Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch

Daily Watch 20 September 2019
September 20, 2019 09:28 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index increased 0.31bps from 7.143% to 7.147%

China and the U.S. are talking trade again. Negotiators have resumed face-to-face discussions in Washington, while the Trump administration says a Chinese delegation will visit American farmlands next week. The talks are expected to lay the ground-work for top-level negotiations between U.S. Trade Representative Robert Lighthizer, Treasury Secretary Steven Mnuchin and Vice Premier Liu He in October. The past two months have seen a ratcheting up of the trade war, after the last set of talks in late July. Since then, China's trade performance is showing signs of a bad situation becoming worse, U.S. growth has decelerated and the OECD has forecast the slowest global expansion in a decade. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR17.57 trillion, and it was dominated by short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR26.39 trillion and it was lower than its YTD average of IDR18.16 trillion.

Corporate bonds volume was IDR17.57 billion, mostly short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR26.39 billion but it was lower than its YTD average of IDR1044.25 billion.

IDR strengthened 0.05% against USD from 14,067 to 14,060 whilst JCI decreased -0.51% from 6,277 to 6,244.

FR0078 yield dropped by 0.70bps from 7.217% to 7.210% while RI28 yield climbed up by 0.5bps from 2.892% to 2.897%.

Brent climbed up from 64.05 to 64.76 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price increased from 58.11 to 58.13 USD per barrel.

 

Highlights:

Danareksa government bonds yield index naik 0.31bps dari 7.143% menjadi 7.147%

China dan AS membicarakan perdagangan lagi. Para negosiator telah memulai kembali diskusi tatap muka di Washington, sementara pemerintahan Trump mengatakan delegasi China akan mengunjungi tanah pertanian Amerika minggu depan. Pembicaraan itu diharapkan akan menjadi landasan bagi negosiasi tingkat tinggi antara Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer, Menteri Keuangan Steven Mnuchin dan Wakil Perdana Menteri Liu He pada Oktober. Dua bulan terakhir telah menyaksikan ratcheting dari perang dagang, setelah serangkaian pembicaraan terakhir pada akhir Juli. Sejak itu, kinerja perdagangan China menunjukkan tanda-tanda situasi buruk menjadi lebih buruk, pertumbuhan A.S. telah melambat dan OECD telah memperkirakan ekspansi global paling lambat dalam satu dekade. (Bloomberg)

Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp17.57 triliun, dan dinominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Angka tersebut mengalami penurunan dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp26.39 triliun namun angka tersebut lebih rendah dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp18.16 triliun.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp947.92 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut meningkat dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp853.49 miliar namun lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1044.25 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.05% terhadap US Dollar, dari 14,067 menjadi 14,060 sedangkan IHSG turun -0.51% dari 6,277 menjadi 6,244.

FR0078 yield mengalami penurunan by 0.70bps dari 7.217% menjadi 7.210% sementara itu yield RI28 naik sebesar 0.5bps dari 2.892% menjadi 2.897%.

Harga brent mengalami peningkatan dari 64.05 menjadi 64.76 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot naik dari 58.11 menjadi 58.13 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(109.56 Kb)
Daily Watch 19 September 2019
September 19, 2019 09:39 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index fell 1.44bps from 7.160% to 7.146%

Asian equity futures are higher after U.S. stocks eked out a gain and Treasuries rallied Tuesday, a day before the Federal Reserve is expected to cut interest rates. Crude gave back some of Monday's 15% surge as Saudi officials said they had restored just under half the output lost at the Abqaiq plant, one of the world's biggest oil facilities. Ten-year Treasury yields fell to 1.8% and the dollar weakened after the Federal Reserve took action to calm money markets, injecting billions in cash to quell a surge in short-term rates that was threatening to drive up borrowing costs for companies and consumers. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR26.39 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was higher than the previous day transaction of IDR24.46 trillion and it was higher than its YTD average of IDR18.16 trillion.

Corporate bonds volume was IDR26.39 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR24.46 billion but it was lower than its YTD average of IDR1044.25 billion.

IDR strengthened 0.23% against USD from 14,100 to 14,067 whilst JCI advanced 0.64% from 6,237 to 6,277.

FR0078 yield decreased by 2.40bps from 7.241% to 7.217% while RI28 yield was down by -5.2bps from 2.944% to 2.892%.

Brent was down from 64.46 to 64.05 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price dropped from 59.34 to 58.11 USD per barrel.

 

Highlights:

Danareksa government bonds yield index turun 1.44bps dari 7.160% menjadi 7.146%

Asian equity futures lebih tinggi dan saham AS menghapus kerugian setelah pembuat kebijakan Federal Reserve meragukan perlunya pelonggaran lebih lanjut. Dolar menguat dan Treasury memangkas keuntungan. Sementara penurunan suku bunga secara luas diharapkan, investor lebih fokus pada prospek pemotongan lebih lanjut tahun ini. Indeks S&P 500 menghapus penurunan yang pada satu titik mencapai yang terbesar dalam empat minggu, karena perusahaan keuangan yang diuntungkan dari kenaikan suku bunga menguat. Minyak bergerak lebih rendah setelah jatuh pada Selasa dan emas melemah. Fokus di Asia akan bergeser ke Bank of Japan, Kamis. Meskipun sebagian besar mengharapkan tingkat dan pembelian aset tetap tidak berubah, investor akan waspada setelah Gubernur Haruhiko Kuroda mengatakan bank sentral "lebih positif" tentang menambahkan stimulus. (Bloomberg)

Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp26.39 triliun, dan dinominasi oleh tenor menengah (5-15 tahun). Angka tersebut meningkat dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp24.46 triliun namun angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp18.16 triliun.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp853.49 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut naik dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp515.80 miliar namun lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1044.25 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.23% terhadap US Dollar, dari 14,100 menjadi 14,067 sedangkan IHSG naik 0.64% dari 6,237 menjadi 6,277.

FR0078 yield mengalami penurunan by 2.40bps dari 7.241% menjadi 7.217% sementara itu yield RI28 turun sebesar -5.2bps dari 2.944% menjadi 2.892%.

Harga brent menurun dari 64.46 menjadi 64.05 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot menurun dari 59.34 menjadi 58.11 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(109.83 Kb)
Daily Watch 18 September 2019
September 18, 2019 09:41 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index was down 1.41bps from 7.174% to 7.160%

Asian equity futures are higher after U.S. stocks eked out a gain and Treasuries rallied Tuesday, a day before the Federal Reserve is expected to cut interest rates. Crude gave back some of Monday's 15% surge as Saudi officials said they had restored just under half the output lost at the Abqaiq plant, one of the world's biggest oil facilities. Ten-year Treasury yields fell to 1.8% and the dollar weakened after the Federal Reserve took action to calm money markets, injecting billions in cash to quell a surge in short-term rates that was threatening to drive up borrowing costs for companies and consumers. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR24.46 trillion, and it was dominated by short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR19.89 trillion and it was higher than its YTD average of IDR18.16 trillion.

Corporate bonds volume was IDR24.46 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR19.89 billion and it was lower than its YTD average of IDR1044.25 billion.

IDR weakened 0.41% against USD from 14,042 to 14,100 whilst JCI advanced 0.28% from 6,219 to 6,237.

FR0078 yield decreased by 0.10bps from 7.242% to 7.241% while RI28 yield dropped by -1.5bps from 2.959% to 2.944%.

Brent decreased from 68.38 to 64.46 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price dropped from 62.90 to 59.34 USD per barrel.

 

Highlights:

Danareksa government bonds yield index menurun 1.41bps dari 7.174% menjadi 7.160%

Asian equity futures lebih tinggi setelah saham AS menambah kenaikan dan Treasury rally pada Selasa, sehari sebelum Federal Reserve diperkirakan akan memangkas suku bunga. Minyak mentah mengembalikan sebagian lonjakan 15% pada hari Senin ketika para pejabat Saudi mengatakan mereka telah memulihkan hampir setengah dari output yang hilang di pabrik Abqaiq, salah satu fasilitas minyak terbesar di dunia. Yield Treasury 10-tahun turun menjadi 1,8% dan dolar melemah setelah Federal Reserve mengambil tindakan untuk menenangkan pasar uang, menyuntikkan miliaran uang tunai untuk memadamkan lonjakan suku bunga jangka pendek yang mengancam untuk menaikkan biaya pinjaman untuk perusahaan dan konsumen. (Bloomberg)

Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp24.46 triliun, dan dinominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp19.89 triliun namun angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp18.16 triliun.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp515.80 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp1146.43 miliar namun lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1044.25 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0.41% terhadap US Dollar, dari 14,042 menjadi 14,100 sedangkan IHSG meningkat 0.28% dari 6,219 menjadi 6,237.

FR0078 yield mengalami penurunan by 0.10bps dari 7.242% menjadi 7.241% sementara itu yield RI28 turun sebesar -1.5bps dari 2.959% menjadi 2.944%.

Harga brent menurun dari 68.38 menjadi 64.46 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot mengalami penurunan dari 62.90 menjadi 59.34 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(110.88 Kb)


Weekly Report Oct 2017
Country's FCLT Rating
S & P BBB-
Moody's Baa3
Fitch BBB-

Key Market Editor
BI Rate 4.25%
JCI 5,915.00
IDR 13.52
Inflation Sep 2017(%YoY) 3.72%

Market Outstanding
Government Bond IDR 2,060.70 bn
Corporate Bond IDR 371.60 bn

Last Week Trading Volume
Government Bond IDR 73.32 bn
Corporate Bond IDR 4.85 bn

Government Bond Indices
Price Index 134.87
Yield Index 6.23%
Total Return 557.70

Benchmark Yield
FR0061 5 Year 6.19%
FR0059 10 Year 6.53%
FR0074 15 Year 7.13%
FR0072 20 Year 7.32%