Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch

Daily Watch 21 November 2017
November 21, 2017 09:25 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index declined 1.56bps from 6.188% to 6.172%

Asian stocks were headed for gains as a drop in the yen may buoy Japanese equities and as U.S. shares nudged higher in a holiday-shortened week with traders putting on hold concerns about U.S. tax reforms and European political issues. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR8.29 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was lower than the previous day transaction of IDR13.77 trillion and it was lower than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR2666.75 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR1602.35 billion and it was higher than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR strengthened 0.01% against USD from 13,531 to 13,529 whilst JCI was up 0.03% from 6,052 to 6,053.

FR0059 yield dropped by 0.90bps from 6.602% to 6.593% while RI250115 yield decreased by -3.9bps from 3.482% to 3.443%.

Brent was down from 62.32 to 61.97 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price declined from 56.55 to 56.09 USD per barrel.

Highlights:

Danareksa government bonds yield index mengalami penurunan 1.56bps dari 6.188% menjadi 6.172%

Saham Asia menuju peningkatan karena penurunan yen dapat membuat ekuitas Jepang melonjak dan karena saham US bergerak lebih tinggi di minggu yang lebih pendek karena terdapat libur, dengan para trader yang menahan kekhawatiran mereka terhadap reformasi pajak US dan isu politik Eropa. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp8.29 triliun, dan didominasi oleh medium term (5-15 years). Angka ini mengalami penurunan dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp13.77 triliun namun lebih lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp2666.75 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut naik dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp1602.35 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.01% terhadap US Dollar, dari 13,531 menjadi 13,529 sedangkan IHSG meningkat 0.03% dari 6,052 menjadi 6,053.

FR0059 yield turun by 0.90bps dari 6.602% menjadi 6.593% sementara itu yield RI250115 mengalami penurunan sebesar -3.9bps dari 3.482% menjadi 3.443%.

Harga brent turun dari 62.32 menjadi 61.97 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot menurun dari 56.55 menjadi 56.09 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(148.54 Kb)
Daily Watch 20 November 2017
November 20, 2017 09:23 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index declined 2.29bps from 6.211% to 6.188%

Chile: will hold the first round of elections that may see the return of billionaire former president Sebastian Pinera. South Africa: will probably keep its interest rate unchanged at 6.75 percent at a policy meeting on Thursday, Moody’s Investors Service is scheduled to make an announcement and S&P Global Ratings is also due to review its reading. Hungary: Investors expect policy makers to outline steps to lower long-term borrowing costs. India: Moody’s upgrade of India’s credit rating gave its bonds, stocks and currency a boost on Friday. Nigeria: may issue a Eurobond of at least $2.5 billion, according to Kevin Daly, a money manager at Standard Life Aberdeen. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR13.77 trillion, and it was dominated by short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR11.34 trillion and it was higher than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR1602.35 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR1418.56 billion and it was higher than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR strengthened 0.06% against USD from 13,539 to 13,531 whilst JCI increased 0.23% from 6,038 to 6,052.

FR0059 yield dropped by 3.90bps from 6.641% to 6.602% while RI250115 yield decreased by -2.2bps from 3.504% to 3.482%.

Brent rose from 61.06 to 62.32 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price rose from 55.14 to 56.55 USD per barrel.

Highlights:

Danareksa government bonds yield index turun 2.29bps dari 6.211% menjadi 6.188%

Chile akan mengadakan pemilihan putaran pertama yang diperkirakan kembalinya presiden sebelumnya Sebastian Pinera, yang merupakan seorang bilioner. Afrika selatan diperkirakan akan menjaga suku bunganya pada 6,75% pada pertemuan pada Kamis, Moody’s Investor Service dijadwalkan akan mengadakan pengumman, serta S&P juga sedang melakukan review. Hungaria: Investor memperkirakan bahwa pembuat kebijakan akan mengurangi langkah-langkah untuk menurunkan biaya pinjaman jangka panjang. India: Moody’s meningkatkan kredit rating sehingga mendorong obligasi, saham, dan mata uang pada Jumat. Nigeria: akan menerbitkan Eurobond paling tidak $2,5 miliar, berdasarkan Kevin Daly, money manager di Standard Life Aberdeen. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp13.77 triliun, dan didominasi oleh short term (< 5 years). Angka ini naik dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp11.34 triliun namun lebih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1602.35 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut meningkat dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp1418.56 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.06% terhadap US Dollar, dari 13,539 menjadi 13,531 sedangkan IHSG meningkat 0.23% dari 6,038 menjadi 6,052.

FR0059 yield menurun by 3.90bps dari 6.641% menjadi 6.602% sementara itu yield RI250115 turun sebesar -2.2bps dari 3.504% menjadi 3.482%.

Harga brent mengalami peningkatan dari 61.06 menjadi 62.32 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot meningkat dari 55.14 menjadi 56.55 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(147.72 Kb)
Daily Watch 17 November 2017
November 17, 2017 09:45 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index fell 0.58bps from 6.215% to 6.209%

Moody's Investors Service ("Moody's") has today upgraded the Government of India's local and foreign currency issuer ratings to Baa2 from Baa3 and changed the outlook on the rating to stable from positive. Moody's has also upgraded India's local currency senior unsecured rating to Baa2 from Baa3 and its short-term local currency rating to P-2 from P-3. The decision to upgrade the ratings is underpinned by Moody's expectation that continued progress on economic and institutional reforms will, over time, enhance India's high growth potential and its large and stable financing base for government debt, and will likely contribute to a gradual decline in the general government debt burden over the medium term. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR11.34 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was lower than the previous day transaction of IDR24.96 trillion and it was lower than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR1418.56 billion, mostly long term (> 15 years). It was higher than the previous day transaction of IDR1255.01 billion and it was higher than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR weakened 0.03% against USD from 13,535 to 13,539 whilst JCI was up 1.10% from 5,972 to 6,038.

FR0059 yield advanced by 0.40bps from 6.637% to 6.641% while RI250115 yield declined by -0.4bps from 3.508% to 3.504%.

Brent fell from 61.54 to 61.06 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price declined from 55.33 to 55.14 USD per barrel.

Highlights:

Danareksa government bonds yield index mengalami penurunan 0.58bps dari 6.215% menjadi 6.209%

Moody’s Investors Service (“Moody’s) hari ini telah meningkatkan peringkat penerbit obligasi Pemerintah India dari Baa3 menjadi Baa2 juga merubah outlook pada peringkat tersebut dari stabil menjadi positif. Moody’s juga meningkatkan peringkat mata uang lokal India tanpa jaminan dari Baa3 menjadi Baa2 dan meningkatkan peringkat mata uang lokal jangka pendek dari P-3 menjadi P-2. Keputusan untuk meningkatkan peringkat didukung oleh ekspektasi Moody’s bahwa kemajuan secara berlanjut pada reformasi ekonomi dan institusi akan meningkatkan potensi pertumbuhan dan basis pembiayaan yang besar serta stabil untuk hutang Pemerintah dan kemungkinan kan berkontribusi pada penurunan bertahap dalam beban hutang Pemerintah secara umum jangka menengah. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp11.34 triliun, dan didominasi oleh medium term (5-15 years). Angka ini menurun dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp24.96 triliun namun lebih lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1418.56 miliar yang didominasi oleh long term (> 15 years). Volume transaksi tersebut meningkat dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp1255.01 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0.03% terhadap US Dollar, dari 13,535 menjadi 13,539 sedangkan IHSG naik 1.10% dari 5,972 menjadi 6,038.

FR0059 yield naik by 0.40bps dari 6.637% menjadi 6.641% sementara itu yield RI250115 menurun sebesar -0.4bps dari 3.508% menjadi 3.504%.

Harga brent mengalami penurunan dari 61.54 menjadi 61.06 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot turun dari 55.33 menjadi 55.14 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(147.22 Kb)


Weekly Report Oct 2017
Country's FCLT Rating
S & P BBB-
Moody's Baa3
Fitch BBB-

Key Market Editor
BI Rate 4.25%
JCI 5,915.00
IDR 13.52
Inflation Sep 2017(%YoY) 3.72%

Market Outstanding
Government Bond IDR 2,060.70 bn
Corporate Bond IDR 371.60 bn

Last Week Trading Volume
Government Bond IDR 73.32 bn
Corporate Bond IDR 4.85 bn

Government Bond Indices
Price Index 134.87
Yield Index 6.23%
Total Return 557.70

Benchmark Yield
FR0061 5 Year 6.19%
FR0059 10 Year 6.53%
FR0074 15 Year 7.13%
FR0072 20 Year 7.32%