Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch

Daily Watch 23 Maret 2020
March 23, 2020 15:23 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index rose 25.23bps from 7.298% to 7.550%

Treasury yields fell on Friday, capping off a wild week for the bond market, as the coronavirus pandemic continues to keep investors on edge. The yield on the benchmark 10-year Treasury note fell 18 basis points to about 0.93%, while the yield on the 30-year Treasury bond dropped 24 basis points to 1.52%. (CNBC)

Government bonds volume was IDR51.42 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was lower than the previous day transaction of IDR67.31 trillion but it was higher than its YTD average of IDR39.45 trillion.

Corporate bonds volume was IDR1891.58 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR1168.00 billion and it was higher than its YTD average of IDR1214.60 billion.

IDR weakened 4.53% against USD from 15,223 to 15,913 whilst JCI decreased -5.20% from 4,331 to 4,105.

FR0082 yield increased by 45.00bps from 7.589% to 8.039%

Brent advanced from 24.56 to 26.22 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price climbed up from 20.37 to 25.22 USD per barrel.

 

Highlights:

Danareksa government bonds yield index naik 25.23bps dari 7.298% menjadi 7.550%

Yield dari Treasury menurun pada hari Jumat, menunjukkan penutupan pada akhir minggu untuk pasar obligasi, disaat pandemi coronavirus terus membuat investor cemas. Yield pada benchmark 10-year Treasury note turun 18 basis poin menjadi sekitar 0,93%, sedangkan yield pada 30-year Treasury bond turun 24 basis poin menjadi 1,52%. (CNBC)

Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp51.42 triliun, dan dinominasi oleh tenor menengah (5-15 tahun). Angka tersebut mengalami penurunan dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp67.31 triliun namun angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp39.45 triliun.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1891.58 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut naik dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp1168.00 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1214.60 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 4.53% terhadap US Dollar, dari 15,223 menjadi 15,913 sedangkan IHSG menurun -5.20% dari 4,331 menjadi 4,105.

FR0082 yield mengalami peningkatan by 45.00bps dari 7.589% menjadi 8.039%

Harga brent naik dari 24.56 menjadi 26.22 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot meningkat dari 20.37 menjadi 25.22 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(102.86 Kb)
Daily Watch 18 Maret 2020
March 18, 2020 10:19 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index advanced 9.62bps from 7.084% to 7.180%

The benchmark 10-year Treasury yield popped above 1% on news the White House is weighing a fiscal stimulus package of more than $1 trillion to offset the negative economic impact from the coronavirus outbreak. The yield on the benchmark 10-year Treasury note jumped nearly 30 basis points to 1.038%, its highest level since March 5, as investors bet this stimulus would give a jolt to the economy dealing with a likely recession because of the coronavirus impact. The yield on the 30-year Treasury bond also climbed a similar amount to 1.62%. (CNBC)

Government bonds volume was IDR60.05 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was higher than the previous day transaction of IDR52.46 trillion and it was higher than its YTD average of IDR38.51 trillion.

Corporate bonds volume was IDR1109.10 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR704.21 billion but it was lower than its YTD average of IDR1200.06 billion.

IDR weakened 1.61% against USD from 14,933 to 15,173 whilst JCI declined -4.99% from 4,691 to 4,457.

FR0082 yield climbed up by 14.70bps from 7.353% to 7.500%

Brent fell from 27.93 to 27.37 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price fell from 28.70 to 26.95 USD per barrel.

 

Highlights:

Danareksa government bonds yield index mengalami peningkatan 9.62bps dari 7.084% menjadi 7.180%

Yield dari benchmark 10-year Treasury naik di atas 1% di tengah berita Gedung Putih berencana untuk mengeluarkan paket stimulus fiskal lebih dari $ 1 triliun untuk mengimbangi dampak ekonomi dari wabah koronavirus. Yield pada benchmark 10-tahun Treasury note meningkat hampir 30 basis poin menjadi 1,038%, level tertinggi sejak 5 Maret, karena investor berharap stimulus ini akan membantu perekonomian dalam menghadapi kemungkinan resesi karena dampak coronavirus. Yield pada 30-tahun Treasury bond juga naik menjadi 1,62%. (CNBC)

Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp60.05 triliun, dan dinominasi oleh tenor menengah (5-15 tahun). Angka tersebut naik dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp52.46 triliun namun angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp38.51 triliun.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1109.10 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut mengalami peningkatan dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp704.21 miliar namun lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1200.06 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 1.61% terhadap US Dollar, dari 14,933 menjadi 15,173 sedangkan IHSG mengalami penurunan -4.99% dari 4,691 menjadi 4,457.

FR0082 yield naik by 14.70bps dari 7.353% menjadi 7.500%

Harga brent menurun dari 27.93 menjadi 27.37 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot menurun dari 28.70 menjadi 26.95 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(102.49 Kb)
Daily Watch 13 Maret 2020
March 13, 2020 09:37 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index advanced 16.40bps from 6.734% to 6.898%

Stock trading on the Indonesia Stock Exchange (IDX) was suspended (halt trading) after Jakarta Composite Index (JCI) dropped 5.01% to 4,895.75. The decrease occurred at 15.33 WIB. The Financial Services Authority (OJK) has issued a policy as an anticipatory measure in reducing sharp fluctuations in the capital market. The policy is to order the Indonesia Stock Exchange (IDX) to stop trading for 30 minutes if the Jakarta Composite Index (JCI) falls 5% or more. This was revealed in the OJK letter to the Indonesia Stock Exchange (IDX). (CNBC Indonesia)

Government bonds volume was IDR55.32 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was higher than the previous day transaction of IDR40.54 trillion and it was higher than its YTD average of IDR37.55 trillion.

Corporate bonds volume was IDR932.05 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR656.03 billion but it was lower than its YTD average of IDR1200.67 billion.

IDR weakened 1.03% against USD from 14,374 to 14,522 whilst JCI declined -5.01% from 5,154 to 4,896.

FR0082 yield rose by 30.50bps from 6.928% to 7.233%

Brent dropped from 34.51 to 31.23 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price dropped from 32.98 to 31.50 USD per barrel.

 

Highlights:

Danareksa government bonds yield index mengalami peningkatan 16.40bps dari 6.734% menjadi 6.898%

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dihentikan sementara (trading halt) setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5,01% ke 4.895,75. Penurunan tersebut terjadi pada pukul 15.33 WIB. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah mengeluarkan kebijakan sebagai langkah antisipasi dalam mengurangi fluktuasi tajam di pasar modal. Kebijakan OJK tersebut adalah memerintahkan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk melakukan penghentian perdagangan selama 30 menit apabila Indeks Harga Saham Gabungan turun 5% atau lebih. Hal tersebut terungkap dalam surat OJK kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). (CNBC Indonesia)

Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp55.32 triliun, dan dinominasi oleh tenor menengah (5-15 tahun). Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp40.54 triliun namun angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp37.55 triliun.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp932.05 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut naik dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp656.03 miliar namun lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1200.67 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 1.03% terhadap US Dollar, dari 14,374 menjadi 14,522 sedangkan IHSG turun -5.01% dari 5,154 menjadi 4,896.

FR0082 yield mengalami peningkatan by 30.50bps dari 6.928% menjadi 7.233%

Harga brent menurun dari 34.51 menjadi 31.23 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot mengalami penurunan dari 32.98 menjadi 31.50 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(102.47 Kb)


Weekly Report Oct 2017
Country's FCLT Rating
S & P BBB-
Moody's Baa3
Fitch BBB-

Key Market Editor
BI Rate 4.25%
JCI 5,915.00
IDR 13.52
Inflation Sep 2017(%YoY) 3.72%

Market Outstanding
Government Bond IDR 2,060.70 bn
Corporate Bond IDR 371.60 bn

Last Week Trading Volume
Government Bond IDR 73.32 bn
Corporate Bond IDR 4.85 bn

Government Bond Indices
Price Index 134.87
Yield Index 6.23%
Total Return 557.70

Benchmark Yield
FR0061 5 Year 6.19%
FR0059 10 Year 6.53%
FR0074 15 Year 7.13%
FR0072 20 Year 7.32%