Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch

Daily Watch 27 April 2018
April 27, 2018 09:40 WIB

Highlights:

 

Danareksa government bonds yield index was up 2.72bps from 6.591% to 6.618%

Treasuries held early advance driven by rally in bunds around Draghi’s press conference, with gains led by long end of the curve, fading Wednesday steepening move; 10Y yields dropped back below 3% amid two-way action around the level, while strong 7Y auction failed to reverse curve flattening. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR24.65 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was higher than the previous day transaction of IDR16.75 trillion and it was higher than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR617.62 billion, mostly short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR1288.83 billion and it was lower than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR strengthened 0.22% against USD from 13,921 to 13,891 whilst JCI declined -2.81% from 6,080 to 5,909.

FR0064 yield fell by 10.30bps from 7.149% to 7.046% while RI28 yield fell by -2.2bps from 4.452% to 4.430%.

Brent climbed up from 73.47 to 74.10 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price climbed up from 68.05 to 68.19 USD per barrel.

 

Highlights:

 

Danareksa government bonds yield index mengalami peningkatan 2.72bps dari 6.591% menjadi 6.618%

US Treasuries menahan kenaikan di awal disebabkan oleh reli di bunds sekitar konferensi pers Draghi, dengan kenaikan pada ujung kurva panjang, membuat pergerakan yang tajam menjadi kurang terlihat pada Rabu; yield 10Y turun kembali di bawah 3% di tengah aksi dua arah di sekitar level tersebut, sementara lelang 7Y yang terlihat kuat ternyata tidak dapat membalikkan kurva yang rata tersebut. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp24.65 triliun, dan didominasi oleh medium term (5-15 years). Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp16.75 triliun namun lebih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp617.62 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp1288.83 miliar namun lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.22% terhadap US Dollar, dari 13,921 menjadi 13,891 sedangkan IHSG turun -2.81% dari 6,080 menjadi 5,909.

FR0064 yield menurun by 10.30bps dari 7.149% menjadi 7.046% sementara itu yield RI0126 turun sebesar -2.2bps dari 4.452% menjadi 4.430%.

Harga brent mengalami peningkatan dari 73.47 menjadi 74.10 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot naik dari 68.05 menjadi 68.19 USD per barrel.

 

Download artikel selengkapnya(147.56 Kb)
Daily Watch 26 April 2018
April 26, 2018 09:20 WIB

Highlights:

 

Danareksa government bonds yield index climbed up 13.99bps from 6.450% to 6.590%

China's yield premium over Treasuries is disappearing and 10-year rates in the nations are poised to invert soon. The spread has already narrowed to about 60bps, from almost 150bps at the end of last year. Diverging monetary policies are driving the shift. China is cutting bank reserve requirements, moves that fall short of a full-fledged policy easing but that increase liquidity in the banking system. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR16.75 trillion, and it was dominated by short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR21.54 trillion but it was higher than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR1288.83 billion, mostly short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR2699.09 billion but it was higher than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR weakened 0.23% against USD from 13,889 to 13,921 whilst JCI declined -2.40% from 6,230 to 6,080.

FR0064 yield rose by 22.90bps from 6.920% to 7.149% while RI0126 yield climbed up by 8.8bps from 4.258% to 4.346%.

Brent climbed up from 73.45 to 73.47 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price increased from 67.65 to 68.05 USD per barrel.

 

Highlights:

 

Danareksa government bonds yield index mengalami peningkatan 13.99bps dari 6.450% menjadi 6.590%

Premi yield China atas Treasuries menghilang dan suku bunga 10 tahun di negara-negara siap untuk adanya pembalikan dalam waktu dekat. Spread telah menyempit menjadi sekitar 60bps, dari hampir 150 bps pada akhir tahun lalu. Kebijakan moneter yang menyimpang mendorong pergeseran. China mengurangi persyaratan cadangan bank, langkah-langkah yang gagal dari pelonggaran kebijakan penuh tetapi meningkatkan likuiditas dalam sistem perbankan. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp16.75 triliun, dan didominasi oleh short term (< 5 years). Angka ini turun dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp21.54 triliun namun lebih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1288.83 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut turun dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp2699.09 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0.23% terhadap US Dollar, dari 13,889 menjadi 13,921 sedangkan IHSG mengalami penurunan -2.40% dari 6,230 menjadi 6,080.

FR0064 yield meningkat by 22.90bps dari 6.920% menjadi 7.149% sementara itu yield RI0126 mengalami peningkatan sebesar 8.8bps dari 4.258% menjadi 4.346%.

Harga brent naik dari 73.45 menjadi 73.47 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot meningkat dari 67.65 menjadi 68.05 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(147.22 Kb)
Daily Watch 25 April 2018
April 25, 2018 08:45 WIB

Highlights:

 

Danareksa government bonds yield index was up 5.00bps from 6.399% to 6.449%

The 10-year Treasury yield finally reached 3%, a milestone that bond traders were eyeing for months to guide their next moves. After all the hoopla surrounding 10-year yields touching the highest in four years, they couldn’t sustain their highest levels of the day, ending at 2.9995 percent. That’s in part because of the dive in equities, driven both by losses in technology shares and by Caterpillar Inc. effectively saying its first-quarter profit will be as good as it gets in 2018. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR21.54 trillion, and it was dominated by short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR18.94 trillion and it was higher than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR2699.09 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR2198.24 billion and it was higher than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR strengthened 0.62% against USD from 13,975 to 13,889 whilst JCI decreased -1.24% from 6,308 to 6,230.

FR0064 yield increased by 5.50bps from 6.865% to 6.920% while RI0126 yield decreased by -0.7bps from 4.265% to 4.258%.

Brent was down from 74.58 to 73.45 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price decreased from 68.59 to 67.65 USD per barrel.

 

Highlights:

 

Danareksa government bonds yield index naik 5.00bps dari 6.399% menjadi 6.449%

Yield US treasury 10-tahun akhirnya menyentuh level 3%, level yang trader obligasi incar selama berbulan-bulan untuk memandu langkah selanjutnya. Setelah semua kehebohan pada yield 10-tahun, menyentuh level yang tertinggi dalam empat tahun, mereka tidak dapat mempertahankan level tertingginya di hari itu, dan ditutup pada 2,9995 persen. Itu sebagian dikarenakan turunnya equity, didorong oleh kerugian dalam saham teknologi dan oleh Caterpillar Inc. secara efektif mengatakan laba kuartal pertamanya akan sebaik pada tahun 2018. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp21.54 triliun, dan didominasi oleh short term (< 5 years). Angka ini meningkat dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp18.94 triliun namun lebih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp2699.09 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut meningkat dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp2198.24 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.62% terhadap US Dollar, dari 13,975 menjadi 13,889 sedangkan IHSG mengalami penurunan -1.24% dari 6,308 menjadi 6,230.

FR0064 yield mengalami peningkatan by 5.50bps dari 6.865% menjadi 6.920% sementara itu yield RI0126 mengalami penurunan sebesar -0.7bps dari 4.265% menjadi 4.258%.

Harga brent menurun dari 74.58 menjadi 73.45 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot mengalami penurunan dari 68.59 menjadi 67.65 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(244.54 Kb)


Weekly Report Oct 2017
Country's FCLT Rating
S & P BBB-
Moody's Baa3
Fitch BBB-

Key Market Editor
BI Rate 4.25%
JCI 5,915.00
IDR 13.52
Inflation Sep 2017(%YoY) 3.72%

Market Outstanding
Government Bond IDR 2,060.70 bn
Corporate Bond IDR 371.60 bn

Last Week Trading Volume
Government Bond IDR 73.32 bn
Corporate Bond IDR 4.85 bn

Government Bond Indices
Price Index 134.87
Yield Index 6.23%
Total Return 557.70

Benchmark Yield
FR0061 5 Year 6.19%
FR0059 10 Year 6.53%
FR0074 15 Year 7.13%
FR0072 20 Year 7.32%