Live Chat Software
Berita Dan Riset Terbaru
Info Pasar

Monetary Watch 19 November 2018
November 19, 2018 17:52 WIB

MONETARY WATCH: Widening CAD in the spotlight

At its November monetary policy monthly meeting on 14 – 15 November, BI unexpectedly decided to raise the 7-Day RR rate by 25bps from 5.75 percent to 6.00 percent, while the deposits and lending facility rates were also hiked by 25bps to 5.25 and 6.75 percent, respectively. This move came as a surprise, as the consensus view was that the benchmark rate would not be changed in November. The decision to hike the 7-Day RR rate came shortly after the Indonesian Central Bureau of Statistics announced that Indonesia’s trade deficit had widened in October.

The interbank interest rate as proxied by the IndONIA and JIBOR O/N rates in the first three weeks of November continued to head higher following the hawkish trend of the benchmark rate. In the first three weeks of November, the average IndONIA rate was 5.65 percent, or slightly higher than its average in the first three weeks of October of 5.62 percent.

In next month’s governors’ meeting, we expect BI to keep its benchmark rate steady. In the US, meanwhile, the expectation of aggressive FFR hikes and normalization of the Fed’s balance sheet amidst encouraging US economic performance may mean that the rupiah remains volatile. The prospect of rising US Treasury yields as
the US budget deficit widens may also absorb liquidity in the global markets. Other factors which continue to worry the market are concerns over US protectionism, the increasing prospect of a trade war and heightened geopolitical risks. Against this backdrop, BI will closely scrutinize economic indicators to decide whether further rate hikes are needed in the future.

Download artikel selengkapnya (277.26 Kb)


Preview IHSG 15 November 2018
November 15, 2018 08:02 WIB

IHSG tercatat menguat 0,40 persen kelevel 5.858,29 ditengah bursa saham Asia yang memerah. Koreksi bursa saham AS dan lungsurnya harga minyak global memengaruhi pergerakan laju indeks regional. Sejumlah rilis ekonomi utama masuk kepasar regional, terutama dari Jepang dan Tiongkok.

Ekonomi Jepang Q3 2018 turun 0,3% qoq, menyusul kenaikan 0,7% qoq dikuartal sebelumnya. Secara tahunan, laju ekonomi berkontraksi 1,2%, lebih rendah dari ekspektasi pasar yaitu menurun 1%. Hal ini disebabkan melemahnya belanja rumah tangga dan investasi. Rilis ekonomi lainnya datang dari Tiongkok. Investasi aset tetap periode Januari-Oktober 2018 tumbuh 5,7%, lebih cepat dari periode sebelumnya 5,4%. Output industri juga tumbuh lebih tinggi dari 5,8% yoy menjadi 5,9% yoy dibulan Oktober 2018. Disisi konsumen, penjualan retail diperiode yang sama meningkat 8,6% yoy, lebih lambat dari bulan sebelumnya sebesar 9,2% yoy, atau terendah dalam 5 bulan terakhir.

Sementara itu, bursa AS kembali ditutup melemah pada perdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (-0,81%) dan S&P 500 (-0,76%) masing-masing bergerak kelevel 25.080,50 dan 2.701,58. Kali ini koreksi yang menyeret pasar muncul dari tekanan disaham-saham perbankan AS.

Dari sisi ekonomi AS, laju inflasi bulanan mencapai 0,3% mom dibulan Oktober, lebih cepat dari bulan sebelumnya sebesar 0,1% mom. Secara tahunan, tingkat inflasi meningkat dari 2,3% yoy menjadi 2,5% yoy, menyusul terkereknya harga BBM dan listrik.

Hari ini rilis domestik akan datang dari publikasi kinerja ekspor impor Indonesia bulan Oktober 2018. Median konsensus ekonom memproyeksi defisit perdagangan LN mencapai USD 343 juta.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka melemah. Harga minyak Brent (WTI) turun kelevel US$ 66,12 (US$ 55,98) perbarel, dan harga emas naik kelevel US$ 1.211,30/troy ounce.

Download artikel selengkapnya (678.28 Kb)


Preview IHSG 14 November 2018
November 14, 2018 08:03 WIB

IHSG tercatat menguat 1,01 persen kelevel 5.835,20 ditengah bervariasi bursa saham Asia yang lain. Koreksi bursa saham AS dan menguatnya Dolar AS memengaruhi pergerakan laju indeks regional. Tidak ada rilis ekonomi utama yang masuk kepasar.

Sementara itu, bursa AS ditutup melemah pada perdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (-0,40%) dan S&P 500 (-0,15%) masing-masing bergerak kelevel 25.286,49 dan 2.722,18. Koreksi saham-saham energi menjadi salah satu faktor pelemahan pasar, menyusul anjloknya harga minyak dunia. Komentar Presiden Trump yang mengharapkan OPEC tidak memangkas produksinya, dan proyeksi permintaan minyak global yang tumbuh melambat turut berkontribusi atas lungsurnya harga.

Dari sisi ekonomi AS, indikator NFIB Small Business Economic Trends menunjukkan optimisme pebisnis UKM yang tetap terjaga. Optimism Index relatif stabil dilevel 107,4 pada bulan Oktober 2018, sedikit lebih rendah dari bulan sebelumnya 107,9. Hal ini didukung persepsi CEO atas membaiknya penjualan, dan rencana serapan tenaga kerja yang lebih besar kedepan.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka menguat. Harga minyak Brent (WTI) turun kelevel US$ 65,47 (US$ 55,67) perbarel, dan harga emas naik kelevel US$ 1.203,50/troy ounce.

Download artikel selengkapnya (675.70 Kb)


 ClosingSuprt1Suprt2Resis1Resis2
GGRM66,42565,65064,92567,30068,225
ROTI1,4901,4731,4571,5031,517
SMCB1,0801,0471,0181,1021,128
BWPT228221217235245
BSDE2,0702,0301,9802,1102,140
BNLI685668642718742
TOTL715697683732753
Market Summary
IDX Index    6,005.30  7.05/0.12%
Opening Index 6,028.34
Lowest Index 5,974.14
Highest Index 6,036.99
   
Total Frequency 340,518
Total Volume 7,391,948,524
Total Value 6,567,809,386,522

*Last Update 19-Nov-2018 16:15:00 WIB

Stock Code Last Price Change Change %
SURE 3,660 730 24.91 %
BYAN 20,000 300 1.52 %
BBCA 25,100 275 1.11 %
TKIM 12,400 225 1.85 %
SILO 3,080 220 7.69 %
IMAS 2,150 190 9.69 %
ERAA 1,980 140 7.61 %
TAMU 2,530 130 5.42 %
Stock Code Last Price Change Change %
GMTD 12,100 -2,700 -18.24 %
ITMG 22,025 -750 -3.29 %
INKP 11,250 -650 -5.46 %
UNTR 34,400 -400 -1.15 %
INTP 19,625 -375 -1.88 %
GGRM 78,200 -350 -0.45 %
ABMM 1,885 -265 -12.33 %
DUTI 4,000 -250 -5.88 %