Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch

Daily Watch 16 Agustus 2019
August 16, 2019 17:11 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index was up 2.05bps from 7.322% to 7.343%

The U.S. data pouring in supports Federal Reserve Chairman Jerome Powell’s forecast of solid economic growth and higher inflation. Still, economists remain confident that Powell will cut interest rates again next month as insurance against a global slowdown. Powell may give a hint of his thinking when he speaks on Aug. 23 at the annual central bankers retreat in Jackson Hole, Wyoming. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR29.26 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was higher than the previous day transaction of IDR14.46 trillion and it was higher than its YTD average of IDR18.16 trillion.

Corporate bonds volume was IDR29.26 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR14.46 billion but it was higher than its YTD average of IDR1044.25 billion.

IDR weakened 0.20% against USD from 14,245 to 14,274 whilst JCI stabled 0.00% from 6,267 to 6,267.

FR0078 yield was up by 2.40bps from 7.429% to 7.453% while RI28 yield decreased by -4.2bps from 3.017% to 2.975%.

Brent fell from 58.81 to 58.16 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price decreased from 55.23 to 54.47 USD per barrel.

 

Highlights:

Danareksa government bonds yield index naik 2.05bps dari 7.322% menjadi 7.343%

Data AS mendukung perkiraan Ketua Federal Reserve Jerome Powell tentang pertumbuhan ekonomi yang solid dan inflasi yang lebih tinggi. Namun, para ekonom tetap yakin bahwa Powell akan memangkas suku bunga lagi bulan depan sebagai asuransi terhadap perlambatan global. Powell dapat memberikan sedikit pemikirannya ketika dia berbicara pada 23 Agustus di retret bank sentral tahunan di Jackson Hole, Wyoming. (Bloomberg)

Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp29.26 triliun, dan dinominasi oleh tenor menengah (5-15 tahun). Angka tersebut naik dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp14.46 triliun namun angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp18.16 triliun.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1168.33 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut turun dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp1367.00 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1044.25 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0.20% terhadap US Dollar, dari 14,245 menjadi 14,274 sedangkan IHSG stabil 0.00% dari 6,267 menjadi 6,267.

FR0078 yield mengalami peningkatan by 2.40bps dari 7.429% menjadi 7.453% sementara itu yield RI28 turun sebesar -4.2bps dari 3.017% menjadi 2.975%.

Harga brent mengalami penurunan dari 58.81 menjadi 58.16 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot mengalami penurunan dari 55.23 menjadi 54.47 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(109.53 Kb)
Daily Watch 15 Agustus 2019
August 15, 2019 10:22 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index was down 3.73bps from 7.365% to 7.327%

The yield on the benchmark 10-year Treasury note broke below the 2-year rate early Wednesday, an odd bond market phenomenon that has been a reliable, albeit early, indicator for economic recessions. The yield on U.S. 30-year bond also turned heads on Wall Street during Wednesday’s session as it fell to an all-time low, dropping past its prior record notched in summer 2016. The two historic moves coming in tandem show that investors are increasingly worried, and indeed preparing for, a slowdown in both the U.S. and global economies. Earlier Wednesday, the yield on the benchmark 10-year Treasury note was at 1.623%, below the 2-year yield at 1.634%. In practice, that means that investors are better compensated for loaning the U.S. over two years than they are for loaning for 10 years. The yields steepened later in the session, pushing the 10-year rate back above that of the 2-year note at 1.58%. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR14.46 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was lower than the previous day transaction of IDR23.77 trillion and it was lower than its YTD average of IDR18.16 trillion.

Corporate bonds volume was IDR14.46 billion, mostly short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR23.77 billion and it was higher than its YTD average of IDR1044.25 billion.

IDR strengthened 0.56% against USD from 14,325 to 14,245 whilst JCI advanced 0.91% from 6,211 to 6,267.

FR0078 yield fell by 7.10bps from 7.507% to 7.436% while RI28 yield was down by -1.2bps from 3.029% to 3.017%.

Brent decreased from 60.78 to 58.81 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price fell from 57.10 to 55.23 USD per barrel.

 

Highlights:

Danareksa government bonds yield index turun 3.73bps dari 7.365% menjadi 7.327%

Yield US Treasury 10-tahun menembus di bawah yield 2-tahun awal Rabu, sebuah fenomena pasar obligasi aneh yang telah menjadi indikator yang dapat diandalkan, meskipun awal, untuk resesi ekonomi. Yield obligasi 30-tahun AS juga berbalik naik di Wall Street selama sesi Rabu karena jatuh ke level terendah sepanjang masa, turun melewati rekor sebelumnya di musim panas 2016. Dua langkah bersejarah yang datang bersama-sama menunjukkan bahwa investor semakin khawatir , dan memang bersiap untuk, perlambatan di AS dan ekonomi global. Sebelumnya Rabu, yield pada Treasury 10-tahun berada di 1,623%, di bawah yield 2-tahun di 1,634%. Dalam praktiknya, itu berarti bahwa investor diberi kompensasi lebih baik untuk meminjamkan A.S. selama lebih dari dua tahun daripada pinjaman untuk 10 tahun. Yield kemudian naik di sesi berikutnya, mendorong yield 10-tahun kembali di atas yield 2-tahun di 1,58%. (Bloomberg)

Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp14.46 triliun, dan dinominasi oleh tenor menengah (5-15 tahun). Angka tersebut mengalami penurunan dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp23.77 triliun namun angka tersebut lebih rendah dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp18.16 triliun.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1367.00 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut naik dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp1137.05 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1044.25 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.56% terhadap US Dollar, dari 14,325 menjadi 14,245 sedangkan IHSG meningkat 0.91% dari 6,211 menjadi 6,267.

FR0078 yield menurun by 7.10bps dari 7.507% menjadi 7.436% sementara itu yield RI28 turun sebesar -1.2bps dari 3.029% menjadi 3.017%.

Harga brent turun dari 60.78 menjadi 58.81 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot turun dari 57.10 menjadi 55.23 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(109.56 Kb)
Daily Watch 14 Agustus 2019
August 14, 2019 09:29 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index climbed up 4.31bps from 7.296% to 7.339%

U.S. President Donald Trump took a step back in his trade war with Beijing, bowing to pressure from U.S. businesses concerned over the economic fallout of the ongoing spat with China. The U.S. said it would delay until mid-December a 10% tariff on a variety of Chinese consumer products such as cell phones, laptops, video games and children’s toys, leavening the impact on holiday-shopping consumers. However, other goods, including agricultural products, antiques, clothes, kitchenware and footwear, will remain on the list to be hit on Sept. 1. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR23.77 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was higher than the previous day transaction of IDR12.37 trillion and it was higher than its YTD average of IDR18.16 trillion.

Corporate bonds volume was IDR23.77 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR12.37 billion but it was higher than its YTD average of IDR1044.25 billion.

IDR weakened 0.53% against USD from 14,250 to 14,325 whilst JCI decreased -0.63% from 6,251 to 6,211.

FR0078 yield increased by 13.60bps from 7.355% to 7.491% while RI28 yield declined by -4.8bps from 3.077% to 3.029%.

Brent climbed up from 58.23 to 60.78 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price climbed up from 54.93 to 57.10 USD per barrel.

 

Highlights:

Danareksa government bonds yield index meningkat 4.31bps dari 7.296% menjadi 7.339%

Presiden AS Donald Trump mundur selangkah dalam perang dagangnya dengan Beijing, tunduk pada tekanan dari bisnis A.S. yang prihatin dengan kejatuhan ekonomi dari pertikaian yang sedang berlangsung dengan China. AS mengatakan akan menunda hingga pertengahan Desember tarif 10% untuk berbagai produk konsumen Cina seperti ponsel, laptop, video game, dan mainan anak-anak, sehingga berdampak pada konsumen belanja liburan. Namun, barang-barang lain, termasuk produk pertanian, barang antik, pakaian, peralatan dapur, dan alas kaki, akan tetap masuk dalam daftar yang akan dipukul pada 1 September. (Bloomberg)

Transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp23.77 triliun, dan dinominasi oleh tenor menengah (5-15 tahun). Angka tersebut meningkat dibandingan dengan volume transaksi sebelumnya sebesar Rp12.37 triliun namun angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata YTD tahun ini sebesar Rp18.16 triliun.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1137.05 miliar yang didominasi oleh tenor pendek (< 5 tahun). Volume transaksi tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp2020.40 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp1044.25 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0.53% terhadap US Dollar, dari 14,250 menjadi 14,325 sedangkan IHSG mengalami penurunan -0.63% dari 6,251 menjadi 6,211.

FR0078 yield naik by 13.60bps dari 7.355% menjadi 7.491% sementara itu yield RI28 menurun sebesar -4.8bps dari 3.077% menjadi 3.029%.

Harga brent naik dari 58.23 menjadi 60.78 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot meningkat dari 54.93 menjadi 57.10 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(109.52 Kb)


Weekly Report Oct 2017
Country's FCLT Rating
S & P BBB-
Moody's Baa3
Fitch BBB-

Key Market Editor
BI Rate 4.25%
JCI 5,915.00
IDR 13.52
Inflation Sep 2017(%YoY) 3.72%

Market Outstanding
Government Bond IDR 2,060.70 bn
Corporate Bond IDR 371.60 bn

Last Week Trading Volume
Government Bond IDR 73.32 bn
Corporate Bond IDR 4.85 bn

Government Bond Indices
Price Index 134.87
Yield Index 6.23%
Total Return 557.70

Benchmark Yield
FR0061 5 Year 6.19%
FR0059 10 Year 6.53%
FR0074 15 Year 7.13%
FR0072 20 Year 7.32%