Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Info Pasar

Monetary Watch 24 Mei 2018
May 25, 2018 09:07 WIB

Despite the economic growth that need to be supported, BI rose the 7-Day RR rate at the May monetary policy meeting, held on 16 – 17 May. The 7-Day RR rate was increased by 25bps to 4.50 percent, while both the deposits and lending facility rates were also hiked by 25 bps to 3.75 and 5.25 percent, respectively.

As the global market volatility increased and liquidity is on the tighter trend, our interbank interest rate as proxied by the JIBOR O/N rate started to show an increasing trend as well. Its average rate in the first three weeks of April was 4.0 percent, and when rounded to the end of April, the average increased to 4.05 percent. The average of JIBOR O/N rate in the first three weeks of May kept on raising to 4.07 percent.

In next month’s governors’ meeting, BI is likely to hike the benchmark rate given the high pressure on rupiah due to concerns over sentiment from expectations of the Fed intent on boosting interest rate and raising on US treasury yield in account of widen fiscal deficit. Moreover, The Fed’s balance sheet normalization absorbs dollar from global financial market. Growing volatility on rupiah toward global uncertainty result in no room for BI to cut benchmark rate this year. Against this backdrop we expect BI to hike benchmark rate up to 4.75 percent ini 2018.

Download artikel selengkapnya (273.14 Kb)


Preview IHSG 25 Mei 2018
May 25, 2018 08:19 WIB

Bursa saham Asia ditutup bervariasi pada perdagangan kemarin, menyusul fokus investor pada perkembangan terbaru hubungan dagang AS-Tiongkok. IHSG sendiri kembali mencatat kenaikan hingga 2,67 persen kelevel 5.946,54.

Sementara itu, bursa AS melemah pada perdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (-0,30%) dan S&P 500 (-0,20%) masing-masing bergerak kelevel 24.811,76 dan 2.727,76. Sentimen negatif pasar datang dari pembatalan rencana pertemuan AS-Korea Utara dibulan mendatang. Berita lainnya yang menekan pasar adalah rencana Departemen Perdagangan AS menginvestigasi kemungkinan impor otomotif “mengancam keamanan nasional AS”, atau dengan kata lain melemahkan industri otomotif dan suku cadang domestik AS.

Dari sisi ekonomi AS, klaim tunjangan pengangguran mingguan (per 19 Mei 2018) meningkat sebanyak 11 ribu aplikasi menjadi 234 ribu aplikasi. Rerata 4 mingguannya mencapai 219.750 aplikasi, atau naik 6.250 aplikasi dari minggu sebelumnya. Disektor perumahan, penjualan stok rumah (existing home sales) turun 2,5% mom menjadi 5,46 juta unit (seasonally adjusted annual rate) dibulan April, atau lebih rendah dari ekspektasi pasar yaitu menurun 0,2 persen menjadi 5,57 juta unit.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka melemah. Harga minyak Brent (WTI) turun kelevel US$ 78,76 (US$ 70,69) perbarel, dan harga emas terkoreksi kelevel US$ 1.302,70/troy ounce.

Download artikel selengkapnya (404.85 Kb)


Preview IHSG 24 Mei 2018
May 24, 2018 08:25 WIB

Pernyataan ketidakpuasan Trump atas hasil perundingan perdagangan AS-Tiongkok di Washington lalu, berdampak negatif bagi pergerakan pasar regional. Meski demikian, ditengah tekanan jual bursa saham Asia pada perdagangan kemarin, IHSG berhasil naik 0,71 persen kelevel 5.792. Publikasi ekonomi terbaru yang masuk kepasar datang dari Jepang. Indikator dini manufaktur-Nikkei Flash Japan Manufacturing PMI bulan Mei 2018 turun kelevel 52,5 dari level PMI final April, 53,8. Sinyal melambatnya ekspansi industri Jepang didorong pertumbuhan output, pesanan baru, dan serapan tenaga kerja yang lebih lambat.

Sementara itu, bursa AS bergerak membaik pada perdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (+0,21%) dan S&P 500 (+0,32%) masing-masing bergerak kelevel 24.886,81 dan 2.733,29. Publikasi notulensi FOMC Mei 2018, menjadi fokus perhatian pasar. Notulensi tersebut menunjukkan bahwa laju inflasi AS akan dibiarkan berada diatas target level 2 persen untuk sementara waktu, sepanjang ekspansi ekonomi AS terus berjalan. Kemungkinan naiknya FFR pada FOMC Juni mendatang juga masih terbuka.

Dari sisi ekonomi AS, indikator dini manufaktur- IHS Markit US Composite PMI bulan Mei 2018 naik kelevel 55,7 dari level final bulan sebelumnya, 54,9. Pertumbuhan output dan serapan tenaga kerja yang solid, mendorong ekspansi bisnis sektor manufaktur AS. Selanjutnya disektor perumahan, penjualan rumah baru (new home sales) menurun 1,5% mom dibulan April, menjadi 662 ribu unit (seasonally adjusted annual rate), sedikit lebih baik dari ekspektasi pasar yaitu menurun sebesar 2% mom.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka melemah. Harga minyak Brent (WTI) turun kelevel US$ 79,65 (US$ 71,75) perbarel, dan harga emas menguat kelevel US$ 1.294,90/troy ounce.

Download artikel selengkapnya (402.34 Kb)


 ClosingSuprt1Suprt2Resis1Resis2
GGRM66,42565,65064,92567,30068,225
ROTI1,4901,4731,4571,5031,517
SMCB1,0801,0471,0181,1021,128
BWPT228221217235245
BSDE2,0702,0301,9802,1102,140
BNLI685668642718742
TOTL715697683732753
Market Summary
IDX Index    5,975.74  29.20/0.49%
Opening Index 5,957.43
Lowest Index 5,949.52
Highest Index 6,003.24
   
Total Frequency 428,014
Total Volume 7,029,223,095
Total Value 7,341,209,932,116

*Last Update 25-May-2018 16:14:59 WIB

Stock Code Last Price Change Change %
INKP 16,000 750 4.92 %
ITMG 25,150 700 2.86 %
INTP 18,450 700 3.94 %
UNTR 37,500 550 1.49 %
FIRE-W 4,000 440 12.36 %
BBNI 7,975 300 3.91 %
BTPN 3,530 260 7.95 %
MLBI 16,850 250 1.51 %
Stock Code Last Price Change Change %
UNVR 46,800 -1,300 -2.70 %
RDTX 5,625 -875 -13.46 %
SONA 2,750 -450 -14.06 %
INDR 3,600 -170 -4.51 %
YPAS 620 -170 -21.52 %
TPIA 5,800 -150 -2.52 %
IMAS 2,930 -140 -4.56 %
TGRA 458 -127 -21.71 %