Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Info Pasar

Preview IHSG 19 September 2018
September 19, 2018 08:01 WIB

Pengenaan tarif baru atas impor AS dari Tiongkok membawa kekhawatiran meningkatnya eskalasi perang dagang yang dapat mengancam pertumbuhan perdagangan dan ekonomi global. Bursa Asia ditutup bervariasi, dengan IHSG melemah 0,21 persen kelevel 5.811,79 diperdagangan kemarin.

Sementara itu, bursa AS bergerak membaik pada perdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (+0,71%) dan S&P 500 (+0,54%) masing-masing bergerak kelevel 26.246,96 dan 2.904,31. Kenaikan saham-saham teknologi berhasil menopang laju indeks.

Pasca pengumuman tarif impor AS, pemerintah Tiongkok membalas dengan mengenakan tarif 10% untuk impor atas lebih dari 5000 item produk AS senilai US$ 60 miliar. Kebijakan ini akan berlaku efektif 24 September mendatang. Tarif 10% juga akan berlaku untuk impor yang sebelumnya akan dikenakan tarif 20%.

Dari sisi ekonomi AS, optimisme pengembang perumahan masih terjaga dibulan Agustus 2018. Hal ini tecermin pada pergerakan indikator NAHB Hosuing Market Index yang stabil dilevel 67. Ekonomi yang tumbuh ekspansif diikuti naiknya pendapatan, mendorong permintaan rumah tinggal tetap tinggi.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka bervariasi. Harga minyak Brent (WTI) turun kelevel US$ 78,85 (US$ 69,69) perbarel, dan harga emas menguat kelevel US$ 1.204,10/troy ounce.

Download artikel selengkapnya (680.99 Kb)


Preview IHSG 18 September 2018
September 18, 2018 08:17 WIB

Mayoritas bursa Asia ditutup melemah awal pekan ini, menyusul upaya renegosiasi dagang antara pemerintah AS dengan Tiongkok, meski pengenaan tarif impor AS senilai US$ 200 miliar tetap berjalan. IHSG sendiri merosot 1,8 persen kelevel 5.824,26, ditengah tekanan meningkatnya defisit neraca perdagangan Indonesia.

Seperti diketahui, neraca perdagangan luar negeri Indonesia dibulan Agustus 2018 kembali mencatat defisit US$ 1,02 miliar, menyusul defisit US$ 2,01 miliar dibulan sebelumnya. Defisit Agustus tercatat melebihi median konsensus pasar yaitu defisit US$ 674 juta. Nilai ekspor dan impor Indonesia masing-masing mencapai US$ 15,8 miliar (-2,9% mom, +4,1% yoy) dan US$ 16,8 miliar (-8,0% mom, +24,6% yoy). Sepanjang periode Januari-Agustus 2018, defisit perdagangan mencapai US$ 4,09 miliar, jauh dibawah capaian surplus perdagangan tahun 2017 (+9,07 miliar).

Sementara itu, bursa AS terkoreksi pada perdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (-0,35%) dan S&P 500 (-0,56%) masing-masing bergerak kelevel 26.062,12 dan 2.888,80. Kekhawatiran investor atas tarif impor dari Tiongkok menjadi pemberat pergerakan pasar.

Pasca penutupan pasar, pemerintahan Trump mengumumkan akan mengenakan tarif 10% untuk impor dari Tiongkok senilai US$ 200 miliar hingga akhir tahun 2018, dan direncanakan naik menjadi 25% diawal tahun 2019. Aturan ini berlaku efektif pada 24 September 2018. Dalam pernyataannya, jika Tiongkok membalas terhadap industri dan pertanian AS, maka Trump mengancam akan mengenakan tarif lanjutan atas produk impor senilai US$ 267 miliar. Kebijakan terbaru ini menjadi aksi susulan keputusan perdagangan pada 15 Juni silam yaitu pengenaan tarif 25% atas impor Tiongkok senilai US$ 50 miliar.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka bervariasi. Harga minyak Brent (WTI) turun kelevel US$ 77,72 (US$ 68,56) perbarel, dan harga emas melemah kelevel US$ 1.203,10/troy ounce.

Download artikel selengkapnya (677.33 Kb)


Preview IHSG 12 September 2018
September 12, 2018 08:21 WIB

IHSG ditutup melemah 0,35 persen kelevel 5.831,12, ditengah merahnya bursa saham Asia awal pekan ini. Perkembangan kinerja perdagangan luar negeri Tiongkok, dan faktor perang dagang AS-Tiongkok masih membayangi pergerakan pasar regional. Publikasi terkini data ekonomi dikawasan Asia datang dari Jepang dan Tiongkok.

Ekonomi Jepang Q2 2018 tumbuh ekspansif 0,7% qoq, lebih tinggi dari publikasi awal sebesar 0,5% qoq. Dalam basis tahunan, PDB Jepang meningkat 3 persen, lebih cepat dari rilis awal (+1,9%) dan konsensus pasar (+2,6%). Kenaikan ini ditopang meningkatnya belanja rumah tangga dan investasi.

Laju inflasi bulanan Tiongkok dibulan Agustus 2018 mencapai 0,7% mom, lebih cepat dari bulan sebelumnya, 0,3% mom. Secara tahunan, harga barang dan jasa ditingkat konsumen meningkat sebesar 2,3% yoy, tertinggi dalam 6 bulan terakhir, didorong naiknya harga makanan, sandang, BBM, utilitas, sewa dan pendidikan.

Sementara itu, bursa AS menguat pada perdagangan Jumat lalu. Indeks saham Dow Jones (+0,44%) dan S&P 500 (+0,37%) masing-masing bergerak kelevel 25.971,06 dan 2.887,89. Membaiknya saham-saham teknologi berhasil membuat kinerja indeks lebih baik.

Dari sisi ekonomi AS, jumlah penawaran lowongan kerja dibulan Juli mencapai level tertinggi sebesar 6,939 juta posisi, atau diatas bulan sebelumnya (6,822 juta posisi) dan ekspektasi pasar (6,68 juta posisi). Permintaan terbesar datang dari sektor keuangan dan asuransi, serta industri barang tidak tahan lama. Penerimaan tenaga kerja diperiode yang sama naik menjadi 5,679 juta posisi, lebih baik dari bulan sebelumnya sebesar 5,677 juta posisi.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka bervariasi. Harga minyak Brent (WTI) naik kelevel US$ 79,30 (US$ 69,80) perbarel, dan harga emas menguat kelevel US$ 1.203,30/troy ounce.

Download artikel selengkapnya (674.14 Kb)


 ClosingSuprt1Suprt2Resis1Resis2
GGRM66,42565,65064,92567,30068,225
ROTI1,4901,4731,4571,5031,517
SMCB1,0801,0471,0181,1021,128
BWPT228221217235245
BSDE2,0702,0301,9802,1102,140
BNLI685668642718742
TOTL715697683732753
Market Summary
IDX Index    5,875.38  63.59/1.09%
Opening Index 5,835.80
Lowest Index 5,835.80
Highest Index 5,882.66
   
Total Frequency 379,360
Total Volume 7,017,510,676
Total Value 3,756,685,551,675

*Last Update 19-Sep-2018 14:04:59 WIB

Stock Code Last Price Change Change %
GGRM 74,275 2,075 2.87 %
UNVR 46,650 1,125 2.47 %
INKP 17,475 475 2.79 %
UNTR 32,400 425 1.33 %
TCPI 3,430 410 13.58 %
ITMG 26,475 325 1.24 %
INTP 16,700 300 1.83 %
TBIG 5,450 300 5.83 %
Stock Code Last Price Change Change %
TAMU 3,770 -520 -12.12 %
AALI 12,300 -325 -2.57 %
AKPI 730 -240 -24.74 %
SCCO 8,800 -225 -2.49 %
BSSR 2,400 -90 -3.61 %
BOSS 2,570 -80 -3.02 %
SRTG 3,870 -80 -2.03 %
ICBP 8,700 -75 -0.85 %