Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Daily Watch

Daily Watch 21 Februari 2017
February 21, 2017 09:16 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index rose 1.82bps from 7.562% to 7.580%

Six-month German securities have rallied more than benchmark tenors this month and open interest in two-year note futures has surged, suggesting investors are building up long positions in assets that are the closest to cash in terms of safety. The yield spread between Italian low- and high-coupon bonds has widened. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR8.80 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was higher than the previous day transaction of IDR8.44 trillion but it was lower than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR1590.30 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR1007.06 billion and it was higher than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR weakened 0.16% against USD from 13,333 to 13,354 whilst JCI advanced 0.16% from 5,351 to 5,359.

FR0056 yield was up by 1.40bps from 7.508% to 7.522% while RI250115 yield stabled by 0.0bps from 3.833% to 3.833%.

Brent increased from 55.09 to 55.49 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price stabled from 53.40 to 53.40 USD per barrel.

Highlights:

Danareksa government bonds yield index meningkat 1.82bps dari 7.562% menjadi 7.580%

Surat berharga 6-bulan Jerman rally melebihi benchmark tenor di bulan ini dan suku bunga pada note 2-tahun mengalami peningkatan, mengindikasikan investor mengambil posisi aset jangka panjang dengan alasan keamanan. Spread Yiedl antara kupon obligasi Italia yang rendah dan tinggi mengalami pelebaran. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp8.80 triliun, dan didominasi oleh medium term (5-15 years). Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp8.44 triliun namun lebih lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1590.30 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut meningkat dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp1007.06 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0.16% terhadap US Dollar, dari 13,333 menjadi 13,354 sedangkan IHSG meningkat 0.16% dari 5,351 menjadi 5,359.

FR0056 yield meningkat by 1.40bps dari 7.508% menjadi 7.522% sementara itu yield RI250115 stabil sebesar 0.0bps dari 3.833% menjadi 3.833%.

Harga brent mengalami peningkatan dari 55.09 menjadi 55.49 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot stabil dari 53.40 menjadi 53.40 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(148.43 Kb)
Daily Watch 20 Februari 2017
February 20, 2017 09:35 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index dropped 0.91bps from 7.571% to 7.562%

Central bank sees ample liquidity in the market and banks, therefore it has no plan to revise primary and secondary reserve ratio, Yoga Affandi, director of macroeconomy policy and monetary. Four main challengers this year are inflation, exchage rate, GDP and lending rates. Inflation must be manageable or it will hurt purchasing power lower income people. BI will promote macroprudential policy to push down lending rates. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR8.44 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was higher than the previous day transaction of IDR3.30 trillion but it was lower than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR1007.06 billion, mostly short term (< 5 years). It was higher than the previous day transaction of IDR486.00 billion and it was higher than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR weakened 0.08% against USD from 13,322 to 13,333 whilst JCI fell -0.50% from 5,378 to 5,351.

FR0056 yield was down by 1.10bps from 7.519% to 7.508% while RI250115 yield decreased by -2.6bps from 3.859% to 3.833%.

Brent advanced from 55.08 to 55.09 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price was up from 53.36 to 53.40 USD per barrel.

Highlights:

Danareksa government bonds yield index mengalami penurunan 0.91bps dari 7.571% menjadi 7.562%

Bank Sentral melihat bahwa likuiditas di pasar dan bank telah cukup, sehingga tidak ada rencana untuk merevisi cadangan primer dan sekunder, Yoga Affandi, direktur kebijakan makroekonomi dan moneter. Empat tantangan utama tahun ini adalah inflasi, nilai tukar, PDB, dan suku bunga pinjaman. Inflasi harus dikelola dengan baik atau akan merugikan daya beli masyarakat. BI akan mendorong kebijakan makroprudensial untuk menurunkan suku bunga pinjaman. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp8.44 triliun, dan didominasi oleh medium term (5-15 years). Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp3.30 triliun namun lebih lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp1007.06 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut meningkat dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp486.00 miliar namun lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah melemah 0.08% terhadap US Dollar, dari 13,322 menjadi 13,333 sedangkan IHSG mengalami penurunan -0.50% dari 5,378 menjadi 5,351.

FR0056 yield mengalami penurunan by 1.10bps dari 7.519% menjadi 7.508% sementara itu yield RI250115 turun sebesar -2.6bps dari 3.859% menjadi 3.833%.

Harga brent mengalami peningkatan dari 55.08 menjadi 55.09 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot naik dari 53.36 menjadi 53.40 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(148.41 Kb)
Daily Watch 17 Februari 2017
February 20, 2017 09:34 WIB

Highlights:

Danareksa government bonds yield index advanced 0.06bps from 7.570% to 7.571%

The spread of dollar bonds from Indonesia over those from China has fallen into negative territory for the first time since June, 2015. Lakshmanan R, senior research analyst at CreditSights, says the gap’s likely to be sustained because of the positive outlook for Indonesia, political stability and a ’relatively strong’ local currency. Chinese investors diversifying into Indonesian bonds as well as an outlook upgrade from Moody’s Investors Service have helped sentiment. (Bloomberg)

Government bonds volume was IDR3.30 trillion, and it was dominated by medium term (5-15 years). It was lower than the previous day transaction of IDR12.53 trillion and it was lower than its YTD average of IDR12.43 trillion.

Corporate bonds volume was IDR486.00 billion, mostly short term (< 5 years). It was lower than the previous day transaction of IDR910.60 billion and it was lower than its YTD average of IDR742.90 billion.

IDR strengthened 0.06% against USD from 13,330 to 13,322 whilst JCI declined -0.05% from 5,381 to 5,378.

FR0056 yield rose by 0.60bps from 7.513% to 7.519% while RI250115 yield was up by 6.4bps from 3.795% to 3.859%.

Brent decreased from 55.14 to 55.08 USD per barrel meanwhile WTI Cushing Crude Oil Spot price climbed up from 53.20 to 53.36 USD per barrel.

Highlights:

Danareksa government bonds yield index naik 0.06bps dari 7.570% menjadi 7.571%

Spread obligasi dollar Indonesia terhadap China menurun hingga area negatif untuk pertama kalinya sejak Juni 2015. Lakshmanan R, analis senior CreditSights menyatakan bahwa gap tersebut diperkirakan akan berlangsung lama karena adanya outlook positif terhadap Indonesia, stabilitas politik dan mata uang local yang cukup kuat. Investor China melakukan difersifikasi ke obligasi Indonesia serta peningkatan outlook dari Moody’s Investors Service telah berperan terhadap sentiment tersebut. (Bloomberg)

Volume transaksi obligasi Pemerintah tercatat sebesar Rp3.30 triliun, dan didominasi oleh medium term (5-15 years). Angka ini mengalami penurunan dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya sebesar Rp12.53 triliun namun lebih lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata selama tahun ini sebesar Rp12.43 trillion.

Sementara itu, total volume obligasi korporasi tercatat sebesar Rp486.00 miliar yang didominasi oleh short term (< 5 years). Volume transaksi tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan volume hari sebelumnya sebesar Rp910.60 miliar namun lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tahun ini sebesar Rp742.90 miliar.

Nilai tukar Rupiah menguat 0.06% terhadap US Dollar, dari 13,330 menjadi 13,322 sedangkan IHSG turun -0.05% dari 5,381 menjadi 5,378.

FR0056 yield mengalami peningkatan by 0.60bps dari 7.513% menjadi 7.519% sementara itu yield RI250115 naik sebesar 6.4bps dari 3.795% menjadi 3.859%.

Harga brent turun dari 55.14 menjadi 55.08 USD per barrel sementara harga WTI Cushing Crude Oil Spot meningkat dari 53.20 menjadi 53.36 USD per barrel.

Download artikel selengkapnya(148.05 Kb)


Weekly Report Aug 2016
Country's FCLT Rating
S & P BB+
Moody's Baa3
Fitch BBB-

Key Market Editor
BI Rate 6.50%
JCI 5,421.00
IDR 13.01
Inflation Oct 16(%YoY) 3.07%

Market Outstanding
Government Bond IDR 1.74 bn
Corporate Bond IDR 295.90 bn

Last Week Trading Volume
Government Bond IDR 40.72 bn
Corporate Bond IDR 2.35 bn

Government Bond Indices
Price Index 132.20
Yield Index 7.13%
Total Return 507.70

Benchmark Yield
FR0053 5 Year 6.82%
FR0056 10 Year 7.01%
FR0073 15 Year 7.38%
FR0072 20 Year 7.57%