currencies may be headed for better times. An undervalued currency, stronger-than-expected exports and a recovery in global oil prices have fueled a 3 percent gain in the ringgit last quarter, Asia’s best-performer. That’s a far cry from January when it plunged to an almost two-decade low after a crackdown on currency speculators contributed to $11 billion in outflows from the bond market. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR14.62 trillion, and it was dominated by short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR9.82 trillion and it was higher than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR875.36 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR325.95 billion and it was higher than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR weakened 0.18% against USD from 13,255 to 13,279 whilst JCI rose 0.28% from 5,885 to 5,901.

FR0059 yield was down by 1.90bps from 6.450% to 6.431% while RI250115 yield stabled by 0.0bps from 3.215% to 3.215%.

Brent fell from 55.08 to 54.90 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price decreased from 49.91 to 49.48 USD per barrel.

Highlights:

Danareksa government bonds yield index turun 0.97bps dari 6.335% menjadi 6.325%

Rally Ringgit yang tak terduga hingga level terkuat selama 10-bulan memicu investor untuk bertaruh bahwa satu dari Negara Asia dengan mata uang yang paling berkembang tersebut mungkin menuju arah yang lebih baik. Mata uang yang undervalue, ekspor yang lebih kuat dari ekspektasi serta harga minyak yang membaik telah mendorong 3% gain pada Ringgit selama kuartal lalu. Angka tersebut sangat jauh dibandingkan ketika Ringgit turun ke level terendah selama hampir 2 dekade pada Januari setelah spekulan forex berkontribusi pada $11 miliar outflow di pasar obligasi. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp14.62 triliun, dan didominasi oleh short term (< 5 years). Angka ini naik dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp9.82 triliun namun lebih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp875.36 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut naik dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp325.95 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0.18% terhadap US Dollar, dari 13,255 menjadi 13,279 sedangkan IHSG meningkat 0.28% dari 5,885 menjadi 5,901.

FR0059 yield menurun by 1.90bps dari 6.450% menjadi 6.431% sementara itu yield RI250115 stabil sebesar 0.0bps dari 3.215% menjadi 3.215%.

Harga brent mengalami penurunan dari 55.08 menjadi 54.90 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot menurun dari 49.91 menjadi 49.48 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(148.81 Kb)
Daily Watch 19 September 2017
September 19, 2017 08:07 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index dropped 1.89bps from 6.354% to 6.335%

China and Japan’s combined holdings of Treasuries as a share of all foreign-held U.S. government debt rose for a second straight month, reaching the highest level since October last year. The Asian nations held 36.5 percent of all foreign-held debt in July, according to U.S. Treasury data released Monday. China owns $1.17 trillion, just above Japan’s $1.11 trillion. Total foreign holdings of U.S. Treasuries rose to $6.25 trillion, close to the all-time high of $6.29 trillion set last year. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR9.82 trillion, and it was dominated by short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR12.90 trillion and it was lower than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR325.95 billion, mostly short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR747.82 billion and it was lower than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR weakened 0.11% against USD from 13,240 to 13,255 whilst JCI rose 0.21% from 5,872 to 5,885.

FR0059 yield was down by 4.80bps from 6.498% to 6.450% while RI250115 yield rose by 0.5bps from 3.211% to 3.216%.

Brent declined from 55.30 to 55.08 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price rose from 49.89 to 49.91 USD per barrel.

Highlights:

Danareksa government bonds yield index menurun 1.89bps dari 6.354% menjadi 6.335%

Kombinasi kepemilikan Jepang dan China atas US Treasury dibandingkan dengan kepemilikan asing secara keseluruhan meningkat 2 bulan berturut-turut, dan menyentuh level tertinggi sejak Oktober tahun lalu. Kedua negara Asia tersebut memiliki 36,5% dari total kepemilikan asing di July, berdasarkan data US Treasury yang dirilis Senin. China memiliki $1,17 triliun, sedikit lebih tinggi dari kepemilikan Jepang sebesar $1.11 triliun. Total kepemilikan asing di US Treasury meningkat menjadi $6.25 triliun, dekat dengan rekor tertinggi yaitu $6.29 triliun pada tahun lalu. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp9.82 triliun, dan didominasi oleh short term (< 5 years). Angka ini turun dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp12.90 triliun namun lebih lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp325.95 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp747.82 miliar namun lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0.11% terhadap US Dollar, dari 13,240 menjadi 13,255 sedangkan IHSG mengalami peningkatan 0.21% dari 5,872 menjadi 5,885.

FR0059 yield menurun by 4.80bps dari 6.498% menjadi 6.450% sementara itu yield RI250115 meningkat sebesar 0.5bps dari 3.211% menjadi 3.216%.

Harga brent menurun dari 55.30 menjadi 55.08 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot naik dari 49.89 menjadi 49.91 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(148.41 Kb)
Daily Watch 18 September 2017
September 18, 2017 08:52 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index was down 0.14bps from 6.355% to 6.354%

S&P raised its forecast for Portugal’s economic growth and revised the country’s rating to BBB- from BB+, which was one level below investment grade, according to a statement released on Friday. The outlook is stable. Portugal had been rated junk by S&P since January 2012, when the country was going through a bailout program provided by the European Union and the International Monetary Fund. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR12.90 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was lower than the previous day transaction of IDR15.78 trillion but it was higher than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR747.82 billion, mostly short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR764.89 billion but it was higher than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR strengthened 0.08% against USD from 13,251 to 13,240 whilst JCI rose 0.35% from 5,852 to 5,872.

FR0059 yield decreased by 0.70bps from 6.505% to 6.498% while RI250115 yield climbed up by 0.3bps from 3.208% to 3.211%.

Brent climbed up from 55.09 to 55.30 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price stabled from 49.89 to 49.89 USD per barrel.

Highlights:

Danareksa government bonds yield index menurun 0.14bps dari 6.355% menjadi 6.354%

S&P meningkatkan prediksinya untuk pertumbuhan ekonomi Portugal dan merevisi credit rating nya menjadi BBB- dari BB+, yang berada satu level di bawah investment grade, berdasarkan pernyataan yang dirilis pada Jumat. Outlook rating Portugal stabil. Portugal telah dirating "junk" oleh S&P sejak 2015 ketika Negara tersebut melalui program bailout yang disediakan oleh Uni-eropa dan IMF. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp12.90 triliun, dan didominasi oleh medium term (5-15 years). Angka ini menurun dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp15.78 triliun namun lebih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp747.82 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut turun dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp764.89 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.08% terhadap US Dollar, dari 13,251 menjadi 13,240 sedangkan IHSG meningkat 0.35% dari 5,852 menjadi 5,872.

FR0059 yield mengalami penurunan by 0.70bps dari 6.505% menjadi 6.498% sementara itu yield RI250115 meningkat sebesar 0.3bps dari 3.208% menjadi 3.211%.

Harga brent meningkat dari 55.09 menjadi 55.30 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot stabil dari 49.89 menjadi 49.89 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(147.88 Kb)


Weekly Report Aug 2016
Country's FCLT Rating
S & P BB+
Moody's Baa3
Fitch BBB-

Key Market Editor
BI Rate 6.50%
JCI 5,421.00
IDR 13.01
Inflation Oct 16(%YoY) 3.07%

Market Outstanding
Government Bond IDR 1.74 bn
Corporate Bond IDR 295.90 bn

Last Week Trading Volume
Government Bond IDR 40.72 bn
Corporate Bond IDR 2.35 bn

Government Bond Indices
Price Index 132.20
Yield Index 7.13%
Total Return 507.70

Benchmark Yield
FR0053 5 Year 6.82%
FR0056 10 Year 7.01%
FR0073 15 Year 7.38%
FR0072 20 Year 7.57%