Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Info Pasar

Preview IHSG 21 November 2017
November 21, 2017 07:57 WIB

Bursa Asia ditutup bervariasi awal pekan ini, menyusul perhatian investor yang tertuju pada perkembangan RUU reformasi pajak AS. IHSG sendiri naik tipis 0,03 persen kelevel 6.053,28. Rilis ekonomi terbaru datang dari Jepang. Nilai ekspor dan impor Jepang tumbuh masing-masing sebesar 2,0 persen mom dan 1,2 persen mom dibulan Oktober 2017, menjadi 6,7 triliun Yen dan 6,3 triliun Yen. Pertumbuhan ekspor diatas impor membawa surplus perdagangan melebar dari 266,5 miliar Yen menjadi 322,8 miliar Yen.

Sementara itu, bursa AS menanjak pada perdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (+0,31%) dan S&P 500 (+0,13%) masing-masing bergerak kelevel 23.430,33 dan 2.582,14. Kenaikan saham-saham telekomunikasi mengerek indeks kelevel yang lebih tinggi. Publikasi data ekonomi LEI juga turut mendorong aksi akumulasi saham, ditengah penantian investor atas kemajuan RUU pajak.

Dari sisi ekonomi AS, indikator prospek ekonomi-Leading Economic Index terbitan The Conference Board naik 1,2 persen kelevel 130,4 dibulan Oktober, menyusul pertumbuhan 0,1 persen dibulan sebelumnya. Pulihnya aktivitas bisnis dan ekonomi pasca bencana badai, mendorong optimisme rumah tangga atas prospek bisnis dan ekonomi kedepan semakin membaik.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka menguat. Harga minyak Brent (WTI) turun kelevel US$ 62,22 (US$ 56,09) perbarel, dan harga emas menguat kelevel US$ 1.279,90/troy ounce.

Download artikel selengkapnya (396.97 Kb)


Preview IHSG 16 November 2017
November 16, 2017 07:47 WIB

IHSG dan bursa Asia masih bertahan dizona merah. Pada perdagangan kemarin, IHSG turun 0,27 persen kelevel 5.972,31. Sejumlah publikasi ekonomi domestik dan regional memengaruhi pergerakan indeks pasar, diantaranya kinerja perdagangan luar negeri Indonesia dan GDP Q3 2017 Jepang.

Nilai ekspor (+3,6% mom, +18,4% yoy) dan impor (+11,0% mom, +23,3% yoy) Indonesia dibulan Oktober masing-masing mencapai US$ 15,1 miliar dan US$ 14,2 miliar. Hal ini membawa surplus neraca perdagangan menyusut menjadi US$ 895 juta, dari bulan sebelumnya sebesar US$ 1,78 miliar. Surplus bulan Oktober 2017 juga tercatat lebih kecil dari median konsensus ekonom sebesar US$ 1,61 miliar. Sementara itu, ekonomi Jepang Q3 tumbuh 0,3% QoQ, menyusul pertumbuhan 0,6% QoQ dikuartal sebelumnya, dan sesuai dengan konsensus pasar.

Sejalan dengan Asia, bursa AS ditutup terkoreksi pada perdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (-0,59%) dan S&P 500 (-0,55%) masing-masing bergerak kelevel 23.271,28 dan 2.564,62. Saham-saham energi AS lungsur, menyusul turunnya harga minyak global. Tertekannya harga minyak terjadi setelah International Energy Agency memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak dunia ditahun 2017 dan 2018 sebesar 100 ribu barel/hari.

Dari sisi ekonomi AS, laju inflasi AS dibulan Oktober mencapai 0,1% mom, melambat dibandingkan bulan sebelumnya (+0.5% mom). Secara tahunan, inflasi melambat dari 2,2% yoy, menjadi 2,0% yoy, atau sejalan dengan prediksi pasar. Diperiode yang sama, penjualan retail meningkat 0,2% mom (+4,6% yoy), melambat dari bulan September (+1,9% mom, +4,8%yoy). Meski demikian kenaikan ini lebih baik dari konsensus pasar yang memproyeksi tidak adanya pertumbuhan. Peningkatan ini ditopang naiknya penjualan kendaraan bermotor, barang elektronik, furniture, dan sandang.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka sideways menguat. Harga minyak Brent (WTI) turun kelevel US$ 61,87 (US$ 55,30) perbarel, dan harga emas menguat kelevel US$ 1.279,30/troy ounce.

Download artikel selengkapnya (403.15 Kb)


Preview IHSG 15 November 2017
November 15, 2017 07:52 WIB

Bursa Asia kembali terjerembab pada perdagangan kemarin, dengan IHSG melemah 0,55 persen kelevel 5.988,29. Rilis sejumlah indikator ekonomi Tiongkok, seperti output industri, penjualan retail, dan investasi aset tetap menunjukkan kinerja yang lebih rendah dari ekspektasi pasar. Output industri Tiongkok tumbuh melambat dari 6,6 persen yoy menjadi 6,2 persen yoy dibulan Oktober. Investasi aset tetap meningkat 7,3 persen ytd, lebih lambat dari pencapaian bulan sebelumnya sebesar 7,5 persen. Sedangkan penjualan retail tumbuh melambat dari 10,3 persen yoy menjadi 10 persen yoy.

Senada dengan Asia, bursa AS ditutup terkoreksi pada perdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (-0,13%) dan S&P 500 (-0,23%) masing-masing bergerak kelevel 23.409,47 dan 2.578,87. Kekecewaan investor terhadap data kinerja ekonomi Tiongkok dan pengaruh merosotnya saham blue chip General Electric, menyebabkan tekanan pergerakan pasar AS. Saham GE turun kelevel terendah sejak 2011, pasca merilis rencana masif restrukturisasi perusahaan dan memangkas dividen hingga 50 persen.

Dari sisi ekonomi AS, harga barang dan jasa dilevel produsen-producer price index tumbuh 0,4 persen mom dibulan Oktober, atau lebih cepat dari ekspektasi pasar sebesar 0,2 persen mom. Hal ini didorong akselerasi kenaikan harga biaya jasa dan produk BBM.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka memerah. Harga minyak Brent (WTI) turun kelevel US$ 62,21 (US$ 55,08) perbarel, dan harga emas terkoreksi kelevel US$ 1.280,90/troy ounce.

Download artikel selengkapnya (396.81 Kb)


 ClosingSuprt1Suprt2Resis1Resis2
GGRM66,42565,65064,92567,30068,225
ROTI1,4901,4731,4571,5031,517
SMCB1,0801,0471,0181,1021,128
BWPT228221217235245
BSDE2,0702,0301,9802,1102,140
BNLI685668642718742
TOTL715697683732753
Market Summary
IDX Index    6,031.86  21.42/0.35%
Opening Index 6,062.23
Lowest Index 6,008.69
Highest Index 6,076.23
   
Total Frequency 346,758
Total Volume 8,488,218,724
Total Value 6,611,022,180,597

*Last Update 21-Nov-2017 16:20:10 WIB

Stock Code Last Price Change Change %
INDS 1,630 130 8.67 %
BBCA 21,125 100 0.48 %
ALKA 464 92 24.73 %
OMRE 470 90 23.68 %
JSMR 6,525 75 1.16 %
NISP 2,060 75 3.78 %
SHID 1,380 75 5.75 %
AGII 645 65 11.21 %
Stock Code Last Price Change Change %
GGRM 78,850 -1,525 -1.90 %
UNTR 31,575 -625 -1.94 %
ITMG 19,700 -525 -2.60 %
PTBA 10,775 -400 -3.58 %
BYAN 10,500 -200 -1.87 %
MAPI 6,150 -175 -2.77 %
ABMM 2,200 -160 -6.78 %
PLIN 3,550 -160 -4.31 %